
Masih dikediaman Aira
Diseberang jalan terlihat seseorang bersembunyi dibawah pohon mangga, menatap kejauhan wanita yang dicintainya bersanding dengan laki-laki lain
"hhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,"teriak Bryan kesal juga sedih tak terasa air matanya menetes
"ingin rasanya menghancurkan pesta pernikahanmu Raa,,, aku tidak sanggup melihatmu bersanding dengan orang lain,,,kalau lebih tampan dariku mungkin aku bisa ikhlas lahh,,,, ini kamu menikah dengan omm,,,omm,,,,,," Bryan bergumam sendiri sedikit terisak
Bryan teringat kenangan indah yang pernah dilalui bersama Aira pertama mereka bertemu
Awal bertemu 6thn yang lalu sewaktu Aira dan Bryan masih duduk di bangku SMP
bel istirahat berbunyi semua siswa keluar dari kelas menuju kantin
Bryan yang tadi pagi tidak sarapan membuat Bryan bergegas ke kantin dengan sedikit berlari
karena tergesa tidak sengaja menabrak wanita
"brukkkk,,,,,,,,,,,,,"wanita tersebut jatuh sedangkan Bryan tidak apa-apa tubuhnya tak bergeming
Bryan mengulurkan tangannya, mencoba membantu wanita itu
tetapi wanita tersebut tidak menghiraukan uluran tangan Bryan. Wanita itu bangun sendiri melangkah pergi seolah tidak melihat Bryan didekatnya
"hhhhh,,,,,,cantik juga kagak, sombongnya minta ampun,,,," Bryan bergumam sendiri begilah kesan pertama Bryan bertemu Aira
Bryan juga mengingat ketika Aira ulang tahun mentraktir teman-temannya dikantin, diwaktu itu Bryan juga dikantin tersebut membuat Bryan ditraktir Aira
...Bryan berfikir traktiran hanya akal Aira saja, biar bisa dekat dengan alex temannya. Bryan mengira Aira naksir alex memang jika dilihat dari wajah Alex lebih tampan...
padahal Aira mentraktir ikhlas tidak ada maksud atau tujuan apapun tapi Bryan mengartikannya lain
semenjak kejadian itu Bryan mencoba mendekati Aira berusaha balas Budi karena sudah ditraktir
semenjak itu Aira dan Bryan semakin dekat Akhirnya pacaran
Akhirnya Bryan tersadar dari lamunannya
"hhhhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,,,,,," teriak Bryan
Bryan yang mengingat pertama bertemu Aira sampai bucin menghela nafas
"hhhhh,,,,,,,,, bodohhh,,,,,, bodoh,,,,,,," tangannya menggepal memukul pohon mangga didepannya membuat tangannya terluka mengeluarkan darah sedikit
Bryan melihat Aldila dan Mila disana membuatnya semakin kesal
"hhhhh,,,,,, Aldila kamu sudah tau semuanya tapi kenapa waktu ku tanya kamu seolah-olah tidak mengetahui apapun" Bryan masih bicara sendir
"hhhhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,"teriak Bryan
Untung saja tempat Bryan bersembunyi agak jauh dari rumah Aira kalau dekat pasti sudah terdengar teriakan Bryan
"Drettttt,,,,,,,,Dretttt,,,,,,,,Dretttt,,,,,,,,,,,,,
pesan masuk di handphone milik Bryan, diambilnya dari saku celana ternyata dari ibunya Bryan
"kamu kemana nak, segera pulang ada hal penting yang harus mamah sampaikan"
"hhhhhh ,,,,,,,,,, hal penting , hal penting apaan sihhh, ahhh,,,,,,,,, sudah lahh lebih baik cepat pulang kalau kelamaan ntar mamah bisa ngomel 1hari 1malem" bergumam dalam hati sambil tangannya mengusap air mata yang jatuh
Akhirnya Bryan pergi dari kediaman Aira
Sedangkan Ditempat Aira
Aldira dan Mila masih disana, mereka bertiga masih tertawa bercanda, sedangkan Dodi suami Aira duduk sendiri dikursi pelaminan
Nenek Halimah melihat cucunya Aira dibawah ketawa dengan sahabatnya sedangkan Dodi duduk sendiri membuatnya geram
Nenek Halimah menghampiri Aira
__ADS_1
"Raa,,,,,,, itu suamimu duduk sendiri, temani sana,,,,,,,kamu malah duduk disini menemani orang tidak penting" nenek Halimah berkata tatapannya tajam melirik Aldila dan Mila
melihat Aira mengendong anaknya Aldila juga membuat Halimah semakin geram
"kamu gendong anak siapa hhhhhh,,,,,,,, nanti bajumu kusuttt,,,, bajunya mahal Ra,,,," matanya melotot menatap Aira
Aldila mendengar itu semua langsung mengambil Arvira dari gendongan Aira
"maaf nek,,,,,, ini anak saya,,,,,,," terdengar suara lirih Aldila
nenek Halimah masih melotot
"aku yang memaksa menggendongnya nek maafff,,,," Aira bersuara dan menunduk
Mila berbisik ditelinga Aldila
"Nenek lampir sudah marah, sebaiknya ayo kita pulang"
Aldila hanya mengangguk
"Raa,,, aku dan Mila pamit pulang,,,,,,, sudah sore lagian kita sudah lama disini"
"hhhhh,,,,,itu sadar diri kalian sudah lama disini, menganggu saja, kasian cucu gantengku ditinggal sendiri di pelaminan" nenek Halimah bergumam dalam hati sambil tersenyum melirik menantu pilihannya
"iyaaa,,,,, Al,,,, Mil,,,,,, maaf yaaa,,,,,,," sahut Aira
"iyaa,,,,, tidak apa-apa" terdengar suara Aldila dan Mila berbarengan menjawabnya
Aldila memeluk Aira berbisik
"sabar yaaa Ra,,, nanti kapan-kapan kita ketemu diluar biar leluasa ngobrol bersama"
Aira menganguk-anguk mengiyakan perkataan Aldila
setelah Aldila melepas pelukannya gantian Mila memeluk Aira
"Raa,,,, jika ada apa-apa jangan sungkan kabari aku, jika bisa membantumu pasti aku akan membantumu,," Mila berkata berbisik ditelinga Aira
"terima kasih yaa,,,, teman-teman kalian berdua sahabat terbaikku" suara lirih Aira sambil menyeka air matanya yang jatuh
mereka bertiga berpelukkan bersama
"hiiiiii,,,,,, lebay amat seolah nonton sinetron "gumam nenek Halimah
"ehemmmm,,,,,,,,,,,ehemmmm,,,,,,,,," nenek Halimah berdehem
Mendengar suara orang berdehem mereka melepaskan pelukan dilirik asal suara tersebut ternyata yang berdehem nenek Halimah
Nenek Halimah melotot membuat mereka bertiga takut
" Raa,,, kami pergii,,,, daaaa,,,,,,,,," Mila melambaikan tangan sambil tangan satunya menyeret tangan Aldila agar segera pergi
"daaaa,,,,,, Ra,,,,,,, kita bertemu lagi lain waktu yaa,,,,," Aldila melambaikan tangan
setelah agak jauhhh
"ihhhh lepasin Mil sakit,,,,,,,"teriak Aldila
Mila melepaskan cengkraman sedikit melempar tangan Aldila
"Awwww,,,,,,,,,, sakit Mil,,, kamu itu cewek tenaganya kyak cwo, tanganku sakit merah gini,,," Aldila mengusap-usap pergelangannya yang memerah
"ihhhh,,,,,, berisik,, elu ngak lihat tuhh tatapan mata neneknya Aira, serasa pengen tak colok tuhh mata,," nada berkata Mila sedikit kesal
Aldila diam saja tidak menjawab
"udah gitu ngusir kita lagi, Kya kita numpang makan doang disini padahal kan kita bawa kado bawa amplop" Mila menggerutu bibir manyun
melihat Mila manyun
__ADS_1
"sudah lahhh jangan cembut terus tuhh muka jelek lho,,,," sahut Aldila
"hemmmm,,,,,,," Mila hanya berdehem
"hahhhhh,,,,, sudah lahhh,,,,,," ucap Aldila lirih lalu membuang nafas dengan kasar
Mila, Aldila ,Arvira sudah masuk ke mobil
Mobil sudah berjalan beberapa menit yang lalu didalam mobil hening tidak terdengar suara apapun
"Akan aku antar kamu pulang dulu Al,,," Mila berkata memecah keheningan
"harus lahhh,,, berangkat bareng kamu masak pulang sendiri" Aldila menyeringai
"hhhhhhhhhhhhheeeemmmm,,,,,,,," sahut Mila sedikit kesal
Aldila yang menyadari sahabatnya sedikit kesal merayunya
"utututututu,,,,, cantik mukanya jangan ditekuk gitu donk,,, Zeyenkkk" Aldila berkata tangannya mencoba meraih dagu Mila
Mila yang peka akan apa yang akan dilakukan Aldila menepis tangan Aldila
"ihhhhh,,,,,,,, lama-lama ngeri juga didekatmu,,," sambil menyipitkan mata
"hahhahahaha,,,,,,,,,," Aldila justru malah tertawa
"Cittttttttttttt,,,,,,,,,,,,,"mobil Mila menggerem
"kenapa kok berhenti" tanya Aldila
"tuhhh lihat sudah sampai dirumahmu" sambil menunjuk sebuah rumah
"ihhhh iyaaa,,,,, heheheheh" Aldila menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal
Aldila mencoba turun dari mobil terlihat sedikit kesusahan karena mengendong Arvira
Mila yang melihat Aldila sedikit kesusahan bertanya
"gimana bisa ngakkk,,,,,,"
"bisa kok tenang saja ini sudah turun, makasih yaaa,,,,,mil,,,,ngak mampir dulu" teriak Aldila
"telatt,,,,,,,,," teriak Mila dan menjalankan mobilnya
"hehehehehehe,,,,,," Aldila tertawa
Sedangkan dikediaman Aira
Aira yang melihat sikap neneknya seolah-olah mengusir sahabatnya membuat Aira marah
tapi Aira tidak bisa memarahi neneknya karena Aira begitu menghormati orang yang lebih tua
"hhhhhh,,,,,, nenek menyebalkan, sudah mending aku masuk kamar saja,,,, "Aira bergumam dalam hati
Aira melangkah pergi masuk ke kamar
Nenek Halimah melihat Aira masuk ke dalam rumah berteriak
"kamu ngapain malah masuk kedalam temani suamimu Raa,,,"teriak nenek Halimah
Aira yang mendengar tidak bergeming tidak menjawab ataupun menoleh tetap fokus jalan kedepan masuk kedalam rumah
Nenek Halimah mendengus kesal
"mulai berani tuhh anak, tidak biasanya Aira begini pasti siii kucruttt dua anak tadi yang mengajarinya hhhhh,,,,,,,,"nenek Halimah berkata dengan suara lirih tangannya mengepal
"awassss aja kamu Ra,,,,,"sahutnya lagi
sedangkan Aira
__ADS_1
"maaf nek biasanya Aira menuruti semua perkataan nenek tapi kali ini nenek keterlaluan"Aira bergumam dalam hati
padahal banyak yang menyapa Aira banyak yang bertanya mau kemana tapi Aira tidak menghiraukannya, tetap berjalan lurus seolah tidak mendengarnya