DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Kekecewaan sang istri


__ADS_3

"Bisa Abang jelaskan ini?" Vira memperlihatkan ponsel yang ada di tangannya yang berisi sebuah video yang saat ini sedang hangat-hangatnya di perbincangkan. Bahkan berbagai macam gunjingan bahkan hinaan di lontarkan netizen terhadap suaminya. Ia cukup geram membacanya, walau bagaimana pun keadaannya Rezel tetap suaminya. Ia tetap tidak rela sang suami di hina seperti itu oleh orang lain.


"Sayang ... jangan percaya dengan berita tersebut. Aku suamimu, jadi tetap percayalah dengan suamimu ini." Rezel merebut ponsel dari tangan Vira dan menyembunyikannya. Jelas saja, Rezel tidak ingin Vira melihat video itu lagi.


Vira tertegun, ternyata Rezel masih saja berusaha menyembunyikan masalah yang di hadapi. Vira tentu muak dengan alasan yang diberikan oleh Rezel. Ia tidak akan bertanya perihal itu jikalau bukan suaminya sendiri yang ia lihat di video tersebut. Namun nyatanya apa? Rezel malah merebut ponselnya tanpa mengklarifikasinya terlebih dahulu.


Cukup sudah Vira berdiam diri dan mencoba menjadi istri yang baik selama ini. Bahkan apapun yang di lakukan Rezel di luaran sana, Vira sama sekali tidak mengetahuinya.


Sudah cukup kesabaran Vira di uji. Bahkan hal yang begitu besar saja, sang suami malah tetap tidak mau berbagi cerita dengannya. Sedih, sudah pasti itulah yang di rasakan. Karena walau bagaimana pun, ia berumah tangga dengan Rezel sudah bertahun-tahun lamanya.


Vira tersenyum sinis. "Apakah aku tidak berhak tahu? Aku istrimu Bang ...!" Vira mengingatkan posisinya agar Rezel mengikutsertakan dirinya dalam masalah yang di hadapi Rezel.


"Atau ... Kau sama sekali tidak menganggapku istri dan hanya menganggapku sebatas adik angkat yang di pungut orang tuamu kala itu!"

__ADS_1


Jdar ...


Ucapan Vira begitu menusuk hati. Padahal Rezel tidak bermaksud seperti itu hanya saja ia takut untuk bersikap jujur. Ia tahu Vira terluka dengan berita tersebut. Namun jikalau Rezel jelaskan pun tetap saja akan memperkeruh keadaan dan sang istri semakin terluka tentunya.


"Sayang ... jangan berbicara seperti itu!" Rezel menangkupkan kedua tangannya, ia memohon maaf akan kejadian itu. Namun untuk jujur ia belum siap karena terlalu takut Vira akan pergi dari hidupnya.


"Aku hanya ingin abang jujur ... apakah itu salah?" Rezel menggelengkan kepalanya. Tentu permintaan Vira tidaklah salah, yang salah itu adalah dirinya yang masih takut untuk jujur.


"Sayang ...! Lupakan perihal itu. Rumah tangga kita pasti akan baik-baik saja tanpa berita tersebut!" Rezel mencoba mendekat dan membujuk Vira agar tidak membahas video itu lagi.


Rezel berlari mengejar Vira dan berusaha untuk mencegah Vira pergi, ia menarik tangan Vira lalu perlahan ia peluk. "Maafkan aku sayang, aku janji akan menjelaskannya!" Rezel akan mencoba untuk terbuka, karena begini akan lebih baik daripada Vira marah.


Vira sedikit lebih tenang mendengarnya, ia akan berusaha mengerti kalau seumpamanya Rezel mau jujur. Meskipun nantinya akan ada luka yang menganga di hati Vira, itu akan lebih baik daripada ia sama sekali tidak mengetahuinya.

__ADS_1


Rezel membawa tubuh Vira untuk duduk setelah Vira sedikit tenang. Rezel akan mencoba untuk bercerita.


Cukup lama mereka terdiam, bahkan Rezel belum juga memulai untuk bercerita.


Vira menatap kearah Rezel, tentu ada perasaan cemas menghantui karena walau bagaimanapun sudah jelas suaminya berkhianat di belakangnya.


Rezel yang di tatap seperti itu pun menjadi salah tingkah. Ia merasa di telanjangi, aib yang selama ini di tutupi malah tercium oleh istrinya.


"Ehm ...sebenarnya ..." Rezel terbukti belum siap untuk bercerita. Ia tampak sekali tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Sebenarnya apa?" Vira menjadi tidak sabar, kesabarannya seakan terkikis karena Rezel tidak kunjung jua bercerita. Sepertinya terlalu banyak hal yang di sembunyikan Rezel darinya.


Rezel menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia benar-benar bingung sekaligus takut untuk bercerita.

__ADS_1


"Cukup ..." Vira mengangkat tangannya. "Kalau kau tidak mau bercerita tidak masalah, mungkin aku bukanlah istrimu yang pantas untuk berbagi." Ujar Vira lagi dengan berurai air mata.


__ADS_2