Dijodohkan Nenek

Dijodohkan Nenek
Ruangan Pak Heri


__ADS_3

Cukup sulit membuat nenek Halimah menyetujui keinginan Aira, tapi karena ibu Mini akhirnya nenek Halimah menyetujui keinginan Aira, entah apa yang dibicarakan ibunya dan neneknya yang Aira tau nenek Halimah menyetujuinya itu sudah lebih dari cukup


Senyum berkembang di bibir Aira nenek Halimah biasanya ketika bilang tidak, meskipun dibujuk bagaimana pun tetap tidak tapi kali ini berbeda


Membuat Aira senyum-senyum sendiri dibandingkan menang lotre ahhhh,,,,,,, lewat,,,,,,,,,


Aira sudah melangkahkan kaki menuju jalan raya karena kali ini Aira dijemput Aldira


Aira sudah menolak lebih baik naik angkot saja tapi Aldira yang keras kepala membuat Aira tidak bisa menolak


Aira menolak tapi hatinya tidak dalam hati jingkrak-jingkrak karena ngirit cuan, yang tadinya buat bayar angkot bisa buat yang lain,,,,,,


hhhhh,,,,,,,,,, dasar kismin amat yaakkkk,,,,,,,,,,,,


Aldira yang melihat sahabatnya senyum-senyum sendiri menggaruk pelipisnya yang memang gatal


"woy,,,,,,,,,, kesambet luu yaa,,,,, senyum- senyum sendiri udah Kya orang setres,,,,," celoteh Aldira


Aira yang sadar sejak tadi senyum sendiri membungkam mulutnya


"hissss,,,,,,,, apaan sihhh,,,,," Aira memukul pundak Aira raut wajahnya sudah berubah kusut sudah seperti kanebo kering


"uhhhh,,,,,,sakita,,,,,,,,,," Aldira mengusap-usap pundaknya


"ini namanya kekerasan bisa saya lapoooo,,,,,,,," belum sempat menyelesaikan ucapannya Aira sudah menimpali


"Apa,,,,,,,," mata Aira melotot sudah siap mengibarkan bendera peperangan


Aldira yang melihat sahabatnya marah mengalah lebih memilih diam padahal niatnya hanya bercanda tapi Aira justru baper


"huhhh,,,,,,,, tuh anak kenapa galak amat yaa,,,,,, sudah seperti macan habis melahirkan" menggerutu dalam hati


iyaaa,,,,,, lahh,,,,,,,,, kalau bicara langsung bisa tambak ngamuk


Aldira menyalakan motornya pergi menuju tempatnya bekerja


Di sepanjang jalan tidak ada yang membuka percakapan baik Aldira maupun Aira sama-sama saling diam Aira menoleh ke arah samping memandang pemandangan sepanjang jalan sedangkan Aldira fokus mengendarai motor


Setelah cukup lama akhirnya sampai di swalayan tempat Aira dan Aldira mencari nafkah


eitttsssss,,,,, dulu kan sebentar lagi Aira akan mengundurkan diri


Ketika Aira dan Aldira datang semua mata menuju ke arah mereka saling berbisik-bisik


Aira yang melihat teman-temannya berbisik menundukkan kepala


"pasti mereka bergosip tentang ku,,,,," ucap Aira dalam hati


Aldira yang melihat sahabatnya menunduk mengengam tangannya, menguatkan sahabatnya


"Ayo,,,,,,," ucap Aldira mengandeng tangan Aira sedangkan Aira masih saja menundukkan kepala


Semua mata masih saja mengamati Aira dan Aldira bahkan sampai Aira dan Aldira tak terlihat


yaaaa,,,,,,,,,Aira dan Aldira sudah sampai di depan ruangan atasannya


Setelah sampai Aira melepaskan genggamannya

__ADS_1


" Raaa,,,,,,,,,,,,,,,," ucap Aldira menarik dagu Aira agar mendongak karena sedari tadi Aira terus saja menunduk


Aira mendongak menatap mata sahabatnya


Tangan Aldira pun berpindah memegang pundak Aira


"Raaa,,,,,,, mana sahabatku yang dulu wanita hebat wanita tangguh,,,,,,,"ucap Aldira menyemangati sahabatnya


"Tapi Al,,,,,,,,,,aku,,,,,,,,,,,,,,,,,," ucap Aira belum selesai berucap sudah di potong Aldira


"tidak ada tapi,,,,,, tapian,,,,,,," sudah sana temui pak Heri


yaaaa,,,,,,,, pak Heri atasan Aira dan Aldira


Aira menarik nafas dalam-dalam keluarkan, tarik nafas keluarkan, tarik nafas lagi keluarkan sampai benar-benar lega


Setelah merasa benar-benar lega Aira melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan atasannya


"semangat,,,,,,,," ucap Aldira sedikit berbisik ditelinga Aira


Aira sangat berat mengundurkan diri dari tempatnya bekerja, Aira sudah nyaman apalagi ada sahabatnya Aldira membuat Aira semakin betah


Tapi semua berubah setelah kepergian Bryan padahal Aira juga tidak menginginkan semua ini, Aira juga korban tapi di mata semua orang Aira lahhh pelaku penyebabnya


Tokkkk,,,,,,,,,,,,,Tokkk,,,,,,,,,,Tokkkk,,,,,,,,


Aira mengetuk pintu ruangan atasannya


"masukkkk,,,,,,," sahut Heri atasan Aira yang terdengar sampai diluar ruangan


Mendengar sahutan atasannya Aira meraih gagang pintu dan membukanya


Aira masuk keruangan atasannya menelan slavinya


"glekkkkk,,,,,,,,,,,,"


Aira takut fikiranya kemana-mana takut surat pengunduran dirinya ditolak


Heri atasan Aira yang mendengar pintu terbuka mendongak menatap pintu terlihat Aira masuk dengan stop map ditangannya yang gemetar


Heri yang melihat Aira gemetar ketakutan justru ingin tertawa tapi tetap ditahannya Hari tidak mau wibawanya turun dihadapan Aira


"Ada apa,,,,,,," tanya Heri atasan Aira


Aira melangkahkan kaki mendekati Heri yang duduk ditempat kerjanya


Dengan langkah pelan tapi pasti Aira sudah sampai di depan atasannya tapi tetap terbatasi meja


Cukup lama Aira berdiri di depan atasannya tanpa sepatah katapun terucap dari mulutnya


Melihat Aira takut,sedih membuat Heri memicingkan mata


"Silahkan duduk,,,,,,," ucap Heri yang melihat Aira


sejak tadi diam saja


"katakan jika tidak penting keluar lahh,,,,," sambung Heri tanpa basa basi

__ADS_1


Aira mengumpulkan keberanian


"ini pak,,,,, " ucap Aira mengulurkan sebuah stop map dari tangannya


Heri menerima stop map dibuka stop map tersebut dibaca secara seksama


"hemmm,,,,,,,, apa benar kamu ingin mengurus suamimu dirumah,,,,," tanya Heri


Aira hanya mengangguk-angukkan kepala


"kalau itu alasanmu saya tidak bisa melarangnya,,,," ucap Heri


"okeee,,,,,, satu Minggu lagi hari terakhir mu bekerja,,,,,," sambungnya


Aira yang tidak bisa menunggu satu Minggu lagi membuka mulutnya


"tapi pak,,,,, saya maunya hari ini,,,,,," ucap Aira


Heri melotot menatap tajam


"jangan-jangan ini hanya alasanmu saja, sebenarnya kamu ingin bekerja di tempat lain kan,,,,,????" tanya Heri


"tidak pak,,,,, tidak,,,,,,," dengan cepat Aira menjawabnya karena memang bukan karena ingin bekerja di tempat lain tapi karena dijauhi dan di gosipin, di sindir-sindir teman-temannya membuat Aira mengundurkan diri


" yaa,,,,, sudah kalau bukan itu alasanmu, hari ini , hari terakhir mu bekerja,,,,,," ucap Heri


"jadi hari ini masih bekerja gitu,,,,," tanya Aira


"iya,,,,," jawab Heri cepat tegas


"tapi pak,,,,,,,,," ucap Aira belum sempat menyelesaikan sudah di potong Heri


"yaaaa,,,,,,,yaaaa,,,,,,,,, hari ini tidak bekerja silahkan keluar gaji terakhir mu dikirim ke rekening mu,,,," ucap Heri


"tapiii,,,,,," seperti tadi belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di timpali Heri atasannya


"mau saya berubah pikiran,,,,," ucap Heri membentak


Aira tersentak kaget baru kali ini melihat atasannya begitu garang biasanya hanya tegas berwibawa


"hhhhh,,,,,,,, mending cepetan keluar dari ruangan ini sebelum pak Heri berubah pikiran" gumamnya dalam hati


"permisi pak,,,,,,,terima kasih,,,,,," ucap Aira sedikit menunduk


"hemmm,,,,,," Heri hanya berdehem matanya sudah fokus dengan berkas-berkas di depannya


Aira melangkahkan kakinya menuju pintu


Aira pun sudah berada diluar pintu menghembuskan nafas kasar


Aldira masih setia menunggu Aira di depan pintu ruangan atasannya


Aldira yang melihat ekspresi Aira yang sulit ditebak membuat Aldira begitu penasaran


"gimana surat pengunduran dirimu diterima kan,,,,????" tanya Aldira dengan mata berbinar binar Aldira begitu yakin tidak mungkin ditolak karena alasan Aira begitu pas


Aira menunduk terlihat murung

__ADS_1


Melihat ekspresi Aira senyum di bibir Aldira hilang seketika bak ditelan bumi


__ADS_2