DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Kau menghancurkan hatiku


__ADS_3

"Jadi ... kau maunya apa? menikah?" Azlan menatap Ayesha dengan tulus. Ingin sekali lagi, Azlan melamar Ayesha tapi itu semua terasa berat Azlan ucapkan.


"Ayesha berjalan beberapa langkah sambil berpikir. Azlan yang melihat Ayesha seperti itu, merasa harap-harap cemas. Azlan ingin Ayesha mengatakan iya, maka ia akan berusaha untuk mendekati Ayesha dan membuat gadis itu mencintainya.


Cukup lama Azlan menunggu jawaban dari Ayesha. Namun jawaban yang Ayesha berikan tidak sesuai dengan keinginannya. Hati Azlan terasa hancur berkeping-keping. Belum apa-apa, iya sudah di patahkan hatinya.


"Apa kau yakin tidak menginginkan pernikahan?" Azlan mempertanyakan kembali sekedar meyakinkan bahwa yang ia dengar tadi adalah tidak benar. Lagi-lagi Azlan seperti kehilangan kesempatan, Ayesha tetap bertekad untuk tidak akan menikah meskipun ada yang ingin menikahinya.


Hati Azlan terasa patah mendengarnya, ia seakan kehilangan kesempatan untuk mengungkapkan niatnya.


"Ya, aku tidak ada niatan ingin berumah tangga. Lagian buat apa? tidak ada hal yang menyenangkan yang di dapatkan."


Seketika, rasa yang tadinya bergelora seakan pupus sudah dengan pernyataan Ayesha.


Azlan berjalan beberapa langkah mendekati Ayesha, sehingga membuat Ayesha tidak bisa berkutik.

__ADS_1


"Kalau aku yang melamarmu, apakah kau mau menikah denganku?" Ya, akhirnya Azlan mengungkapkan keinginannya.


Ditatapnya wajah Ayesha yang penuh dengan kebingungan.


"Haha ... Sudahlah Pak, kau tidak perlu bercanda dihadapanku. Karena jawabanku tentulah tetap tidak!"


"Kau menolakku untuk kedua kalinya?" Azlan menatap Ayesha seolah tidak percaya. Ternyata wajah tampannya tidak membuat Ayesha terpedaya dan jatuh cinta dengannya.


"Seperti yang kau dengar." Ayesha terlihat tidak peduli dengan hancurnya hati Azlan.


Dengan langkah gontai, Azlan berjalan menuju pintu lift bersamaan dengan Ayesha yang menyusulnya di belakang. Tidak ada pembicaraan apapun disana karena bagi Azlan semua sudah jelas.


~


Pertemuan Azlan yang terakhir kali dengan Ayesha menyisakan luka mendalam bagi Azlan. Bagaimana tidak? Ayesha dengan terang-terangan mengatakan jikalau ia tidak ingin berumah tangga. Bahkan saat Azlan kembali melamarnya, perempuan itu tetap kekeh menolaknya.

__ADS_1


Sejak saat itu, Azlan tidak pernah melihat Ayesha lagi karena Ayesha sudah mengajukan pengunduran diri dari kantor Azlan.


Sikap Azlan semakin dingin, bahkan ia tidak banyak bicara. Azlan menghabiskan waktunya dengan terus bekerja tanpa kenal waktu. Rezel pun semakin bingung dengan sikap sang putra yang tidak memiliki semangat hidup.


Rezel tidak ingin banyak ikut campur mengenai masalah yang dihadapi sang putra. Karena Rezel yakin, Azlan bisa melalui itu semua.


Azlan menatap layar ponselnya, ada satu panggilan masuk. Dengan ragu-ragu Azlan mengangkatnya. Namun Azlan hanya nendengar suara kresek-kresek tidak jelas.


Azlan kembali meletakkan ponselnya diatas meja. Tiba-tiba satu pesan masuk. Ingin rasanya Azlan mengabaikan namun karena penasaran, ia pun membacanya.


Mata Azlan melotot, dadanya seakan sesak melihat keadaan Ayesha. Seseorang mengirim sebuah file yang berisi foto Ayesha yang terjebak dengan seorang pria di kamar hotel. Bahkan berita itu seketika viral di kalangan masyarakat.


Tangan Azlan terkepal erat, meskipun sudah di tolak mentah-mentah ternyata rasa cinta itu masih ada untuk Ayesha.


Seolah dunia tidak berpihak untuknya, cinta yang Azlan miliki tidak bisa menggapai Ayesha untuk selalu di samping Azlan.

__ADS_1


"Arg ... aku membencimu Ayesha, sangat membencimu!" Azlan menangis dengan menutupi kedua wajahnya, ia benar-benar rapuh. Inilah sisi kelemahannya yang tidak ingin diketahui orang lain.


__ADS_2