
Aldira tidak menghentikan kendaraannya, Aldira binggung mengapa Aira menyuruhnya berhenti
Aldira takut Aira marah tapi Aira marah karena apa itulah yang terbesit di kepalanya
"Al berhenti,,,,,,,,,,, atau aku loncat nihh,,,,," ucap Aira yang geram karena Aldira tidak menghentikan kendaraannya
"Citttttttt,,,,,,,,,,,,,,," Aldira mengerem mendadak
"Akhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,," teriakan Aira karena kepalanya kepentok kepala Aldira
"ihhhhhhh,,,,,,,,,,," ucap Aira sedangkan tangannya memukul lengan Aldira
Aira segera turun dari kendaraan Aldira sambil menggerutu bergumam tidak jelas
Aldira pun menepikan kendaraannya
Aldira bingung bertanya-tanya mengapa Aira menyuruhnya menghentikan kendaraan di sisi lain Aldira juga khawatir Aira ngambek
"Raa,,,,,,,, apa aku ada salah,,,,,,,,,," tanya Aldira
Bukannya menjawab pertanyaan Aldira Aira justru berucap perihal yang lain
"hissss,,,,,,,,,, disuruh berhenti ngak berhenti,,,,,," ucapnya terlihat begitu kesal
"Al,,,,,,, aku mau foto dulu disana yaa,,,,,,," ucap Aira tangannya menunjuk ke arah rel kereta api
Aldira mengikuti arah telunjuk tangan Aira
Aldira yang melihat arah yang ditunjuk sahabatnya yaitu rel kereta api mengerutkan dahinya
" foto disana,,,,,, hhhhhh,,,,,,,,,, pemandangannya biasa saja yang mau di foto apaan,,," tanya Aldira
"mau foto sama kereta Al,,,, aku pernah liat di sosmed ada orang foto di dekat rel kereta terus belakangnya kereta lewat gitu Al,,,,,,,,,bagus hasilnya,,,,,,,,," ucap Aira memasang wajah lugu matanya berbinar sudah seperti anak kecil minta di belikan kinder Joy
Aira menghela nafas panjang
"hhhhhhh,,,,,,,,,,,,, punya teman norak banget sihhh,,,, aku liat dari sorot matamu terlihat begitu takjub jangan-jangan kamu belum pernah melihat kereta secara langsung yaaa,,,,,," tebak Aldira sedikit menggoda Aira
Aira tersenyum malu
"hehehehehehe,,,,,,,,,, iya,,,,, " jawabnya lirih
yaaa,,,,,,,,, Aira sejak kecil jarang keluar rumah apalagi holiday, di tinggalkan ibunya sejak kecil ayahnya sibuk mengurus bisnis membuat Aira jarang keluar rumah aktivitasnya hanya di rumah bermain bersama pembantu rumah tangga kalau keluar rumah itu pun hanya di taman belakang rumah ataupun halaman rumah
Bahkan anak tetanggany pun Aira tidak mengenalnya karena ayah Aira yang over protektif takut anaknya kenapa-napa apalagi dalam dunia bisnis banyak yang iri terhadap keberhasilannya membuat ayah Aira melarang putrinya keluar rumah takut sesuatu hal buruk terjadi kepada putri satu-satunya
"Ayo kesana Al,,,,,, kita Selfi dulu, nanti diupload ke sosial media" ucap Aira menarik tangan Aldira sahabatnya
Aldira menepis tangan Aira
"kamu sendiri sana, kamu Selfi sendiri aku mau telfon ayang beb ku, hubby ku,,,,,,," Aldira berkata sorot matanya berbinar
Mendengar kata ayang beb hubby membuat Aira memicingkan matanya menatap Aldira
berfikir negative
__ADS_1
"maksud ku suamiku, misua ku,,,,, " ucap Aldira seolah mengerti arti tatapan mata Aira
"owhhh,,,,,,,,," jawab Aira singkat
Aldira sudah sibuk dengan gawainya terlihat berbincang-bincang dengan misuanya dari balik ponsel
Aira pun melangkahkan kakinya menuju rel kereta api sebelum sampai
"hati-hati Raa,,,,,,, bahaya,,,,,,,,,,,,," teriak Aldira agar Aira mendengarnya
"yaa,,,,,,,,,,," sahut Aira
Aira menggerutu Aira tau betul mana berbahaya mana tidak lagi pula Aira sudah dewasa tapi merasa seperti anak kecil saja ini dilarang itu dilarang , itulah gumamnya dalam hati
Jangan ditiru yaaa,,,,, bestiii,,,,,, meskipun di tepian tapi tetap saja berbahaya membahayakan keselamatan lebih baik mencegah daripada mengobati
Aira sudah sampai di rel kereta api sambil menunggu kereta lewat Aira mengeser-geser ponsel
Dan yang ditunggu pun terlihat Aira mencoba mendekat semakin mendekat ke arah rel berharap hasilnya akan bagus
Disaat akan membidik foto
"Akhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,," teriak Aira
Aira menutup matanya
Kesadarannya menghilang persekian detik, Aira sempat mengira Aira sudah tiada
Aira membuka matanya perlahan pertama yang Aira lihat wajah cwo ganteng
"Apa ini yang dinamakan pangeran di surga,,,,," gumamnya dalam hati Aira masih mengngira sudah tiada
Pria ganteng itu pun melepaskan pelukannya
"Brukkk,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,," tubuh Aira terhempas ke tanah
"Awwww,,,,,,,,,,,,,,,,," Aira meringis kesakitan karena pantatnya terkenal batu-batu kerikil yang lumayan besar
"jadi ini bukan mimpi,,,,,," gumamnya
Aira mencubit pipinya sendiri
"Awwwww,,,,,,,,,,,," Aira merasa kesakitan akibat cubitannya sendiri
Aira jadi menyadari bila dirinya masih hidup Aira merutuki kebodohannya sendiri karena sempat berpikir sudah tinggal nama
Pria itu tersenyum melihat tingkah konyol Aira yang bergumam sendiri, apalagi wajah lugunya ingin sekali mencubit pipinya
Tapi ia tahan bagaimana pun wanita di depannya wanita asing
"Sini,,,,,,,,,,aku bantu,,,,,,,,,," ucap pria itu mengulurkan tangannya berusaha membantu Aira yang jatuh
"tidak usah aku bisa sendiri,,,," ucapnya bibirnya komat Kamit wajah masam lebih masam dari belimbing wuluh
Pria itu masih menatap Aira entah apa yang ada dibenaknya
__ADS_1
Disaat Aira akan berdiri kaki Aira tergelincir
"Akhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,," ucapnya
Pria itu yang melihat Aira akan jatuh langsung menangkap tubuh Aira
Aira berada dalam pelukan pria asing tersebut
Wajah Aira dan pria asing itu begitu dekat tatapan mata begitu intens bahkan hembusan nafas terdengar juga terasa di pori-pori kulit
Deggggg,,,,,,,,,,,Deggg,,,,,,,,,,,Deggg,,,,,,,,,,,,,
Jantung pria asing itu berdegug kencang secara mau copot
"ada apa denganku, kenapa jantungku berdegup begitu kencang, sepertinya setelah ini aku harus pergi periksa ke dokter" ucap pria asing tersebut dalam hatinya
Aira merasa risih dipeluk pria asing apalagi dengan posisi yang begitu intens, bahkan bertahun-tahun berpacaran dengan Bryan Aira tidak pernah dipeluk begitu mesra seperti saat ini
"Lepaskan,,,,,,,,,,," ucap Aira
Tapi pria asing itu masih diam saja tanpa melepaskan pelukannya sepertinya tidak mendengar perkataan Aira
"Lepaskan,,,,,,,,,,," ucap Aira lagi
Mendengar kata lepaskan pria asing tersebut langsung melepaskan tanpa aba-aba
"Brukkkk,,,,,,,,,,,,,,,,,,,," Aira terjatuh lagi tubuhnya terhempas ke tanah dan yang pertama mendarat bokongnya
"Awwwww,,,,,,,,,,,," Aira meringis kesakitan memegangi pinggang yang terasa encok
Aira segera berdiri bangkit membuang rasa sakit yang saat ini Aira inginkan ialah memarahi pria asing itu karena telah membuat tubuhnya serasa remuk
"hehhhh,,,,,,,,,, apa-apaan sihhh,,,,,,, anda siapa,,, datang-datang main tarik-menarik saja,,,,,"begitu banyak pertanyaan yang Aira lontarkan dari raut wajah terlihat Aira begitu marah
"bahkan saat marah pun terlihat begitu menggemaskan,,,,," gumam pria asing tersebut pastinya dalam hati
Aira yang melihat pria dihadapannya diam saja justru menatap Aira tanpa berkedip
membuat Aira semakin geram dan
"Brukkkk,,,,,,,,,,,," Aira memukul lengan pria asing tersebut
Mendapat pukulan di lengan pria asing itu tersadar dari lamunannya soal pukulan Aira tidak terasa sakit sama sekali justru merasa pukulan mesra
"hemmm,,,,,,,,, " pria asing itu berdehem melangkahkan kakinya mendekat ke arah Aira sedikit membungkuk agar wajahnya mendekat ke wajah Aira
yaa,,,,,,,, Aira hanya sepundak pria asing tersebut membuat pria asing tersebut sedikit membungkuk agar tatapan matanya bertemu mata indah nan lentik milik wanita cantik dihadapannya
Deggggg,,,,,,,,,,,
Jantung pria asing itu masih berdetak begitu kencang serasa mau copot dari tempatnya
Jangan lupa like, vote, komen,
Plissss tinggalkan jejak,,,,,, yang ngelike karya author dikit banget kadang author mikir apa tidak ada yang baca karya author yaaa,,,,,, atau jangan-jangan karya author buruk,,,,,,, jika buruk mohon kritik dan saran agar author bisa membenahi dan berusaha membuat karya yang lebih baik lagi
__ADS_1
Maaf autor baru pemula tapi author akan berusaha lebihhh dan lebih baik lagi