Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
perdebatan


__ADS_3

Aldo duduk disamping Bryan ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting


Melihat Bryan mabuk-mabukan terkadang meneteskan air mata membuat Aldo tidak tega, yaaa,,,,, meskipun Bryan sering membuat kesal kadang juga bertengkar hanya karena hal sepele sudah seperti kucing dan tikus tidak pernah akur


Tetapi meskipun bertengkar berselisih paham akhirnya akur lagi begitu lahh keduanya dalam menjalin hubungan persaudaraan, persahabatan


Aldo begitu menyayangi Bryan, meskipun Bryan suka jail tetapi sudah dianggapnya adik kandung sendiri bukan saudara


Yaa,, Bryan suka bertingkah konyol bila bersama Aldo kadang juga iseng tapi Aldo justru menyukai.


Terkadang disaat Aldo jenuh dengan rutinitas pekerjaan Aldo sengaja menemui Bryan hanya untuk membuat Bryan kesal


Bagi Aldo melihat sepupunya kesal rasa jenuh beban dipikiran hilang begitu saja biasanya bila Bryan sudah ngomel-ngomel kesal justru Aldo akan tertawa


Melihat sepupunya tertawa Bryan pun ikut tertawa rasa amarah kesal hilang begitu saja,


Memang terdengar aneh tapi begitulah Aldo dan Bryan


"bolehkah aku bertanya" hhhhhh,, aku, biasanya elu gua pinta Aldo memberanikan diri bertanya


"hemmm,,,,,," Bryan hanya berdehem sorot mata tetap fokus menatap layar ponsel, entah apa yang dilihatnya sedari tadi


Aldo menepis ponsel Bryan berharap menatap padanya


Bryan membulatkan mata, tidak marah tetapi tidak pula berbicara masih diam tatapan sendu wajah pucat


udah Kya cwe aja yaa,,, kalau lagi ngambek


"yan,,,,,,," ucap Aldo terlihat ragu mengatakan,


Bryan paham bila sepupunya ini ingin mengatakan sesuatu tetapi terlihat ragu


"katakanlah" menegaskan bila Bryan tidak apa-apa tidak perlu dikhawatirkan


Melihat raut wajah Bryan terlihat siap mendengar apa yang akan dikatakan Aldo pun bertanya


"maaf yan sebelumnya, apa kamu mencintai pacarmu itu, siapa sihhh namanyaa,,,,?" bertanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Pertanyaan macam apa itu, yaaa,,, jelas cinta lahh,,," Bryan menggerutu dalam hati


"Aira,,,,," sahutnya kali ini berbicara tidak dalam hati


mengapa Aldo bertanya tentang Aira, bertanya perasaanku, apa jangan-jangan,,,,, hhhhh,,,,, apa yang akan Aldo lakukan , begitu banyak pertanyaan terlintas di benak, Aldo berbicara membuyarkan pikirannya


"apa perlu aku turun tangan" niat Aldo hanya ingin membantu

__ADS_1


mendengar kata turun tangan Bryan memutar bola matanya


"hhhhh,,,,,, turun tangan?" sahut Bryan terlihat binggung


"hemmm,,,,, gini aku kan sepupumu, sudah begitu banyak suka duka bersama, hemm,,, aku kan sepupumu juga sahabatmu, aku juga tampan,kaya jadi"


"jadi kita saudara" sahut Bryan, sudah sedari tadi Bryan menahan kesal mendengar


perkataan Aldo yang hanya berputar saja apalagi mendengar Aldo memuji dirinya sendiri, cihhhh,,,,, pede amat yaa ,,,,,apalagi menyombongkan kekayaan membuat Bryan semakin malas


Aldo menyeringai


"hehehehehe,,,, niat hati ingin bercanda dulu tetapi reaksi mu begini, terlihat tidak ingin bercanda" Aldo masih tersenyum seolah tidak membuat kesalahan apapun


sumpah dehhh katanya peduli tapi kok ngak peka banget yaaa,,,, bestii,,,,, serasa pengen tak cubit lengannya ngak peka banget sama saudara


"hemmm,,,,, tadi bang Aldo mau bicara apaan cepatlah,,, setelah ini Bryan mau tidur" ucapnya menekan wajahnya masih pucat


"hemmm sebe,,,,narnya,,,,, be,,,,gi,,,,,ni,,,," Entah menggapa Aldo jadi gagap, mulutnya sulit berkata hatinya ragu


melihat Aldo ragu mengatakan


"cepat katakan do, kuberi waktu 5menit, dari sekarang" ucapnya tegas


jika Bryan tidak segera mengambil tindakan sepupunya itu akan bicara seperti itu-itu saja, benar saja setelah Bryan tegas Aldo pun berani berbicara,


"bagaimana jika aku membalaskan dendam mu, wanita itu berani sekali meninggalkan mu demi laki-laki lain, aku akan mendekati lalu membuatnya tergila-gila padaku, dengan begitu suaminya akan ditinggalkan begitu saja hanya demi aku, setelah benar-benar mencintai ku akan aku hempaskan begitu saja, agar merasakan apa yang kamu rasakan (ditinggal pas lagi sayang-sayange eaaa,,,)" suaranya tegas seolah tidak ada keraguan dihatinya


Bryan mendengar semua rencana Aldo tidak habis fikir, memang Bryan begitu tersakiti, terluka tetapi tidak ada niat untuk balas dendam, mungkin Bryan kurang baik masih banyak kurangnya justru itulah yang ada dipikiran Bryan menyalahkan diri sendiri


"jangan pernah berniat menyakiti Aira, aku begitu mencintai, menyayangi, mungkin aku kurang tampan,kurang kaya, kurang baik makanya Aira lebih memilih bersama orang lain" suaranya terdengar memekik sedikit serakk


"tapiii,,,,," sambung Aldo berusaha membujuk Bryan agar mau membalas dendam


hhhhhhh,,,,,, yang disakitin siapa yang mau balas dendam siapa,,, kira-kira Bryan menyetujui ide konyol Aldo tidak yaaa,,,,,,,,,


*********************************


Sedangkan dikediaman Aira


Aira membuka pintu


"cekkkleeekkkkkk,,,," suara pintu terbuka


Aira berjalan pelan dilihatnya disofa sang suami masih tertidur pulas

__ADS_1


"jam segini masih tidur enak banget yaa,,, udah Kya bos" Aira mengerutu


Padahal Aira sendiri juga baru saja bangun malah mandi saja belom tetapi sudah makan,


begitulah manusia sayyy,,, kesalahan orang lain terus diingat sedangkan kesalahan sendiri lupa


Aira berjalan pelan menghampiri Dodi


setelah berhenti tepat di depan pinggang suaminya Aira sejenak berfikir bagaimana cara membangunkan,,,


Bola matanya melirik kesana kemari melihat kemoceng terbesit dipikiran sebuah ide membangunkan beruang kutub hibernasi


hahhhh,,,, beruang kutub hibernasi kwkwkwkwkkkw,,,,,, suami sendiri dikatain, entah menggapa kata-kata beruang kutub hibernasi bisa lolos begitu saja disaja terbesit di otak


Diraih kemoceng setelah itu diarahkan ketelinga suaminya, Dodi merasakan ada sesuatu ditelingga membuatnya menggelitik mencoba ditepisnya


Aira melihat reaksi suaminya mendekatkan kemoceng didekat telinga suaminya lagi


Suaminya menepis kemoceng seperti tadi matanya masih enggan membuka padahal Dodi sudah tidur sangat lama mungkin kecapekan membuat Dodi hanya ingin memejamkan mata


Aira melihat reaksi suaminya masih enggan membuka mata jiwa usilnya semakin berani


"hihihihihi siii Dodot tidur udah Kya orang mati saja, aku jahilin ahhhh,,, salah siapa tidak bangun-bangun" Aira tersenyum lebar senyuman usil seketika jiwa jahilnya mengelora


tadi kemoceng diarahkan ke telinga sekarang diarahkan ke hidung


"hihihihi,,,,, pasti kali ini siii Dodot alias beruang kutub bakalan bangun" ucapnya lirih bibirnya tersenyum seribu makna


Benar saja


"hacimmmm,,,,,,," Dodi bersin-bersin mengusap-usap hidup serasa ada sesuatu mengusik hidungnya


Aira mendengar suaminya bersin tertawa


"hahahahahahahahaha" kejahilannya berhasil


Dodi mendengar suara orang tertawa mengucek-ucek mata agar bisa melihat jelas siapa yang tertawa


setelah dirasa matanya sudah benar-benar melihat dengan jelas Dodi terkejut ternyata Aira sii bocil


Aira masih tertawa lepas tidak menyadari jika siii dodot beruang kutub sudah bangun


"hahahahaha,,,,,,,,,,," sambil memegangi perut


Dodi melihat kejahilan istrinya apalagi istrinya tertawa terbahak-bahak menmbuat Dodi geram dodi mengepalkan tangan kedua alisnya sedikit terangkat

__ADS_1


Kira-kira setelah Dodi siii Dodot beruang kutub marah apa yang akan terjadi yaa, bestiii,,,,,,,,,


__ADS_2