
Diluar jendela terlihat burung-burung berterbangan seperti sedang menari diudara sang Surya juga menyinari bumi begitu terang tanpa pernah merasa lelah
Terlihat dari kejauhan perumahan elite,gedung tinggi pencakar langit,jalur kereta api
terlihat juga taman dengan pohonnya yang rindang, dan dibawah terlihat mobil berlalu lalang pemandangan menawan suasana kota membuat siapa saja takjub
Tapi tidak dengan laki-laki dikamar hotel lantai delapan, duduk termenung wajah masam sesekali air matanya menetes membasahi pipi tetapi lengannya sigap mengelap seolah sudah tidak punya gairah hidup
yaaa,,, laki-laki itu Bryan memikirkan hubungan 6thn dijalani harus kandas apalagi melihat orang paling dicintai menikah didepan mata kepala sendiri, baginya seolah dunia runtuh begitu saja
apalagi sepupunya ingin membalas dendam agar Aira merasakan apa yang dirasakan Bryan hhhhh,,,,,, membuat Bryan semakin kacau
Bryan begitu terluka, kesetiaan Selami ini dibalas dengan cara menyakitkan siapa saja pasti akan merasakan sakit bila di posisinya
tapi untuk membalas dendam Bryan masih punya hati bagaimana pun Aira wanita spesial singgah di hati
"woyyy,,,,,,, gimana,,,,,," teriak Aldo membuyarkan lamunan Bryan
Bryan mengangkat wajah menoleh kearah suara ternyata Aldo sepupunya, yaa,,, iya lahhh mau siapa lagi dikamar hanya ada mereka berdua
"apanya,,,,,," wajahnya terlihat bingung Bryan tidak mengerti maksud perkataan Aldo
Melihat ekspresi sepupunya seolah tidak mengerti apa yang Aldo katakan membuat Aldo kesal
"hmmm,,,,, masak ngak paham sihhh,, huhhhhhh" sambil menggaruk kepala yang sama sekali tidak gatal
"itu,,,,,,,,,,,, soal balas dendam bagaimana setuju kan" senyum menyeringai seolah begitu percaya diri Bryan akan menyetujui ide konyolnya
padahal yang disakitin siapa yang ingin balas dendam siapa terdengar aneh memang tapi begitulah Aldo
sebenarnya Aldo sangat menyayangi Bryan tidak akan membiarkan siapa saja menyakitinya hanya saja caranya yang salah
"sekali lagi memikirkan balas dendam siap-siap otakmu itu hancur agar otakmu itu tidak bisa memberi ide gila "Bryan mengepalkan kedua tangannya menahan amarah bagaimana pun Aldo sepupunya
"ingat jangan berani sakiti pacarku, aku begitu mencintainya, meskipun Aira telah menyakitiku membuatku terluka tetapi posisinya di hati ini (sambil memegangi dada) tidak akan tergantikan perasaanku tetap sama tidak akan berubah" sambungnya suaranya terdengar keras menekan tetapi dalam hitungan detik berubah menjadi suara lirih
ditatapnya mata Bryan begitu dalam mata sendu bola mata hitam terlihat tulus mengatakan cinta
"hhhh,,,,,,Bryan,,,,,Bryann,,,, cinta cuma buat b*go saja masih percaya cinta" gumamnya dalam fikiranya
Mendengar kata cinta memori itu terngiang-ngiang di kepala Aldo, memori paling Aldo benci memporak-porandakan kehidupan Aldo bertahun-tahun Aldo mencoba melupakan tetapi semakin berusaha melupakan semakin memori itu susah dilupakan
yaa,,,, dulu saat Aldo duduk di bangku sekolah menengah pertama Aldo mencintai wanita, mungkin bagi sebagian orang menganggap itu cinta monyet tetapi bagi Aldo itulah cinta pertamanya
Aldo anak cukup cerdas dikelasnya saat pertama masuk sekolah bertemu gadis cantik bertubuh mungil, ada getaran begitu aneh di hati, Aldo yakin itu getaran cinta apapun Aldo lakukan agar bisa dekat dengan gadis cantik itu
Termasuk mengerjakan tugas gadis mungil itu, mentraktir jajan di kantin setiap hari yaa,,, dulu uang saku Aldo cukup besar dibandingkan teman sebayanya, mama Aldo sengaja melebihkan uang saku agar anaknya tidak kekurangan
sahabat Aldo melihat Aldo seakan hanya dimanfaatkan saja sering menasehati tetapi Aldo tidak menghiraukan,
__ADS_1
Aldo senang melakukan itu semua yaa,,,, cinta hanya buat bodoh saja,,,,,
Tetapi sepandai apapun tupai melompat akan jatuh juga
Siang itu Aldo hendak menemui gadis kecilnya dikantin biasa akan membayar apa yang dipesan gadis itu, setelah sampai dikantin mendengar seseorang menyebut namanya Aldo pun menghentikan langkah
Aldo syokk mendengar dengan telinga dan mata kepala sendiri gadis kecil itu hanya memanfaatkan Aldo
hhhhh,,,, hancur hati Aldo dadanya terasa sesak,air mata lolos begitu saja tetapi buru-buru menyeka bagi Aldo hari itu juga serasa dunia runtuh
Semenjak kejadian itu Aldo sudah tidak percaya lagi cinta, hatinya keras membeku trauma begitu dalam
Setelah kejadian itu Aldo terlihat sering bergonta-ganti pacar bukan pacaran karena cinta tapi hanya untuk membuat wanita tergila-gila olehnya setelah dirasa begitu mencintai Aldo akan menghempaskan mencampakkan begitu saja
wanita-wanita malang tidak salah apa-apa menjadi korban balas dendam Aldo, Sahabat Aldo sering menasehati tidak semua wanita sama tetapi nasehat itu seolah hanya masuk telinga kanan langsung keluar telinga kiri
"seperti menasehati batu" itulah gerutu sahabat Aldo setiap menasehati Aldo, hati Aldo soal cinta sepertinya sudah mati nasehat apapun tidak digubrisnya
"Drttttttt,,,,,,Drttttt,,,,,,,,,Drttttt,,,,,,,"
Ponsel bergetar menyadarkan lamunan kedua cwo-cwo ganteng
Aldo mengambil ponsel dari saku celana terlihat pesan dari bokap Aldo
"hhhh,,,,,, bokap, ngapain kirim pesan biasanya juga telfon, eitssss ternyata kok banyak panggilan masuk kenapa bisa tidak mendengar ya,,,,," gumamnya dalam hati
Aldo segera membuka riwayat panggilan ternyata dari bokapnya
kwkwkwk bokap sendiri dikatain macan dasar anak durhaka
buru-buru dibuka pesan dari bokapnya matanya membulat menatap ponsel sedangkan tangannya memukul jidat seolah melupakan sesuatu
Bryan sedari tadi hanya menatap Aldo memberanikan diri bertanya
"ada apa do, kok terlihat tegang begitu" tanya Bryan
"ini yan, gua lupa hari ini ada meeting bokap guaa nelfon berkali-kali" ucapnya
Aldo mengacak-acak rambut ingin sekali menemani Bryan apalagi Aldo pernah diposisi Bryan meskipun beda cerita tetapi intinya tetap sama terluka karena cinta
Membuat Aldo faham betul bagaimana perasaan Bryan saat ini butuh suport
Tetapi disatu sisi ada meeting yang sangat penting jika tidak hadir bisa membuat bokapnya murka, apalagi Aldo anak satu-satunya siapa lagi kalau bukan Aldo yang akan mengantikan posisi ayahnya suatu hari nanti
Aldo masih berdiri membisu disatu sisi ingin menemani Bryan disisi lain takut bokapnya murka
Bryan melihat sepupunya gundah gulana
"pergi laah do,,, aku tidak apa-apa kok, aku baik-baik saja nanti papamu bisa marah" ucap Bryan
__ADS_1
Aldo masih berdiri membisu tidak menjawab entah tidak dengar atau bagaimana entahlah,,,,, yang jelas tatapannya kosong
"dooo,,,,,,,," ucap Bryan sedari tadi menunggu tetapi Aldo tidak ada reaksi masih diam membisu
"hemmm,,, ada apa,,,,," Aldo membuka mata lebar menatap Bryan terlihat dari raut wajahnya bingung
"hhhhh,,,,,, kamu tidak mendengar aku bicara apa,,,,,?" tanya Bryan
Aldo hanya menggelengkan kepala
"sudah bisa ditebak kamu tidak mendengarkan aku, makanya jangan bengong saja" ucapnya
karena tadi Aldo tidak mendengar, Bryan mengulangi perkataannya tadi
"pergi lah do,,,,,,aku tidak apa-apa kok,aku baik-baik saja nanti papamu bisa marah" sambungnya
"benar elu baik-baik saja" memastikan
Bryan hanya mengedipkan mata menandakan iya
"yaa,sudah,,, gua pergi dulu oooo iya,,, bau alkohol dimulutmu sudah tidak begitu tercium jika ingin pulang silahkan maaf gua tidak bisa mengantarmu pulang, elu bisa pulang sendirikan" tanya Aldo
panjang lebar ngomong udah Kya emak-emak
aja yak,,,,
"iyaa,,," Bryan menjawab singkat
Aldo melangkah mendekati pintu saat hendak meraih hendel pintu terdengar suara Bryan memanggil namanya
"dooo,,,,,,," ucapnya
Aldo menghentikan langkahnya menoleh ke arah Bryan
"aku mau kamu janji,,,,," kata Bryan
janjiiiiiiii terlihat Aldo bingung Janji apa yang dimaksud Bryan
"hmmm,,,,,janji apa,,,,," tanya Aldo
"janji dulu,,,,,,"sahut Bryan
Hhhhh udah seperti anak kecil aja pakai janji-janji segala gerutu Bryan
Bryan menarik nafas dalam-dalam
" iya janji, ada apa,,, apanya yang dijanji,," memutar bola matanya
"janji jangan berusaha balas dendam, Aira wanita paling aku cintai, aku tidak orang yang menyakitinya termasuk kamu" ucap Bryan
__ADS_1
"tapiii,,,,,,,,," terdengar kata-kata Aldo menggantung