Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
nafkah


__ADS_3

Terdengar ditelinga Aira suara azan sudah berkumandang, ayam juga berkokok saling sahut menyahut pertanda hari sudah pagi


Aira mengeliat mencoba membuka matanya yang enggan membuka


"Hoammmm,,,,,,,,,,," Aira menguap tangannya mengucek mata


Aira merasa seakan makan buah apel pemberian nenek sihir membuat mata Aira terasa berat untuk membuka


Mata Aira masih ingin terpejam dan seolah bantal guling kesayangan Aira seperti engan ditinggalkan


Disaat Aira memeluk bantal guling begitu erat bayangan betapa garangnya nenek Halimah terlintas dalam benak Aira membuat Aira membuka matanya membulat sempurna


"hhhhh,,,,,,, aku harus bangun membuat sarapan,,," gumamnya sendiri


Sudah beberapa hari Aira tidak membuat sarapan karena ada ibu Mini yang mengerjakan semuanya


Tapi karena ibu Mini dan Monika sudah kembali ke Spanyol itu artinya Aira kembali melakukan aktivitas seperti biasanya


Aira turun dari ranjang karena Aira belum sholat subuh Aira segera mengambil air wudhu hendak melakukan kewajiban umat muslim


Setelah selesai wudhu dan menjalankan kewajiban umat muslim Aira melepaskan mukenanya hendak menuju dapur membuat sarapan


Belum juga meninggalkan kamar mata Aira tak sengaja menangkap bayangan seorang pria tidur di sofa


Aira sempat bertanya dengan dirinya sendiri siapa yang tidur di sofa, padahal sudah beberapa hari Aira menikah tapi ntah kenapa Aira sering lupa tapi seketika Aira teringat bila Aira sudah menikah, membuat Aira mendengus pelan


"hhhhh,,,bisa bisanya aku lupa" gumam Aira


Terlihat Dodi begitu nyenyak tidur bahkan sampai mendengkur


Aira keluar dari kamar tidak memperdulikan suaminya yang masih terlelap begitu nyenyaknya


Setelah sampai di dapur Aira membuka kulkas dilihatnya kulkas kosong tidak ada bahan masakan apapun


"hhhhh,,,,,,,," Aira mendengus kesal


Mata Aira melirik ke arah lemari yang di dekat kompor dan Aira berfikir mungkin di lemari ada bahan makanan yang bisa diolah


Aira pun menutup pintu kulkas menyeret kakinya menuju lemari dekat kompor setelah sampai di bukanya perlahan tapi pasti dan kosong lagi hati Aira sedikit kecewa


yaa,,,,, semenjak ada ibu Mini Aira tidak pernah membeli bahan masakan ataupun memasak membuat Aira tidak mengetahui jika bahan makanan sudah habis


Aira mencari lagi ke tempat yang lain berharap ada sesuatu yang bisa diolah dan kenyataannya nihil tidak ada bahan makanan apapun yang bisa di olah


"hhhhh,,,,, aku harus membeli bahan makanan ke pasar mumpung masih pagi,,," Aira bergumam sendiri


Aira menyeret kakinya menuju kamar tidurnya hendak mengambil uang di dalam dompet untuk membeli bahan makanan


Juga berganti pakaian karena Aira hendak pergi ke pasar

__ADS_1


Dengan langkah pelan tapi pasti Aira sudah sampai di depan pintu kamarnya


Diraihnya gagang pintu dan segera dibukanya


"Ceklekkk,,,,,," suara pintu kamar tidurnya terbuka dan


Deg,,,,,,


Jantung Aira berdegug kencang bagaimana tidak ketika Aira membuka pintu hal pertama yang dilihat Aira pria bertubuh gempal perut buncit rambut acak-acakan berdiri didekat pintu


membuat Aira sedikit terkejut


Aira menarik nafas perlahan lalu keluarkan setelah dirasa cukup tenang


"hemm,,, anda sudah bangun,,????" tanya Aira kepada pria di hadapannya


Pria bertubuh gempal perut buncit rambut acak-acakan siapa lagi kalau bukan Dodi


"hemmm,,,,"


Dodi tidak menjawab pertanyaan Aira hanya berdehem saja


Karena hari makin siang Aira pun segera melangkahkan kakinya melewati depan suaminya tanpa mengatakan apapun lagi menuju nakas mencapai dompet yang di dalamnya ada uang


Setelah sampai di nakas Aira mencari dompetnya tapi tidak ada dicarinya lagi lebih teliti bahkan semua barang diturunkan tapi hasilnya masih nihil tidak terlihat tanda keberadaan dompetnya


Aira pun beralih mencari di atas ranjang tempat tidur berharap dompetnya ada di sana


Aira pun menyibakkan selimut berharap dompetnya berada di bawah selimut tebalnya dan tetap saja hasilnya zonk


Aira mengacak rambutnya sedikit frustasi bisa-bisanya Aira lupa menaruh dimana dompetnya


Aira berfikir dimana terakhir kali Aira mengunakan dompetnya dan tetap saja tidak ingat sama sekali


Semenjak Bryan pacar Aira memilih mengakhiri hidupnya semenjak itu pula Aira jarang keluar rumah membuat Aira kebingungan mencari dimana dompetnya berada


Aira memang wanita sedikit ceroboh, teledor dan sedikit pelupa sedikit lho yaa,,,, tidak banyak


"hhhhh,,,,," Aira memukul pinggiran ranjang kesal dengan dirinya sendiri yang pelupa


Aira pun memutar tubuhnya hendak mencari dompetnya ditempat lain


"ini,,,,," ucap Dodi membuat Aira terkejut dan


"Brukkkk,,,,,,,,," tubuh Aira terhempas ke atas ranjang karena terkejut dengan kehadiran Dodi yang entah kapan sudah berada didekatnya


"ini,,,,," ucap Dodi terlihat menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah seolah mengerti jika Aira sedang mencari dompet yang didalamnya ada uang


Aira masih diam terpaku entah apa yang ada difikiran Aira

__ADS_1


"ini,,,,," ucap Dodi entah sudah berapa kali Dodi berkata dan menyodorkan uangnya tapi tak kunjung diraih istrinya


Tidak ada pergerakan dari istrinya Dodi pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah Aira


Aira yang merasa suaminya mendekat menjadi gugup keringat dingin


Meskipun Aira sudah sah menjadi istrinya tapi Aira belum siap bila harus menyerahkan mahkotanya yang ia jaga selama ini


Melihat Dodi semakin mendekat Aira mundur sedikit


Dan dengan sigap Dodi pun meraih tangan Aira membuat Aira terkejut


Deggg,,,,,,,


Jantung Aira berdegug kencang keringat semakin bercucuran sebesar biji jagung


Aira merasa berkeringat tapi didalam tubuhnya terasa dingin


Aira gugup Aira merasa belum siap melakukannya saat ini


"ini,,,,," ucap Dodi memberikan beberapa lembar uang berwarna merah di tangan Aira


Setelah memberikan uang tersebut Dodi pergi meninggalkan Aira


Aira masih terpaku menatap punggung suaminya, bagaimana tidak Aira sudah berfikir pagi ini akan dilalui dengan panas tapi ternyata Aira salah


"Akhhhhhh,,,,,," Aira menutup wajahnya mengunakan tangannya karena malu fikiranya sudah treveling ke mana-mana


Setelah beberapa menit kemudian Aira membuka tangannya yang menutupi matanya


Hal yang pertama Aira cari ialah suaminya, mata Aira menelisik ke arah sudut kamar dilihatnya setiap sudut dan Dodi pun tidak terlihat sama sekali


Membuat Aira bernafas lega setidaknya untuk saat ini rasa malu Aira hilang tapi entah nanti bila bertemu lagi


Aira melirik tanganya yang memegang uang senyum merekah terlihat jelas di wajah Aira ketika memandang lembaran uang digenggamnya


"nafkah pertama ku,, kata orang Dodi pria yang pelit, tidak memberi nafkah ini kenyataannya Dodi memberikan ku uang,,,," gumam Aira lirih


Aira pun menghitung uang yang diberikan Dodi dengan wajah yang terhias senyum


"lima ratus ribu rupiah, lumayan,,,," ucap Aira setelah selesai menghitung


Setelah selesai menghitung uang pemberian Dodi Aira meletakkan uangnya diatas ranjang karena Aira hendak berganti pakaian terlebih dahulu sebelum berangkat ke pasar membeli kebutuhan makanan dirumahnya


SUDAH DULU yaa,,,, Bestii ku, Aya mau nyuci baju dulu sebelum menjalani sekenario kehidupan


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE,VOTE DAN KOMEN

__ADS_1


Miss you😘😘😘😘😘


__ADS_2