Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
fans


__ADS_3

Aira dan Aldira masih berbincang di kamar Mila


Sedangkan pemilik kamar sibuk membalas pesan pacarnya


"Raa,,,,, bolehkan aku minta tolong" ucap Aldira dengan sorot mata berbinar seperti bocil ketika meminta kinder Joy kepada emaknya di depan meja kasir


Melihat gelagat Aldira yang cukup aneh sebenarnya Aira ingin menolak tapi melihat sorot mata Aldira yang berbinar membuat Aira tidak tega


"minta tolong apa????" tanya Aira sedikit malas


"tolong bilang ke saudaramu yang di Spanyol itu, jika bertemu Marc Marquez tolong minta tanda tangan, dan tolong minta foto dan bilang juga fans dari Indonesia yang memintanya" ucap Aldira panjang lebar


Aira memutar bola matanya jengah dari tadi menanyakan saudara yang di Spanyol hanya untuk itu


"Marc Marquez siapa dia,,, ????? artis atau siapa kok minta tanda tangan segala" ucap Aira terlihat berfikir sedangkan tangannya menggaruk kepala yang sama sekali tidak gatal


Mendengar Aira yang tidak mengenal Marc Marquez membuat Aldira menghembuskan nafas kasar, tapi karena Aldira ingin mendapatkan tanda tangan dari sang idola, Aldira akhirnya menjelaskan


"Marc Marquez itu pembalap Moto GP terkenal, sudah beberapa kali menjadi juara dunia, lahir tahun 1993 dan tinggi badan" ucap Aldira menggantung karena Aira berbicara


"Sepertinya kamu begitu mengidolakan, sampai tinggi badan pun tau, tidak sekalian ukuran sepatu, ukuran baju" ucap Aira yang heran dengan sahabatnya


"heheheheh,,,,,," Aldira hanya tertawa kecil


"aku penasaran Al awal mula kamu bisa mengidolakan para pembalap" ucap Aira yang sejak lama ingin menanyakan


Aldira tidak menjawab terlihat sedang berfikir tapi raut wajahnya dari ceria berubah jadi datar, entah apa yang ada di benak Aldira


"hmmm,,,,, gimana Raa,,,, mau kan bicara ke saudaramu agar mau meminta tanda tangan untukku,,???" ucap Aldira yang pantang menyerah


Aira menghela nafas panjang


"karena kamu sahabatku, aku akan bicara ke kak Monika tapi tidak mungkin kan aku menyuruh kak Monika mencari rumah idolamu itu, lagi pula pasti rumah idolamu itu ada penjaganya, tidak mungkin orang asing bisa bertamu" ucap Aira berfikir logis seperti rumah artis terkenal di Indonesia


Mendengar Aira berkata panjang lebar Aldira menghela nafas panjang lalu mengeluarkan dengan kasar


Memang Aldira menginginkan tanda tangan juga foto sang idola tapi tidak harus kerumahnya juga, Aldira juga bisa berfikir pasti saudara Aira juga mempunyai kesibukan juga di sana


"Raa,,,,, maksud ku jika saudaramu itu ke Mall atau ke tempat rekreasi atau kemana gitu dan tidak sengaja bertemu idolaku mintakan foto dan juga tanda tangan" ucap Aldira lembut


selembut gula kapas warna warni


Aira tidak menjawab hanya saja mulutnya membentuk huruf O mengerti yang di maksud Aldira sahabatnya


"ehemmmm,,,,, ehemmmm,,,,," Mila berdehem

__ADS_1


Aira dan Aldira yang mendengar suara seseorang berdehem menoleh ke arah asal suara


"kesini mau ngapain sebenarnya, malah ngobrol sendiri aku di cuekin" ucap Mila memalingkan wajahnya sedangkan bibirnya manyun seperti sedang merajuk


Aira dan Aldira melihat sahabatnya Mila merajuk merasa bersalah, padahal niat mereka datang untuk menjenguk Mila menyemangati Mila, tapi malah sibuk mengobrol berdua sii punya rumah dicuekin


Aldira mendekati Mila satu tangannya memegang pundak Mila sedangkan wajah Aldira memandang wajah Mila sahabatnya


Ketika Aldira memandang wajah sahabatnya Aldira sedikit bingung karena Mila mengedipkan sebelah matanya setelah itu bola matanya melirik arah Aira


Awalnya Aldira bingung tapi akhirnya Aldira faham, Mila hanya pura-pura merajuk dan sekarang ingin mengerjai Aira karena diantara mereka bertiga Aira lahh yang sering di kerjain juga terkadang di bully


"Lepaskan" Mila menghempaskan tangan Aldira yang memegang pundaknya nada bicaranya kasar seolah benar-benar sedang merajuk


Aldira pun mengikuti alur sekenario yang Mila buat, karena Aldira sudah tau Mila hanya pura-pura merajuk


"Mil,,,,, maaf,,,,," ucap Aldira selembut mungkin, berusaha semenyesal mungkin


Aira yang melihat Mila merajuk semakin bingung juga panik bagaimana caranya meminta maaf


Aira mendekat ke arah Mila dan Aldira


Setelah duduk di dekat Mila Aira menyentuh tangan Mila


"Mil,,,, maafin kita,,,," ucap Aira memohon agar Mila mau memaafkan kesalahan Aira dan Aldira


Melihat sorot mata Mila yang tajam membuat tubuh Aira gemetar, Aira pun menundukkan wajahnya


"maaf,,,," ucapnya lirih, bibirnya bergetar dan tak terasa air matanya lolos begitu saja


Aldira dan Mila yang melihat air mata Aira lolos begitu saja membuat Aldira dan Mila merasa bersalah


Aldira dan Mila tidak menyangka, juga tidak menduga jika kejahilan mereka akan membuat Aira menangis


"maaf Raa,,,," Mila memeluk Aira yang sedang menangis


Aira pun membalas pelukan Mila sedangkan satu tangannya menyeka air matanya yang berjatuhan, Aira sedikit bingung mengapa Mila meminta maaf bukannya dirinya yang salah, begitulah yang ada di benak Aira


Beberapa menit kemudian Mila melepaskan pelukannya


Aldira pun mendekat dan duduk di dekat Aira


"Raa,,,,, maaf kami mengerjaimu " ucap Aldira


Aira diam tidak menjawab tapi terlihat binggung

__ADS_1


Mila melihat sahabatnya binggung mencoba menjelaskan


"Raa,,,, aku tidak marah kok tadi aku hanya pura-pura merajuk untuk mengerjaimu" ucap Mila


"ini semua ide ku untuk mengerjaimu, Aldira hanya mengikuti sekenario yang aku buat, aku tidak menyangka jika ini semua membuatmu menangis,aku minta maaf" ucap Mila menundukkan kepala merasa bersalah


Aira tersenyum lalu memeluk Mila


"sudah jangan dibahas lagi kita kan bersahabat" ucap Aira ditelinga Mila


Meskipun ucapan Aira lirih berbisik di telinga Mila tapi Aldira masih mampu mendengarnya


Aldira juga memeluk kedua sahabatnya yang sedang berpelukan, Aldira merasa beruntung mempunyai kedua sahabat seperti Mila dan Aira


Setelah itu mereka terlihat tertawa bercanda ria di kamar Mila


*************************************


Berbulan-bulan kemudian


Terlihat pria masih muda lumayan ganteng turun dari pesawat memakai kacamata berkaos t-shirt celana pendek dan memakai topi menambah kharisma seorang Aldo semakin keluar


yaa,,,,, Aldo Sasongko sudah pulang ke Tanah Air, setelah berbulan-bulan menyelesaikan masalah yang menimpa perusahaan ayahnya yang ada di Singapura


Aldo berjalan tegak dengan gagahnya, Aldo merasa bangga dengan dirinya sendiri tidak menyangka hanya hitungan bulan dirinya bisa menyelesaikan semuanya, bisa melihat Tanah kelahirannya lagi


yaa,,,,, karena ayahnya Edy tidak mengijinkan Aldo pulang sebelum menyelesaikan permasalahan perusahaan yang ada di negeri Singa tersebut


"Silahkan do, masuk" ucap Vian sekertaris Aldo membukakan pintu mobil


yaa,,,, Aldo sudah sampai dan bertemu Vian sekertarisnya yang juga sahabatnya sejak sekolah


Aldo sudah masuk ke dalam mobil miliknya, duduk dikursi belakang sedangkan Vian yang mengemudikan mobilnya


Mobil pun sudah keluar dari bandara cukup lama tidak ada pembicaraan apapun akhirnya Vian membuka percakapan


"do, aku antar ke mana ini ke rumah atau ke kantor,,,???" tanya Vian karena mereka berdua bersahabat jadi tidak ada kata canggung, tidak ada kata formal seperti seorang bos dan sekertarisnya


"kerumah mu saja" ucap Aldo dari bangku belakang sedangkan matanya masih fokus melihat ponsel


Vian membulatkan matanya, mengapa Aldo meminta diantar ke rumahnya, apalagi Aldo yang baru saja pulang dari Singapura harusnya meminta diantar ke rumahnya atau ke kantor ini malah meminta di antar ke rumah Vian


Maaf yaa bestii kemarin beberapa hari tidak up,


author sibuk juga capek banget, insyaallah ini akan sering up karena author sudah cuti lebaran

__ADS_1


jangan lupa LIKE,VOTE, dan KOMEN


Miss You 😘😘😘😘


__ADS_2