DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Benar-benar gila!


__ADS_3

"Sadarlah, Nak. Oma mohon!" Freya menitikkan air mata melihat kondisi cucu satu-satunya yang belum juga sadarkan diri.


"Meski kau akan merasa kecewa nantinya setelah mengetahui kabar duka yang keluarga kita alami, tapi setidaknya kau bisa menemani Mamamu yang begitu sedih setelah kehilangan Papamu sayang." Lagi-lagi Azlan tidak jua menunjukkan tanda-tanda ia akan sadarkan diri. Freya yakin, di bawah alam sadarnya tentu Azlan mendengarkan setiap ucapan yang Freya katakan.


Tiba-tiba ponsel Azlan yang berada didalam tas milik Freya berdering. Ponsel tersebut Freya dapatkan saat pihak kepolisian memberikan barang-barang kepunyaan Azlan yang ditemukan di TKP.


Freya mengernyitkan dahinya, saat membaca nama yang tertera di ponsel Azlan, karena tidak biasanya orang yang Freya tugaskan untuk membersihkan rumah peninggalan orang tua Freya malah menghubungi Azlan.


Freya mengangkatnya dan mendengarkan setiap ucapan yang ia dengar dari Bik Risna.


"Apa maksudnya ini Bik?" Tentu Freya terkejut dengan ucapan yang di lontarkan Bik Risna, karena Freya sama sekali tidak mengetahui kalau cucunya sudah mempunyai istri.


"A ... nu Nyonya." Dengan rasa gugup Bik Risna menjawabnya, karena Bik Risna pun tak kalah terkejutnya. Bik Risna tidak menyangka Freya yang mengangkat ponsel Azlan.


"Anu apa sih Bik? Tolong jelaskan kepada saya!" Tentu Freya merasa penasaran dengan cerita yang Freya dengar barusan, meskipun Bik Risna hanya mengatakan istri Azlan kabur. Tapi hal itu cukup mengejutkan Freya, karena cucunya sama sekali tidak mengatakan jikalau ia sudah beristri. Kalaupun sudah menikah, tentu Freya orang yang pertama dikabari oleh menantunya.


"Saya juga tidak tahu cerita awalnya Nyonya, yang jelas kedatangan Azlan ke kampung waktu itu dengan membawa seorang perempuan. Ia mendatangi rumah saya dan menyuruh saya untuk mencarikan penghulu malam itu juga." Bik Risna menceritakannya kepada Freya dengan rasa takut, karena Azlan sudah berpesan jikalau pernikahannya tidak boleh diketahui oleh keluarganya sendiri.


Freya mengusap pelipisnya, rasa pusing di kepalanya semakin menghantam. Keluarganya saat ini sedang di timpa musibah, namun cerita yang mengejutkan malah memperumit keadaan.


"Lalu dimana istrinya Azlan sekarang Bik?" Freya menanyakan keberadaan istri dari cucunya, karena saat terjadi kecelakaan Azlan hanya sendiri.


"Itulah Nyonya, saya juga tidak mengetahuinya. Saat saya sedang bersih-bersih, Nona Ayesha malah kabur tanpa sepengetahuan saya."


"Astaghfirullah, bagaimana ini bisa terjadi? Bibik tahu sendiri, di perkampungan sana tidak ada kendaraan untuk menuju kota!" Freya sangat emosi medengar kabar yang ia dengar, seharusnya Bik Risna tidak membiarkan Ayesha kabur.

__ADS_1


"Maafkan saya Nyonya, saya sudah melarang Nona Ayesha untuk kabur. Tapi Nona Ayesha malah nekad pergi!"


"Hufft ... Apa yang akan terjadi dengan menantuku nantinya, Bik? Kenapa Bibik tidak menjaga dia, saat ini kami sedang dilanda musibah. Cucuku saat ini koma, bagaimana ia akan mencari keberadaan istrinya!" Freya masih saja emosi, ia sudah di pusingkan dengan keadaan Azlan yang tidak jua menunjukkan tanda-tanda akan sadarkan diri ditambah keadaan menantunya yang juga memperihatinkan setelah kepergian Rezel. Sekarang malah datang lagi masalah yang mengacaukan pikiran Freya. Tidak mungkin Freya lepas tangan saja mendengar kabar tersebut. Ayesha sudah menjadi bagian keluarganya, sudah sepatutnya Freya mencari keberadaan menantu dari cucunya tersebut.


Freya terduduk, keadaan semakin rumit saja. Bagaimana bisa cucunya menikah tanpa sepengetahuan keluarga dan sekarang malah istri yang ditinggalkan Azlan di kampung malah kabur begitu saja.


Freya menghubungi seseorang dari ponselnya. Ia akan meminta bantuan Wilson untuk mencari keberadaan Ayesha.


"Saya mempunyai pekerjaan penting, Wil!"


"Apa itu Nyonya?"


"Bantu saya untuk mencari keberadaan menantu saya. Namanya Ayesha, ia istri dari Azlan. Untuk fotonya akan saya kirimkan via Whatsapp!"


"Oke, akan segera saya kerjakan Nyonya," jawab Wilson dengan segera, ia sudah beberapa tahun bekerja dengan keluarga Azlan. Setiap pekerjaan yang diberikan kepada Wilson selalu ia kerjakan dengan sangat baik.


"Oke Nyonya!"


~


Gaun pengantin berwarna putih yang baru saja diberikan oleh pihak MUA tidak lantas membuat Ayesha bahagia. Ayesha sudah ketar-ketir, tidak mungkin ia menikah dengan Alex sedangkan Ayesha sendiri masih berstatus istri.


Ayesha meremas jari tangannya. Sebelumnya, Ayesha sendiri sudah mengatakan jikalau ia sudah memiliki suami. Namun lelaki itu malah tidak mempercayainya dan malah mengancam dirinya.


Ayesha pusing, bagaimana caranya ia kabur dari sini sedangkan penjagaan diluar sangatlah ketat. Lelaki itu sungguh keterlaluan, mengancam dan memaksakan kehendaknya seenaknya saja.

__ADS_1


"Nona Ayesha ...!" Ketukan pintu dari luar menambah pusing kepala Ayesha, padahal Ayesha mencari cara untuk kabur akan tetapi seseorang yang berada diluar malah menghancurkan rencananya.


Tok


Tok


Tok


"Nona ...!" Seseorang yang berada diluar seperti tidak sabaran, hingga membuat Ayesha jengah.


Ayesha keluar dari kamar mandi. "Bisa sabar sedikit saja gak sih?" Ayesha meninggikan suaranya, ia begitu kesal dengan staf MUA yang ada dihadapannya. Ayesha sebelumnya sudah mengatakan, jikalau ia tidak mau memakai pakaian itu. Bahkan Ayesha juga sudah mengatakan kalau Ayesha sudah memiliki suami dan untuk itu Ayesha memohon bantuannya untuk kabur. Namun, perempuan itu menolak untuk membantunya dan mengatakan jikalau ia harus menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak peduli dengan status Ayesha sendiri.


"Nona harus memakai pakaian ini, karena sebentar lagi ijab kabul akan segera dilaksanakan!" Perempuan yang merupakan pihak MUA menyodorkan gaun pengantin kepada Ayesha, karena sedari tadi Ayesha terus saja menolak untuk memakainya.


"Brengsek, ternyata Alex tidak main-main dengan ucapannya. Ini tidak bisa dibiarkan, aku tidak mau menikah dengan dua lelaki sekaligus." Ayesha berucap dongkol didalam hatinya. Situasi semakin mendesak, bagaimana ia akan keluar dari tempat ini.


"Nona ...!" Panggilnya sekali lagi.


"Kau berisik sekali ...!" Ayesha bukannya mengambil gaun itu, malahan Ayesha melenggok pergi ke kamar mandi.


"Nona tidak bisa begitu! tolong bantu saya untuk menyelesaikan tugas saya ini dengan baik. Saya baru sehari bekerja disini, jadi tolong bantu saya. Saya butuh uang ini untuk keperluan adik-adik saya, kalau saya tidak becus begini dalam bekerja, bagaimana saya akan mendapatkan uang? Dan tentunya saya juga bakalan di pecat dari pekerjaan saya kalau Nona tetap menolak!"


Ayesha menatap perempuan itu dengan sinis. "Memang apa urusan saya? Saya sudah mempunyai suami, tapi anda tetap saja memaksa saya untuk memakai baju itu!" Ayesha melengos pergi. Tidak masalah, perempuan itu mengatakan Ayesha tidak mempunyai perasaan. Karena ini juga termasuk harga dirinya, ia tidak ingin dinikahi dengan keadaan seperti ini.


"Hufft ... yang benar saja, aku memiliki dua suami?" Ayesha merinding memikirkannya. Ayesha hanya bisa berharap ada bantuan seseorang, ia tidak ingin menikah dengan Alex tentunya.

__ADS_1


"Azlan bantu aku." Tiba-tiba Ayesha mengingat lelaki itu, ia berharap Azlan datang membantunya.


__ADS_2