
Aira Sudah duduk di tepi ranjang milik Mila, sedangkan wajahnya mengigit bibir bawahnya
Aira malu karena tidak membawa buah tangan apapun, apalagi sikap Aldira yang kadang bikin Aira kesal apalagi mulutnya Aldira yang suka bicara pedas tidak berfikir menyakiti perasaan orang lain atau tidak
Hhhhhh,,,,,,, belum lima menit Aira sudah ingin secepatnya keluar dari kamar Mila
"semua ini karena playboy cap marmut, coba saja dia tidak muncul pasti aku tidak akan menahan malu seperti ini" ucap Aira pastinya dalam hati
Aldira yang menyadari gelagat aneh sahabatnya mendekat ke arah Aira menelisik lebih dalam wajah Aira yang tidak terlihat menunduk
Aldira begitu memahami karakter Aira
Disaat Aira menunduk lemas pasti Aira melakukan suatu kesalahan begitulah tebakan Aldira
Aldira menyipitkan mata, menatap wajah Aira yang tak terlihat
Aira yang merasa ditatap Aldira semakin menundukkan kepala
"Hayo,,,, kenapa kamu terlihat???? jangan bilang?????" tanya Aldira seolah mengerti apa yang ada di benak Aira
Aira hanya menghembuskan nafas tidak menjawab perkataan Aldira
"Ada apa, mau bicara sendiri atau,,,,,?????" Aldira sedikit mendesak tapi juga sedikit mengancam
Aira yang mendengar ancaman sahabatnya memutar bola matanya jengah
Ancaman Aldira bukan lahh hal menakutkan bagi sebagian orang tapi bagi jiwa miskin Aira begitu menakutkan karena itu artinya Aira tidak akan di traktir Aldira lagi
yaa,,,,, ancaman yang biasa Aldira gunakan bukan senjata tajam atau apapun yang berbau menyeramkan justru sebuah traktiran, Aldira memang wanita bar-bar, kadang juga egois tapi Aldira wanita yang bisa dipercaya dan juga tidak pelit
" kamu tadi kesini bawa apa untuk menjenguk Mila???" tanya Aira sedikit berbisik ditelinga Aldira agar tidak didengar Mila
yaa,,,, saat ini Mila sedang sibuk dengan ponselnya Karena sejak kedatangan Aldira Mila tidak membalas pesan dari pacarnya membuat pacar Mila mengirimkan ratusan pesan ke nomor ponsel Mila
Aldira mendengar pertanyaan sahabatnya justru memicingkan mata
Aldira tidak habis fikir mengapa Aira bertanya tentang apa yang ia bawa atau yang biasa disebut buah tangan
Aldira menatap Aira menelisik dari atas sampai bawah kemudian menatap kedua tangan Aira yang tidak membawa apapun
__ADS_1
Tanpa Aldira bertanya, Aldira sudah mengerti pasti Aira merasa tidak enak karena tidak membawa buah tangan apapun
"aku tidak membawa apapun, memangnya kenapa????" tanya Aldira berbohong padahal tadi Aldira membawa buah bahkan kue yang ia buat sendiri khusus untuk sahabatnya Mila agar segera sembuh
Aira yang mendengar perkataan sahabatnya menjadi lega setidaknya Aira tidak akan merasa malu
"awalnya aku ingin membawakan buah, membeli di jalan raya depan sana tapi karena pria mesum jadinya aku tidak jadi membelinya" ucap Aira
Padahal Aldira tidak bertanya apapun tapi Aira menceritakan sendiri tentang kejadian tadi di toko buah
Mendengar kata pria mesum semakin membuat Aldira bingung siapa pria mesum
Aldira tahu betul sahabatnya tidak pernah dekat dengan pria manapun kecuali Bryan setelah itu suami yang dijodohkan neneknya
"lalu siapa pria mesum itu????" tanya Aldira dalam hati binggung siapa yang di maksud Aira
"hhhh,,,,, pria paling menyebalkan yang pernah aku temui" ucap Aira sorot matanya terlihat begitu kesal
Membuat Aldira semakin bingung siapa yang di maksud Aira, cukup lama menerka dan tidak ada jawaban membuat Aldira bertanya
"siapa pria menyebalkan yang kamu maksud itu, aku lihat kamu begitu membencinya" ucap Aldira
" Spanyol" ucap Aira memutar bola matanya malas karena bukanya merasa lega telah bercerita Aira justru merasa semakin tersiksa dengan pertanyaan Aldira
"hhhhh,,, Spanyol????" ucap Aldira memperjelas perkataan sahabatnya
Aira memutar bola matanya malas
"iya, pria itu bukan saudara ku yang baru pulang dari Spanyol" ucap Aira menjelaskan jika pria menyebalkan yang Aira maksud bukan saudaranya, lagi pula saudaranya wanita bukan pria
"apa saudaramu itu masih ada di rumah, aku ingin. bertemu dengannya" ucap Aldira dengan mata berbinar
Aira yang melihat sorot mata Aldira berbinar semakin bingung, padahal Aira kesal kenapa sahabatnya terlihat bahagia
"sudah pulang ke Spanyol, belom lama ini" ucap Aira, menundukkan kepalanya, sejatinya Aira tidak rela mereka balik ke Spanyol lebih cepat, Aira masih merindukan mereka apalagi ketika ada mereka Aira merasa punya keluarga lengkap
" hhhh,,,,,, sudah balik kapan" tanya Aldira yang tadinya sorot mata bahagia terlihat berganti menjadi sorot mata kecewa
" kenapa kamu tidak bilang saudaramu itu luar negerinya Spanyol???" tanya Aldira tapi juga sedikit menyalahkan sahabatnya mengapa tidak bercerita
__ADS_1
yaa,,,,, Aldira sudah tau sejak lama jika Aira punya saudara bukan kandung yang tinggal diluar negeri, tapi soal dimana luar negerinya, Aldira tidak mengetahui sama sekali
"emang penting bercerita dimana mereka merantau????" tanya Aira yang bingung dengan sahabatnya, bukanya bertanya tentang pria mesum justru Aldira begitu banyak bertanya tentang Monika dan keluarganya
"kamu biasanya sering telfon suara atau sekedar berbalas pesan kan dengan saudaramu itu????" tanya Aldira
Aira yang mendengar pertanyaan Aldira membulatkan matanya, Aira tidak habis fikir dengan pertanyaan konyol sahabatnya
yaa,,,,,,,, bagi Aira itu pertanyaan konyol, bagaimana mungkin bertanya tentang sesuatu hal yang jawabannya pasti iya, mana mungkin Aira tidak berbalas pesan dengan Monika ataupun ibu Mini yang sudah Aira anggap seperti saudara kandung
Berbeda dengan Aldira melihat Aira yang diam membuat Aldira semakin penasaran
"katakan Raa,,,,,," ucap Aldira dengan mata berbinar begitu mengharapkan jawaban dari Aira
"ngapain aku menjawab jika jawabannya pastinya iya" ucap Aira yang malas tapi juga bingung dengan sikap Aldira sahabatnya
Aldira berjingkrak kegirangan sudah seperti menang lotre saja
Membuat Aira semakin bingung dengan sahabatnya Aira menatap Aldira lekat, dari ujung kaki sampai ujung rambut takut sahabatnya kesurupan karena sikapnya yang menurut Aira aneh
Aldira yang menyadari Aira menatapnya dari ujung kaki hingga ujung rambut membuat Aldira menghentikan kekonyolannya dengan berjingkrak, loncat seperti anak kecil saja
Padahal Aldira sudah punya anak tapi sikapnya seperti anak kecil, andai anaknya melihat kekonyolan ibunya, Aira yakin pasti anak Aldira akan geleng-geleng kepala
"Raa,,,,, kamu kan sahabatku, kita bersahabat sudah sejak dari zaman sebelum Firaun ada" ucap Aldira dibuat begitu manis mengalahkan manisnya gula tapi juga konyol mana mungkin Aira dan Aldira berteman sebelum zaman Firaun ada
Mendengar perkataan manis sahabatnya Aira sedikit mawas diri, Aira faham betul bagaimana sahabatnya pasti ada udang di balik bakwan, bertahun-tahun bersahabat membuat Aira ataupun Aldira saling memahami karakter masing-masing
Dan benar saja,,,,,,,,,,,,,
Sudah dulu yaa sayangku
Jangan lupa tinggalkan jejak
LIKE,VOTE DAN KOMEN atau sawer dengan BUNGA MAWAR itu akan membuat author semakin bahagia semakin semangat untuk terus up
Terima kasih yang sudah setia menanti author terus up
Good night,,,,,,😘😘😘😘
__ADS_1