Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
Selamat tinggal


__ADS_3

Aira masih terus menatap ponselnya, fokus bermain game


Terlalu asik bermain game membuat Aira tidak menyadari jika yang ditunggunya sudah datang


"Raaa,,,,,,,," Aldira yang sudah sampai memanggil nama Aira tapi sepertinya Aira terlalu fokis main game membuat Aira tidak menyadari sahabatnya sudah ada didekatnya


"hhhhhh,,,, aku di kacangin gara-gara game,hhh,,,,, dasar pasukan ponsel miring" gerutu Aldira


Melihat sahabatnya senyum-senyum sendiri terlintas ide di benaknya


"ahhhh,,,,, aku rekam ahhh,,,,, biar ntar Aira lihat wajahnya yang senyum-senyum sendiri sudah seperti orang agak-agak" gumamnya dalam hati


Diraih ponselnya Aldira pun merekam cukup lama


disaat Aldira merekam Aldira terkekeh melihat ekspresi Aira kadang senyum, kadang memanyunkan bibir kadang juga menggerutu sendiri membuat Aldira tidak bisa menahan gelak tawa


"kwkwkwkwkwk,,,,,,,, "suara tawa Aldira


Aira menyadari ada suara tawa begitu jelas ditelinga menghentikan gamenya


Dilirik Aira ternyata Aldira


Aldira masih tertawa memegangi perut


sedangkan Aira memicingkan mata binggung apa yang membuat Aldira tertawa


Cukup lama Aldira tertawa akhirnya


"ada apa sihh apa yang lucu,,,,, "tanya Aira


Aldira masih tertawa "hahahahaha,,,,,,,,,"


"ihhhh,,,,, udah ahhh aku pulang saja,,," disambar tasnya belum sempat pergi tangan Aira sudah dicekal Aldira


"jangan" ucap Aldira nafas masih memburu akibat tertawa terbahak-bahak


Aldira menarik nafas dalam-dalam lalu hembusan, tarik hembuskan, tarik hembuskan sampai benar-benar netral


Aira hanya memanyunkan bibirnya tidak berkata apapun terlihat jelas raut wajah kesal


Aldira yang tau betul sahabatnya sedang merajuk diraih kedua tangan Aira


"Ra,,,,, maaf sebenarnya aku menertawai mu," jawab Aldira jujur


"akuuu,,,,,?" Aira menunjuk dadanya alisnya sedikit terangkat terlihat sangat jelas raut wajah binggung


"hmmm,,,, sebenarnya aku tertawa karena ini,,,," Aldira berbicara lembut tangannya menyodorkan rekaman yang direkamnya tadi


Aira mengambil ponsel Aldira diputar Vidio tersebut, Aira menatap Vidio itu dengan tatapan aneh


Aldira was-was cemas takut sahabatnya akan marah tapi diluar dugaan Aira tidak marah hanya menyerahkan ponsel ke Aldira


Aldira memberanikan diri bertanya "hmmmm,,,, kamu tidak marah" tanya Aldira


"tidak untuk apa aku marah" ucapnya


"yakin" Aldira memastikan perkataan Aira, Aldira tidak mau ada ganjalan dihati sahabatnya itu, Aldira mau tidak ada yang ditutup-tutupi

__ADS_1


"iyaaa,,,,, kenapa sihhh"tanya Aira


"yaaa,,,, aku takut saja jika hanya karena ini persahabatan kita jadi renggang" ucapnya lirih kepalanya tertunduk


Aira justru tertawa mendengar perkataan sahabatnya, Aldira binggung dengan reaksi sahabatnya membuat Aldira bertanya


"kenapa tertawa," tanya Aldira


"kamu lucu Al,,, hanya karena hal sepele mana mungkin membuat persahabatan kita renggang, jika itu terjadi itu berarti persahabatan kita begitu lemah," sahut Aira


Aldira hanya menganggukkan-angukan kepala


"sudah lahhh ayo pesan makan, aku sudah lapar cukup lama aku menunggumu eeaaaaa,,,,,," Aira tersenyum menyeringai


"iya Zeyenkkk ayo kita pesan makan"


Pelayan sudah datang menghampiri Aira dan Aldira


"mb pesan ini dan minumnya ini,,,, kamu apa Al,,," tanya Aira


"hemmm,,, samain kamu saja"jawab Aldira


"jadi makanny dua minumnya dua yaaa Mb,,," ucapnya


Pelayan hanya tersenyum mengangguk lalu pergi menyiapkan pesanan Aira dan Aldira


Aldira terlihat mengeser-geser ponsel Aira kesal melihat sahabatnya lebih fokus dengan ponsel ketimbang dirinya


"jika kesini hanya untuk bermain ponsel lebih baik dirumah saja,,," sindir Aira


Aldira merasa Aira sedang menyindirnya, ditaruh ponselnya diatas meja ditatapnya Aira begitu dalam


Aira merasa gelagapan ditatap Aldira


"ihhh jangan menatapku seperti itu jika ada yang melihat dikira kita pasangan penyuka sesama jenis," Aira begidik ngeriii


Aldira tidak menggubris masih menatap Aira


sampai akhirnya


"mb, ini silahkan,,,,," ucap pelayan cafe


Menyadari pelayan cafe datang Aldira sudah tidak menatap Aira lagi


"hhhhh,,,,,,,,,,,,," Aira mendengus


Pelayan melihat kedua wanita dihadapannya geleng-geleng kepala


Aira dan Aldila makan begitu lahap


************************


Sedangkan ditempat Bryan


Bryan masih berada dihotel, Bryan masih Engan pulang, rambut acak-acakan, badan bau entah sudah berapa hari Bryan tidak mandi


Benar-benar terlihat menyediakan meskipun begitu ketampanannya masih terlihat jelas

__ADS_1


...Bryan duduk terkulai lemas dilantai memegangi kedua lututnya mengingat Aira wanita paling dicintai menikah didepan mata kepala membuat Bryan menangis sesenggukan...


Disela-sela tangisan teringat juga kenangan indah bersama Aira membuat Bryan tersenyum sendiri


Seperti terganggu mentalnya kadang senyum sendiri kadang juga tiba-tiba menangis


Tapi yaa,,,, hati mana yang kuat melihat orang yang dicintai menikah dengan orang lain


Kejadian ini membuat Bryan begitu terpukul


Bryan teringat saat pertama menyatakan cintanya cukup romantis meskipun sederhana


Bryan memberikan bungga mawar merah yang Bryan petik dari kebun orang tak dikenal


Jangan ditiru yaa,,,, besti memetik bukan hak milik apalagi tidak meminta terlebih dahulu,, itu perbuatan buruk, jangan ditiru yaaa,,,, bestii


sepulang sekolah Bryan menyatakan cintanya, bungga itu diterima Aira sumringah, Aira mencium bungga tersebut dengan mata terpejam sudut bibirnya terangkat tersenyum kecil


Ahhhh,,,,, siapa saja pasti mlelehhh,,,,,


Bryan juga teringat sepulang sekolah melewati sebuah rumah dirumah itu ada anjing cukup besar, anjing itu menggonggong mengejar Aira dan Bryan, mereka berdua lari kocar kacir


Sampai Bryan dan Aira memanjat pohon menghindari anjing itu, setelah dirasa anjing sudah pergi Bryan turun terlebih dahulu dilanjutkan Aira turun terakhir


Disaat Aira turun kaki Aira tergores batang kayu yang cukup runcing, membuat kaki Aira terluka


Bryan dengan sigap mencari warung terdekat membeli plester


Uluhhhh,,,,,,Uluhhhh,,,,,, romantis banget yaaa bestiii


Teringat juga kenangan disaat jam istirahat makan bekel,mereka berdua sering bertukar lauk, terkadang Aira lupa membawa bekel dengan sigap Bryan memberikan bekelnya untuk Aira


Bryan begitu mencintai Aira sampai rela kelaparan asal jangan Aira yang kelaparan


utututututututu, bikin mleyotttt, tapi sangat disayangkan meskipun mereka berdua sama-sama mencintai takdir tidak berpihak membuat mereka berjodoh


Bryan berdiri dengan langkah pelan tapi pasti menuju balkon,mata Bryan tidak henti-hentinya menagis


Sungguh menyedihkan nasibmu Bryan,,,,,


Bryan sudah sampai di balkon hotel lantai 8 disana Bryan menatap pemandangan yang sebenarnya begitu indah tapi bagi laki-laki yang sedang patah hati ini sama sekali tidak indah


Bryan memejamkan mata merasakan hembusan angin fikiranya masih melayang mengingat masa -masa indah bersama Aira sang pujaan hati


Bryan mengingat kata-kata yang pernah Bryan ucapkan didepan Aira jika hati dan tubuh Bryan hanya untuk Aira jika Bryan tidak bisa bersama Aira lebih baik mati saja


Disaat Bryan mengatakan semua itu Aira menutup mulut Bryan


"hhhhhhhhh,,,,,,,, kenapa kamu tega Raaa,,,,,," Bryann teriak sekencang-kencangnya


Tangisnya semakin terisak


"Lebih baik aku tidak hidup di dunia ini, untuk apa aku hidup aaaa,,,,,,, ku,,,,, tidak akan kuat melihatmu bersama orang lain, lebih baik aku pergi selamanya dari dunia ini" suaranya terdengar lirih


Air matanya masih terus menetes tanpa henti


Bryan merentangkan kedua tangan dipingir balkon

__ADS_1


"maaf ma, pa Bryan pergi, Bryan tidak sanggup menghadapi kejamnya hidup ini" kata-kata terakhir yang terucap


Dan akhirnya "Aaaakkkkaaaaaahhhhhh"


__ADS_2