
Di sebuah ruangan CEO Sasongko grup terlihat pria masih muda,tampan terlihat kesal
yaa,,,, pria itu Aldo Sasongko, sudah selama satu bulan ini Aldo berusaha mendekati Aira tapi hasilnya nihil, Aira tidak meliriknya sama sekali
"An ,,,,,,,," teriak Aldo memanggil asistennya
Vian yang mendengar teriakan Aldo memanggil namanya segera menaruh kopi yang sedang dia minum
Vian berlari tergopoh-gopoh agar secepatnya sampai di ruangan CEO
Sesampai didepan pintu ruangan CEO alias Aldo, Vian segera masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
"iyaa,,,, ada apa memanggilku do" ucap Vian terengah-engah karena tadi berlari menuju ruangan Aldo
"tenang,stabilkan nafas mu dulu" ucap Aldo dengan santainya sambil menyeruput secangkir kopi
Aldo yang tadi teriak memanggil nama Vian sudah seperti ada bencana saja, tapi setelah Vian datang dengan mudahnya menyuruh Vian tenang
Ingin rasanya Vian menghajar Aldo, sudah membuat Vian khawatir tapi dengan mudahnya berkata tenang
Tapi itu tidak lahh mungkin, mana berani Vian menghajar Aldo bisa-bisa keselamatan keluarganya terancam, itulah yang ada di benak Vian
Setelah merasa nafasnya teratur Vian membuka percakapan
"ada apa" ucap Vian ekspresi wajahnya datar
"duduk disini dulu" ucap Aldo menepuk sofa disampingnya
Vian menurut saja mau bagaimana lagi Vian sadar posisinya yang hanya seorang asisten Aldo Sasongko
Meskipun Vian menurut tidak melawan dan ekspresi wajahnya datar tapi siapa sangka Vian menyembunyikan rasa khawatir
yaa,,,,, seseorang Aldo Sasongko selama ini tidak pernah basa basi, apapun itu langsung two the poin, tapi kali ini sikapnya yang terlihat aneh yang tidak seperti biasanya membuat Vian resah
"an,,,, ada tugas yang sangat penting " ucap Aldo sendu menatap wajah Vian
"yaa,,,,,, katakan saja" ucap Vian dengan entengnya tidak mengerti arah pembicaraan Aldo
"em,,,,,, bisa tidak suruh adikmu kesini" ucap Aldo
__ADS_1
Deg,,,,,,,,,
Jantung Vian berdegup kencang, bagaimana tidak selama ini Vian melarang Mila membalas pesan dari Aldo, Vian tidak mau Aldo terlalu dekat dengan adiknya, apalagi jika sampai adiknya tertarik dengan seorang Aldo Sasongko itu hal yang sangat membuat Vian resah
Vian terlihat berfikir tidak menjawab perkataan bosnya yang juga sahabatnya itu
"Vian,,,,,,," teriak Aldo memanggil nama asistennya
"hhhhhh,,,,,,, iya bos" ucap Vian gelagapan tersadar dari lamunannya
"cepat suruh adikmu kesini, selama ini adikmu tidak pernah membalas pesanku yang aku kirim" ucap Aldo sedikit berteriak
Vian dilema disisi lain Vian tidak mau adiknya dekat dengan Aldo tapi disisi lain ini adalah perintah
"Mila tidak di kota ini do, adikku sedang pergi kerumah nenenkku diluar kota" ucap Vian pastinya berbohong
Aldo yang posisinya duduk berhadapan dengan Vian memajukan wajahnya mendekat ke arah Vian
Aldo yang sudah lama mengenal Vian sangatlah hafal dengan gestur tubuh Vian ketika berbohong
"jangan berbohong, cepat suruh adikmu kesini" ucap Aldo sedikit berbisik ditelingga Aldo
Bagi orang yang belum mengenal Aldo bisikan seperti itu terlihat biasa saja tapi bagi Vian yang sudah sangat mengenal Aldo bisikan itu sangat menakutkan, bisikan itu pertanda kesabaran Aldo sudah habis
"tapi,,,," ucap Vian masih berusaha agar adiknya tidak bertemu Aldo
"seorang Aldo tidak mau mendengar kata tapi, cepat suruh adikmu kesini sebelum meeting bersama klien dari Australia berlangsung" ucap Aldo datar sedangkan ekor matanya menatap jam tangan yang menempel di pergelangan tangannya
Vian gelagapan panik bingung apa yang akan dilakukannya, disisi lain Vian seorang kakak ingin yang terbaik untuk adiknya tapi disisi lain Aldo atasannya, membuat Vian galau
"cepat an,,,,,,, " teriak Aldo yang melihat asistennya masih diam saja membuat Aldo habis kesabaran
Mendengar teriakkan Aldo Sasongko yang terlihat sangat murka, segera Vian merogoh saku celananya mengambil ponsel untuk menghubungi adiknya
Beberapa menit kemudian sang adik mengangkat panggilan dari Vian kakaknya,tanpa basa-basi Vian mengatakan segalanya
Sedangkan Mila yang saat ini sedang berada di kampus berjingkrak kegirangan, bagaimana tidak sebenarnya Mila tertarik dengan Aldo, bagaimana tidak pria ganteng masih muda, sarang duit lagi siapa wanita yang tidak menginginkan mendapatkan seorang Aldo
Tapi selama ini Mila mengacuhkan pesan dari Aldo bukan karena tidak mau membalas tapi karena larangan dari kakaknya Vian
__ADS_1
Mendengar perintah dari kakaknya secepat kilat Mila bergegas pergi ke kantor kakaknya bekerja
Hati Mila berbunga-bunga, senyum merekah di bibir Mila menggambarkan kebahagiaan yang saat ini dia rasakan
***************
Sedangkan di kantor Aldo dan Vian terlihat berbicara serius
"Do,,,,,, aku gak mau kamu menyakiti adikku" ucap Vian two the poin
Mendengar perkataan sang asisten Aldo tergelak tawa, tertawa keras sampai memegangi perutnya
Mendengar Aldo tertawa Vian mengeritkan kedua dahinya, Vian sama sekali tidak mengerti apa yang ada dibenak pria dihadapannya
Melihat tatapan aneh dari asistennya Aldo menghentikan tawanya
"siapa juga yang mau menyakiti adikmu, gak penting" ucap Vian entengnya
"kalau adikku gak penting, untuk apa kamu menyuruhnya datang kemari" ucap Vian dengan sinis nya sudah tidak peduli siapa yang sedang Vian hadapi
"nanti kamu juga tau" ucap Aldo sambil memegang pundak Vian asistennya
Begitu banyak pertanyaan yang ingin Vian tanyakan tapi harus terhenti karena sebuah ketukan dari luar pintu
Vian yang mendengar suara ketukan segera membuka pintu, yaa,,,,,, mana mungkin seorang Aldo mau membukakan pintu kalau bukan Vian siapa lagi
Disaat Vian membuka pintu mulutnya mengangga, bagaimana tidak hanya beberapa menit adiknya sudah sampai di kantor milik Aldo
Aldo yang melihat Vian diam termenung didepan pintu penasaran siapa yang datang, dengan sigap Aldo berjalan mendekat kearah pintu
Aldo yang melihat Mila berdiri didepan pintu ruangannya tersenyum lebar, senyum yang begitu manis membuat wanita mana yang tidak meleleh
Mila yang melihat senyum Aldo ingin rasanya mencubit pipi Aldo merasa gemas, tapi itu hanya angan mana berani Mila melakukanya bisa diamuk kakaknya yang posesif, begitulah yang ada dibenak Mila
"Silahkan masuk" ucap Aldo menarik tangan Mila
Mila yang ditarik tangannya hanya menurut saja tidak menolak, bagaimana bisa menolak hanya dipegang tangannya saja lidah Mila serasa kelu tak mampu berbicara apapun, tanpa terasa suhu tubuhnya berubah menjadi panas dingin grogi
Vian masih diam mematung di depan pintu, Vian melihat jelas tangan adiknya dipegang Aldo, ingin rasanya menarik tangan Aldo agar menyingkir dari tangan adiknya, tapi itu hanyalah angan kenyataannya mana berani
__ADS_1
Terlihat Mila sudah duduk disofa tersenyum merekah sangat terlihat jelas Mila sangatlah bahagia
Sedangkan Aldo juga duduk disofa didekat Mila