
Terdengar ditelinga Aira suara azan sudah berkumandang, ayam juga berkokok saling sahut menyahut pertanda hari sudah pagi
Aira mengeliat mencoba membuka matanya yang enggan membuka
"Hoammmm,,,,,,,,,,," Aira menguap tangannya mengucek mata
Aira merasa seakan makan buah apel pemberian nenek sihir membuat mata Aira terasa berat untuk membuka
Mata Aira masih ingin terpejam dan seolah bantal guling kesayangan Aira seperti engan ditinggalkan
Disaat Aira memeluk bantal guling begitu erat bayangan betapa garangnya nenek Halimah terlintas dalam benak Aira membuat Aira membuka matanya membulat sempurna
"hhhhh,,,,,,, aku harus bangun membuat sarapan,,," gumamnya sendiri
Sudah beberapa hari Aira tidak membuat sarapan karena ada ibu Mini yang mengerjakan semuanya
Tapi karena ibu Mini dan Monika sudah kembali ke Spanyol itu artinya Aira kembali melakukan aktivitas seperti biasanya
Aira turun dari ranjang karena Aira belum sholat subuh Aira segera mengambil air wudhu hendak melakukan kewajiban umat muslim
Setelah selesai wudhu dan menjalankan kewajiban umat muslim Aira melepaskan mukenanya hendak menuju dapur membuat sarapan
Belum juga meninggalkan kamar mata Aira tak sengaja menangkap bayangan seorang pria tidur di sofa
Aira sempat bertanya dengan dirinya sendiri siapa yang tidur di sofa, padahal sudah beberapa hari Aira menikah tapi ntah kenapa Aira sering lupa tapi seketika Aira teringat bila Aira sudah menikah, membuat Aira mendengus pelan
"hhhhh,,,bisa bisanya aku lupa" gumam Aira
Terlihat Dodi begitu nyenyak tidur bahkan sampai mendengkur
Aira keluar dari kamar tidak memperdulikan suaminya yang masih terlelap begitu nyenyaknya
Setelah sampai di dapur Aira membuka kulkas dilihatnya kulkas kosong tidak ada bahan masakan apapun
"hhhhh,,,,,,,," Aira mendengus kesal
Mata Aira melirik ke arah lemari yang di dekat kompor dan Aira berfikir mungkin di lemari ada bahan makanan yang bisa diolah
Aira pun menutup pintu kulkas menyeret kakinya menuju lemari dekat kompor setelah sampai di bukanya perlahan tapi pasti dan kosong lagi hati Aira sedikit kecewa
yaa,,,,, semenjak ada ibu Mini Aira tidak pernah membeli bahan masakan ataupun memasak membuat Aira tidak mengetahui jika bahan makanan sudah habis
Aira mencari lagi ke tempat yang lain berharap ada sesuatu yang bisa diolah dan kenyataannya nihil tidak ada bahan makanan apapun yang bisa di olah
"hhhhh,,,,, aku harus membeli bahan makanan ke pasar mumpung masih pagi,,," Aira bergumam sendiri
Aira menyeret kakinya menuju kamar tidurnya hendak mengambil uang di dalam dompet untuk membeli bahan makanan
Juga berganti pakaian karena Aira hendak pergi ke pasar
__ADS_1
Dengan langkah pelan tapi pasti Aira sudah sampai di depan pintu kamarnya
Diraihnya gagang pintu dan segera dibukanya
"Ceklekkk,,,,,," suara pintu kamar tidurnya terbuka dan
Deg,,,,,,
Jantung Aira berdegug kencang bagaimana tidak ketika Aira membuka pintu hal pertama yang dilihat Aira pria bertubuh gempal perut buncit rambut acak-acakan berdiri didekat pintu
membuat Aira sedikit terkejut
Aira menarik nafas perlahan lalu keluarkan setelah dirasa cukup tenang
"hemm,,, anda sudah bangun,,????" tanya Aira kepada pria di hadapannya
Pria bertubuh gempal perut buncit rambut acak-acakan siapa lagi kalau bukan Dodi
"hemmm,,,,"
Dodi tidak menjawab pertanyaan Aira hanya berdehem saja
Karena hari makin siang Aira pun segera melangkahkan kakinya melewati depan suaminya tanpa mengatakan apapun lagi menuju nakas mencapai dompet yang di dalamnya ada uang
Setelah sampai di nakas Aira mencari dompetnya tapi tidak ada dicarinya lagi lebih teliti bahkan semua barang diturunkan tapi hasilnya masih nihil tidak terlihat tanda keberadaan dompetnya
Aira pun beralih mencari di atas ranjang tempat tidur berharap dompetnya ada di sana
Aira pun menyibakkan selimut berharap dompetnya berada di bawah selimut tebalnya dan tetap saja hasilnya zonk
Aira mengacak rambutnya sedikit frustasi bisa-bisanya Aira lupa menaruh dimana dompetnya
Aira berfikir dimana terakhir kali Aira mengunakan dompetnya dan tetap saja tidak ingat sama sekali
Semenjak Bryan pacar Aira memilih mengakhiri hidupnya semenjak itu pula Aira jarang keluar rumah membuat Aira kebingungan mencari dimana dompetnya berada
Aira memang wanita sedikit ceroboh, teledor dan sedikit pelupa sedikit lho yaa,,,, tidak banyak
"hhhhh,,,,," Aira memukul pinggiran ranjang kesal dengan dirinya sendiri yang pelupa
Aira pun memutar tubuhnya hendak mencari dompetnya ditempat lain
"ini,,,,," ucap Dodi membuat Aira terkejut dan
"Brukkkk,,,,,,,,," tubuh Aira terhempas ke atas ranjang karena terkejut dengan kehadiran Dodi yang entah kapan sudah berada didekatnya
"ini,,,,," ucap Dodi terlihat menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah seolah mengerti jika Aira sedang mencari dompet yang didalamnya ada uang
Aira masih diam terpaku entah apa yang ada difikiran Aira
__ADS_1
"ini,,,,," ucap Dodi entah sudah berapa kali Dodi berkata dan menyodorkan uangnya tapi tak kunjung diraih istrinya
Tidak ada pergerakan dari istrinya Dodi pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah Aira
Aira yang merasa suaminya mendekat menjadi gugup keringat dingin
Meskipun Aira sudah sah menjadi istrinya tapi Aira belum siap bila harus menyerahkan mahkotanya yang ia jaga selama ini
Melihat Dodi semakin mendekat Aira mundur sedikit
Dan dengan sigap Dodi pun meraih tangan Aira membuat Aira terkejut
Deggg,,,,,,,
Jantung Aira berdegug kencang keringat semakin bercucuran sebesar biji jagung
Aira merasa berkeringat tapi didalam tubuhnya terasa dingin
Aira gugup Aira merasa belum siap melakukannya saat ini
"ini,,,,," ucap Dodi memberikan beberapa lembar uang berwarna merah di tangan Aira
Setelah memberikan uang tersebut Dodi pergi meninggalkan Aira
Aira masih terpaku menatap punggung suaminya, bagaimana tidak Aira sudah berfikir pagi ini akan dilalui dengan panas tapi ternyata Aira salah
"Akhhhhhh,,,,,," Aira menutup wajahnya mengunakan tangannya karena malu fikiranya sudah treveling ke mana-mana
Setelah beberapa menit kemudian Aira membuka tangannya yang menutupi matanya
Hal yang pertama Aira cari ialah suaminya, mata Aira menelisik ke arah sudut kamar dilihatnya setiap sudut dan Dodi pun tidak terlihat sama sekali
Membuat Aira bernafas lega setidaknya untuk saat ini rasa malu Aira hilang tapi entah nanti bila bertemu lagi
Aira melirik tanganya yang memegang uang senyum merekah terlihat jelas di wajah Aira ketika memandang lembaran uang digenggamnya
"nafkah pertama ku,, kata orang Dodi pria yang pelit, tidak memberi nafkah ini kenyataannya Dodi memberikan ku uang,,,," gumam Aira lirih
Aira pun menghitung uang yang diberikan Dodi dengan wajah yang terhias senyum
"lima ratus ribu rupiah, lumayan,,,," ucap Aira setelah selesai menghitung
Setelah selesai menghitung uang pemberian Dodi Aira meletakkan uangnya diatas ranjang karena Aira hendak berganti pakaian terlebih dahulu sebelum berangkat ke pasar membeli kebutuhan makanan dirumahnya
SUDAH DULU yaa,,,, Bestii ku, Aya mau nyuci baju dulu sebelum menjalani sekenario kehidupan
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE,VOTE DAN KOMEN
__ADS_1
Miss you😘😘😘😘😘