Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
Malu apa malu-maluin


__ADS_3

Aira cukup lama berdiri di depan pintu rumah Mila


Ada rasa malu di hati Aira, karena tidak membawa buah tangan apapun untuk sahabatnya yang baru saja pulang dari rumah sakit


Cukup lama Aira menimang antara masuk atau tidak akhirnya Aira memutuskan memilih masuk anggap saja urat malunya sudah hilang, begitulah yang ada di benak Aira


Disaat Aira hendak mengetuk pintu


"cekkkleeekkkkkk,,,,,,,,," suara pintu terbuka membuat Aira sedikit terkejut


Dugggg,,,,,,Duggg,,,,,,,Duggg,,,,,,,,,,,,, suara jantung Aira berdegug kencang


Bukan karena cinta lho yaa tapi karena terkejut, tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat di seberang pintu pria dewasa tapi cukup tampan berdiri dengan pakaian yang stylish


Pria itu bernama Vian kakak Mila


Pria itu sebenarnya juga cukup terkejut melihat wanita berdiri di seberang pintu tapi Vian cukup pintar menutupi rasa terkejutnya, berbeda dengan Aira yang terlihat begitu jelas dari raut wajahnya


"hemmmm,,,,,,," Vian berdehem


Sedangkan Aira menarik nafas panjang lalu mengeluarkan dengan kasar


"Siapa yaaa,,,,,,," tanya Vian menyipitkan matanya


"hemm,,,,, a,,,,,,ku,,,,,, Aira, sahabat Mila" ucap Aira meremas ujung bajunya sedikit takut karena pria dihadapannya terlihat judes,galak meskipun wajahnya sedikit tampan


Yaaa,,,,, meskipun Aira sering datang ke rumah Mila tapi baru kali ini Aira bertemu Vian, karena Vian dari dulu sibuk kuliah setelah selesai kuliah Vian juga sibuk bekerja


Aira sudah sejak lama mengetahui jika Mila punya kakak tapi bertemu dengan kakak dari sahabatnya yaaa,,,,,, baru kali ini


"Silahkan masuk" ucap Vian selesai mengatakan itu Vian berjalan melewati Aira begitu saja menuju parkiran menuju mobilnya


Vian terlihat pergi menggunakan mobilnya sedangkan Aira menatap Vian sejak tadi bahkan sampai mobilnya benar-benar tak terlihat


"hhhhhh,,,,,, tidak sopan, main pergi begitu saja, untung kakak sahabatku kalau tidak sudah pasti hihh,,,,,,,,,," Aira mengepalkan satu tangannya begitu kesal dengan sikap Vian


"lebih baik aku segera masuk" gumam Aira lirih yang menyadari rasa kesalnya tidak ada gunanya karena orangnya sudah pergi


Aira pun masuk dan membiarkan pintu rumah Mila terbuka lebar


Untung saja rumah Mila di perumahan dan tetangga Mila tidak ada yang memelihara ayam coba kalau ada yang memelihara Ayam dan tidak dikurang, melihat pintu terbuka sudah pasti para ayam berjoget ria


Disaat Aira melangkahkan kakinya sekitar lima langkah dari pintu Aira melihat ibunya Mila berjalan ke arah dapur


"Tante,,,,,," panggil Aira bersemangat

__ADS_1


Ibu Mila yang mendengar suara seseorang memanggilnya menoleh ke arah suara,


terlihat Aira lahh yang memanggilnya


Melihat ibunya Mila menoleh ke arahnya Aira menuju ke arah ibunya Mila sedikit berlari


Secepat kilat Aira sudah sampai dan tanpa membuang waktu Aira langsung memeluk tubuh Ina ibunya Mila


Aira sudah menganggap Tante Ina seperti ibunya sendiri, sedangkan Ibu Ina yang tau jika Aira yatim piatu membuat Ibu Ina tidak keberatan jika Aira menganggap Ibu Ina sebagai ibunya


Ibu Ina membalas pelukan Aira


"Bu,,,,,,," ucap Aira sedikit berbisik ditelinga ibu Ina dan mereka masih saling berpelukan


Ibu Ina melepaskan pelukan Aira dan menatap wajah Aira


"hmmmm,,,,,, ada apa sayang" tanya ibu Ina dengan suara keibuannya yang begitu lembut selembut kue brownies buatan author


hehehehe,,,,,,, ada yaa,,, memuji diri sendiri, sudah lahh lanjut kisah Aira lagi


"hmmm,,,,, Bu lapar,,,,," ucap Aira begitu manja sedangkan tangannya mengelus perutnya


Ibu Ina menghela nafas panjang, tadinya ibu Ina berfikir setelah beberapa bulan tidak bertemu Ibu Ina berfikir Aira akan mengatakan rindu atau kangen tapi kenyataannya hal pertama yang Aira katakan justru lapar


"ambil saja sendiri disana, bukankah biasanya mengambil sendiri, sudah lahh angap saja rumah sendiri" ucap ibu Ina panjang lebar yang merasa heran dengan Aira, padahal biasanya tanpa meminta izin Aira mengambil piring sendiri makan sendiri tanpa sungkan


"hmmmm,,,,,,,, tapi Aira mau ketemu Mila dulu dehh Bu nanti baru makan" ucap Aira


...Sebenarnya Aira sudah lapar sejak tadi cacing di perutnya sudah demo tapi mau bagaimana lagi sudah datang tidak membawa buah tangan jika ditambah datang-datang main makan bisa nambah malu, mau ditaruh dimana muka Aira, begitulah yang ada dibenak Aira...


"yaa sudah, kalau lapar tinggal makan ambil sendiri jangan malu" ucap ibu Ina setelah itu pergi menuju arah dapur


"tidak malu Bu, justru memalukan" ucap Aira pastinya dalam hati sedangkan fikiranya memikirkan tingkahnya yang terkadang bar-bar juga b*go suka bikin malu


Aira berjalan menyeret kakinya menuju kamar Mila sedikit lemas mungkin karena belum makan dari pagi


Terlihat pintu kamar Mila terbuka dan terdengar suara seseorang sedang mengobrol


Aira yang sudah sampai di ambang pintu kamar Mila masih berdiri mematung


Aira masih malu memikirkan bertamu ke rumah orang tapi tidak membawa apapun


"Awwwww,,,,,,,, sakit" Mila meringis kesakitan


suaranya juga dapat didengar Aira yang masih berdiri diambang pintu

__ADS_1


"makanya, naik motor hati-hati" ucap Aldira


"jatuh ke aspal tak seindah jatuh cinta" sambung Aldira lagi menasehati sahabatnya yang ketika naik motor suka ngebut


Mila menggerutu suaranya tidak jelas dalam hatinya juga menggerutu kesal karena Aldira sama saja seperti ibunya menyalahkan dirinya


Padahal Mila jatuh bukan karena ngebut tapi karena ada emak-emak belok tanpa menyalakan sein membuat Mila kaget dan akhirnya terjatuh


Mila sudah menjelaskan kepada ibu dan Aldira kejadian yang sesungguhnya tapi tetap saja di mata mereka Mila naik motornya ngebut


Mila males meladeni Aldira yang masih terus mengoceh menasehatinya karena mau bicara seperti apapun tetap saja Mila lahh yang salah di mata mereka


Aldira yang tak hentinya menasehati tapi justru kerongkongan Mila yang kering membuat Mila mengambil air minum yang tersedia diatas nakas


Disaat Mila mengambil air minum, Mila melihat sahabatnya Aira berdiri diambang pintu


"Raa,,,,, masuk" ucap Mila


Tetapi Aira tak bergeming masih berdiri mematung di ambang pintu


"kenapa berdiri saja di sana, ayo masuk" ucapnya lagi yang melihat tidak ada respon apapun dari Aira


Aldira yang gemas karena Aira masih saja berdiri di ambang pintu padahal sudah beberapa kali di panggil


Membuat Aldira beranjak dari ranjang tempat tidur Mila, memang saat itu Aldira sedang duduk ditepi ranjang


Aldira mengengam erat tangan Aira menyeret tangan Aira mengajaknya masuk ke kamar Mila


Sedangkan Aira yang ditarik tangannya diam saja membisu, menurut mengekor dibelakang Aldira


Setelah Aldira dan Aira sampai di dekat Mila yang sedang duduk di atas ranjang


"duduk" ucap Aldira tegas menyuruh Aira duduk


Aira pun menuruti perintah Aldira duduk ditepi ranjang milik Mila, sedangkan tubuhnya terkulai lemas tidak punya tenaga mungkin karena tidak makan dari pagi sampai siang bahkan waktu sudah menjelang sore


Sudah seperti orang puasa aja yaa,,,, bestii, pagi,siang,sore tidak makan, atau malah seperti orang yang tidak punya uang sepeserpun sampai kelaparan


Sudah dulu yaa bestii kuhh,,,,,,


Jangan lupa TINGGALKAN JEJAK


LIKE,VOTE, dan KOMEN


JEMPOLMU PENYEMANGAT AUTHOR

__ADS_1


Miss you 😘😘😘😘


__ADS_2