Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
kepedean tingkat dewa


__ADS_3

Aira yang merasa tidak asing dengan suara seseorang dibelakangnya menoleh perlahan dan


Deg,,,,,,


Jantung Aira berdegug kencang bagaimana tidak pria di belakang Aira ialah pria yang sama yang pernah Aira temui di rel kereta api beberapa waktu lalu


Aira segera menoleh ke arah depan menunduk memilih buah dihadapannya berharap pria itu tidak menyadari keberadaan Aira


"kenapa bisa si pria mesum ada di sini sih" gerutu Aira pastinya dalam hati kalau diucapkan langsung dapat dipastikan pria itu mendengar perkataan Aira


Aira memilih buah tangannya sedikit gemetar takut pria dibelakangnya tau keberadaannya


Aira merasa sudah seperti penjahat saja yang takut tertangkap


"Pak beli buah ini yaa,,, dua kilo" ucap pria itu tapi tatapan matanya tak lepas dari Aira


Sebenarnya pria itu tidak berniat membeli buah sama sekali tapi ketika hendak pulang ke perumahan elite miliknya pria itu tak sengaja melihat Aira menyebrang jalan


Membuat pria itu menghentikan kendaraannya dan mengikuti langkah kaki Aira menuju toko buah


Penjual buah pun membungkuskan pesanan pelanggan pria ganteng itu


Disaat penjual sibuk pria itu melangkahkan kakinya mendekat menuju keberadaan Aira


Karena memang itu tujuan pria itu datang ke toko buah bukan untuk membeli buah tapi untuk mendekati Aira


Aira yang mendengar derap langkah kaki seseorang dari arah belakang tangannya semakin bergetar


Tubuhnya seketika lemas tak punya tenaga seperti orang yang belum makan


Ah,,,,,,,,, iya kan emang Aira belom makan siang jangankan makan siang sarapan saja terlewat


Saking paniknya tak terasa keringat membasahi kening sudah sebesar biji jagung


Dagg,,,,, Diggg,,,,,,, Duggg,,,,,,,,,


Jantung Aira berdegug begitu kencang bukan karena jatuh cinta lho yaa tapi karena ketakutan


Andai punya ilmu menghilangkan diri sudah pasti Aira akan menghilang sejak tadi


Aira takut bukan karena punya salah tapi Aira takut dengan otak mesum pria asing itu

__ADS_1


Padahal pria itu hanya memandang tajam menatap lekat dan waktu di rel hanya memeluk itupun karena pria itu mengira Aira hendak mengakhiri hidupnya


Aira yang memang tidak pernah terlalu intim dengan pria apalagi pelukan mesra membuat Aira berspekulasi pria itu pria mesum


Meskipun Aira pernah berpacaran dengan Bryan tetapi Aira tidak pernah pelukan hanya bergandeng tangan saja sudah seperti truk saja yaa gandengan


"hai cantik,,," ucap pria itu dari arah belakang


Membuat Aira semakin merasa panas dingin ingin rasanya Aira pingsan saja andai waktu bisa di skip pasti sudah Aira lakukan


Tidak ada sahutan pria itu semakin mendekat dan menarik dagu Aira yang sejak tadi menunduk sedangkan tangannya gemetar


Melihat Aira yang menunduk wajah takut apalagi tangan gemetar ingin rasanya pria asing itu tertawa tapi ditahannya


Saat ini di mata pria asing Aira terlihat begitu mengemaskan andai saja sudah menjadi pasangan sah sudah pasti Aira di lahap habis


Hissss,,,,,, pantas saja Aira menyebutnya mesum, yaa,,,, namanya pria normal yaa Bun kalau sah sudah pasti langsung di lahap habis


Aira yang dagunya ditarik agar menatap pria dihadapannya hanya menurut saja karena Aira merasa kehilangan tenaga begitu saja entah kemana perginya tenaga Aira bak hilang ditelan bumi


Melihat sorot mata Aira yang ketakutan tangan gemetar ingin rasanya pria asing itu memeluk Aira agar tidak ketakutan lagi


Tapi apalah daya jika pria itu memeluk Aira begitu saja bisa dipukul apalagi kalau sampai Aira teriak pria asing itu tidak mau menjadi pusat perhatian


Aira tidak menjawab karena tangan pria asing masih di dagunya wajah Aira sedikit mendongak menatap pria dihadapannya


Karena Aira yang hanya sepundak pria asing


Apalagi tatapan mata pria asing yang menatap bawah menatap tangan Aira tanpa disadari wajah mereka bertemu begitu dekat bahkan hembusan nafas pria asing itu terasa di kulit wajah Aira karena saking dekatnya


Pria asing yang menyadari wajah mereka begitu dekat seperti hendak berciuman memalingkan wajahnya dan melepaskan tangannya dari dagu Aira


Aira yang merasa dagunya dilepas menarik nafas panjang karena sedari tadi Aira menahan nafas berdekatan dengan pria asing tapi lumayan ganteng juga begitu lahh yang ada dalam benak Aira memuji pria asing itu


"mas ini buahnya" penjual memberikan kantong plastik berisi buah yang pria asing itu pesan


"iya,,, terima kasih pak,,, ini uangnya" ucap pria asing sedangkan tangannya mengulurkan beberapa lembar uang berwarna hijau


Penjual buah pun menerima uang tersebut dan menghitungnya


Sebenarnya pria asing masih ingin berlama memandang wajah cantik Aira dari jarak dekat, jarak yang begitu mesra

__ADS_1


Tapi pria asing menyadari penjual buah hendak berbalik setelah selesai mengemas buah yang pria asing beli membuatnya terpaksa harus melepaskan dagu Aira dan mundur satu langkah


"mas ini kebanyakan" ucap penjual buah setelah selesai menghitung uang


"sudah ambil saja kembaliannya" ucap pria asing yang memang sengaja melebihkan


"terima kasih mas,," ucap penjual buah tanpa menolak atau basa basi sama sekali


Terlihat ada pembeli yang lainya datang membuat penjual menyapa dan sudah sibuk dengan pembeli yang baru saja datang


Membuat pria asing bahagia karena punya kesempatan untuk mendekati Aira


"Bukankah aku pernah berkata bila kita bertemu lagi itu artinya kita berjodoh" ucap pria asing sedikit berbisik ditelinga Aira


Aira diam membisu karena yang bicara hatinya bukan mulutnya


"jodoh dari mana, aku sudah punya suami dasar lelaki gil* " ucap Aira pastinya dalam hati mana berani Aira memaki pria di depannya meskipun ganteng tapi terlihat menyeramkan juga


"kita belum berkenalan kan???" tanya pria asing


"namaku Ranvier panggil saja Ran,,,,, atau vier,,, hemm,,,,, khusus kamu harus memanggil ku bunny" ucap pria asing itu


yaa,,,,, namanya Ranvier pria ganteng, umur 28 (dua puluh delapan tahun),berkulit putih, hidung kecil tapi mancung, bertubuh proposional, dada bidang,pengusaha sukses


uhhhh,,,, wanita mana yang tidak klepek-klepek dengan pria ganteng sumber duit lagi, tapi sepertinya tidak dengan Aira justru Aira semakin takut didekati


Sikap agresif Ranvier justru membuat Aira semakin yakin jika Ranvier playboy cap marmut


Ntah terbesit dari mana julukan playboy cap marmut yang jelas karena wajah Ranvier ganteng mengemaskan tapi sayang mudah banget menggoda wanita pastinya playboy apalagi, itulah yang ada dalam benak Aira


Mendengar kata bunny membuat Aira membelalakkan matanya


"bunny,,,," gumamnya dalam hati


"Cihhhhh,,,,, bisa kepedean tingkat dewa pria di depanku ini,,, bisa-bisanya menyebut dirinya sendiri mengemaskan" ucap Aira dalam hati


"sayang,,, tidak perlu bicara dalam hati bicarakan langsung saja, aku siap kok mendengarkan perkataan mu" ucap Ranvier


seolah mengetahui apa saja yang Aira katakan dalam hati


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE, VOTE DAN KOMEN

__ADS_1


Miss you 😘😘😘😘


__ADS_2