
Aira mengeliat cahaya sang Surya menelisik melalui celah-celah kecil mengganggu retina matanya
Aira mengucek mata yang sangat terasa engan di ajak membuka
Dilirik jam yang ada di dinding, betapa terkejutnya Aira jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, Aira bahkan belum melaksanakan kewajiban seorang umat muslim
Sedangkan masuk kerja pukul setengah delapan itu artinya Aira hanya punya waktu satu jam
Aira langsung bangun tidak membuang-buang waktu di sambar handuk sedikit berlari ke kamar mandi
Aira sudah selesai dengan ritual mandinya sudah pula berganti pakaian kalau untuk makeup Aira tidak biasa berdandan jadi natural saja
Aira melirik jam yang ada dipergelangan tangan jam menunjukkan pukul tujuh pagi itu artinya masih ada waktu stengah jam
Aira bergegas ke luar dari kamar disambar tas selempang yang ada di nakas
Aira melangkahkan kakinya tergesa disaat melewati meja makan terlihat semua keluarga sedang sarapan pagi termasuk suaminya
Aira hanya melirik
"Raaa,,,,,,, sarapan dulu,,,,," ucap ibu Mini yang melihat Aira berjalan cepat
Aira menghentikan langkah menoleh ke belakang, Aira sangat menghormati orang yang lebih tua mana mungkin berbicara tanpa menatap bagi Aira itu tidak sopan
"hmmmm,,,,,, Aira sudah telat bu,,,, ini sudah jam tujuh nanti Aira sarapan ditempat kerja saja" ucapnya sambil melirik jam tangannya
Aira melangkahkan kakinya lagi tidak menunggu sahutan ibunya
"Raaa,,,,,, biar di antar suamimu,,,,,,," teriak ibu Mini agar Aira mendengar perkataannya
Aira memang sudah melangkah menjauh meninggalkan ruang makan tapi Aira masih bisa mendengar ucapan ibunya
"hhhhhhh,,,,,,,,,,,,, kalau insiatif sii Dodot sendiri yang ingin mengantarkan ku pasti dengan senang hati akan aku terima,,,,,, tapi kalau ibu yang menyuruhnya aku tidak akan mau di antar,,,,,,,," menggerutu sambil berjalan
Aira sudah sampai di jalan raya menunggu angkutan lewat, cukup lama Aira menunggu dilirik jam tangan yang ada ditangannya sudah menunjukkan pukul tujuh lebih dua puluh menit
"Astaga alamakkk,,,,,,, telat,,,,,,," Aira menggerutu menghentak-hentakkan kakinya sorot matanya tidak lepas mengamati angkutan lewat namun nyatanya hanya mobil pribadi yang terlihat hendak melintas
Cukup lama Aira menunggu dan akhirnya yang ditunggu pun lewat, Aira melambaikan tangan berusaha menghentikan angkutan
Angkutan pun berhenti tapi sayangnya penuh mengharuskan Aira bergelantungan sudah seperti kondektur saja
Aira akhirnya sampai di tempat kerja badannya terasa ukup pegal-pegal akibat bergelantungan tadi
Aira melangkah tergesa-gesa jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih empat puluh lima menit itu artinya Aira telat sepuluh menit
Aira masuk swalayan menuju ruang khusus karyawan hendak meletakkan tasnya
yaaa,,,,, Aira dan Aldira Bekerja disebuah swalayan karena mereka berdua hanya lulusan Sekolah Menengah Atas
__ADS_1
Teman kerja Aira yang melihat Aira sudah masuk kerja berbisik-bisik satu dengan yang lainnya sedangkan Aira hanya menatap saja lalu berlalu melewati mereka
Aira mencoba positif tingking berfikir temanya tidak membicarakannya
Sebelum Aira meletakkan tas Aira di panggil atasannya
"Aira kesini,,,,,," ucap atasan Aira
Aira yang dipanggil namanya menoleh melihat siapa yang memanggil namanya
Deggg,,,,,
Jantung Aira berdegug kencang yang memanggil Aira atasannya,
"mampus pasti bakalan di marahin karena tadi aku telat,,,," gumamnya dalam hati
Aira yang dipanggil namanya sedikit berlari menuju atasannya yang memanggil namanya
"keruangan saya,,,,,," kata atasan Aira
Setelah mengatakan itu atasan Aira pergi menuju ruang kerjanya
"hahhhhh,,,,,,,,, kenapa pakai acara dipanggil ke ruang kerjanya sihhhh,,,,,apa yang akan dibicarakan,,,,,,,," gerutu Aira
Aira segera mengikuti atasannya yang sudah agak jauh
Setelah sampai di ruang kerja atasannya Aira mengetuk pintu
"maassukk,,,,,,," suara seseorang terdengar dari balik pintu
Suara siapa lagi kalau bukan atasan Aira
Aira segera masuk membuka pintu terlihat atasannya sedang duduk di kursi kebesarannya
Aira menunduk, tubuhnya gemetar bagaimana tidak, Aira sudah bekerja sekitar dua tahun di swalayan tersebut baru kali ini Aira terlambat
Aira sangat takut,,, Aira faham betul hukum apa yang akan diterima karyawan yang terlambat yaitu potong gaji dan membersihkan kamar mandi
"kamu tau mengapa kamu dipanggil kesini,,,,," tanya atasan Aira
Aira masih menunduk tubuhnya gemetar lidahnya terasa kelu tidak mampu menjawab pertanyaan atasannya
"kamu tau apa salah mu,,,,,,," tanya atasan Aira lagi
Dan Aira masih diam menunduk ditempat tidak menjawab pertanyaan atasannya
Melihat Aira yang diam saja membuat atasan Aira geram
"Brakkkkk,,,,,,,,," atasan Aira memukul meja
__ADS_1
Aira kaget memegangi dadanya tubuhnya semakin bergetar bibirnya juga bergetar
"jawabbb,,,,,,," teriak atasan Aira
Aira yang faham atasannya marah karena Aira yang diam saja mencoba menarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan setelah sedikit lega Aira menjawab
"maaf,,,,,, sa,,,,,,lahhh,,, sa,,,,,ya,,,,, ter,,,,,lam,,,,,bat,,,," suara Aira terbata-bata meskipun berusaha tenang tetap saja rasa takut gugup masih dirasakan Aira
Atasan Aira tersenyum menyeringai melihat gugupnya Aira
"kalau sudah tau apa salahmu,,, kamu juga tau kan apa hukuman bagi karyawan yang terlambat,,,,, jangan bilang kamu tidak tau,,,,," ucap atasan Aira kali ini sedikit lembut tidak seperti tadi
Aira menganguk-angukkan kepala menandakan iyaaa Aira sangat mengerti hukuman apa yang akan diterima karyawan yang tidak tepat waktu
"jangan ulangii lagiii,,,,, silahkan keluar kerjakan pekerjaan mu dan jangan lupa hukuman mu,,,,," ucap atasan Aira
Aira yang mendengar ucapan atasannya tidak menyia-nyiakan kesempatan secepat kilat pergi dari ruangan atasannya, bagi Aira ruangan tersebut mengerikan membuatnya tegang, gugup, gemetar
Aira sudah berada diluar ruangan atasannya menghembuskan nafas lega
"hhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,, selamat,,,,,,selamat,,,,, kirain mau diapain,,,,,,," bergumam sendiri
Aldira yang melihat Aira baru saja keluar dari ruangan boss menghampiri Aira
Aldira mendengar sahabatnya bergumam sendiri menepuk pundak Aira
Aira yang sedang bergumam sendiri kaget ada yang menepuk
"Assssss,,,,,,,,,,,,,,,,,," Aira melompat manatap wajah seseorang yang menepuknya Aira mengambil posisi menyerang seperti hendak kungfu
Bukannya takut Aldira justru tertawa terbahak bahak melihat mode siaga Aira apalagi raut wajahnya bukanya mengerikan justru sangat lucu
"hahahahahahahahah,,,,,,,,,,"Aldira tertawa tapi langsung menutup mulutnya Aldira ingat disebelahnya ruangan boss
"haduhhh,,,,,, nihhh mulut ketawa tidak tau tempat,,,,,, harus cepat pergi nihhh,,,,,sebelum bos melihat aku yang tertawa kalau tidak bisa alamakkkkk,,,,, " Aldira merutuki dirinya sendiri
Aldira menarik tangan Aira menjauh dari ruangan boss, sebelum bos melihat, dan Aira yang ditarik tangannya hanya diam saja menurut berjalan mengekor dibelakang Aldira
Setelah dirasa jauh dari ruangan sii boss Aldira hendak bertanya
"meee,,,,,,,,,,," ucapnya mengantung belum sempat menyelesaikan ucapannya Noni teman kerja Aira dan Aldira sudah memotong ucapan Aldira
"kerja,,, jangan bergosip mulu,,,," Noni berucap sambil berjalan melewati Aira dan Aldira
"siapa yang bergosip,, hhhhiiiidiiihhhhhh,,,,,," sahut Aldira tapi Noni sudah berjalan menjauh tidak akan mendengar sahutan Aldira
Aira yang merasa perkataan Noni ada benarnya
"benar kata Noni Al,,,,,,, kalau mau ngobrol
__ADS_1
atau menanyakan sesuatu nanti saja kalau sudah jam istirahat,,, aku kerja dulu ke bagian ku,,,,," ucap Aira pergi meninggalkan sahabatnya