
Ayuna sudah pulang ke rumah kontrakannya, saat ia masuk ia melihat sang kakak tengah tertidur di depan sebuah televisi.
"Hei bangun!" Dengan mengayunkan kakinya, ia mencoba membangunkan Ayesha yang sedang tertidur pulas. Tidak ada pergerakan dari Ayesha sama sekali, karena memang nyatanya Ayesha tengah kecapean dan membuat tidurnya tidak terganggu sedikitpun.
"Kak Ayesha, bangun!" Ayuna berteriak cukup keras dengan memukul lengan kanan Ayesha.
"Au... kenapa kau memukul kakak?" Ayesha lantas terbangun karena pukulan yang dilakukan Ayuna cukup keras di lengannya.
"Enak ya tidurnya? bukannya aku menyuruhmu untuk membersihkan rumah?"
"Kakak masih capek, Dek. Makanya kakak beristirahat sebentar,"
"Enak saja beristirahat! Sana bersihin rumah kembali. Ini lagi, masih ada yang kotor lantainya. Kau bisa kerja gak sih, percuma aku memberikanmu tempat tinggal dan makan, kalau kau saja masih malas-malasan seperti itu!"
Ayesha bergeming, ada kesedihan yang terpancar dari mata cantiknya namun semua itu berusaha Ayesha tutupi dan menganggap ucapan Ayuna merupakan sebuah kejutan untuknya.
__ADS_1
"Hehehe... kau bicara apa sih, Dek. Pasti kau hanya bergurau sajakan? kejutanmu gak mempan Dek karena Kakak sudah mengetahuinya. Sekarang ayo, mana kue ulang tahunnya biar kakak tiup lilinnya sekarang!"
Ayuna tertawa sinis. "Kau gila, siapa juga yang akan memberikan kejutan untukmu. Buang-buang duit dan membuang waktuku saja!" Ayuna lantas langsung beranjak dari sana dan meninggalkan Ayesha yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya. Ya, Ayesha tidak percaya akan ucapan adiknya yang seperti itu. Ayesha pikir, sikap Ayuna yang seperti itu karena ingin memberikan kejutan di hari ulang tahunnya.
Ayuna masuk kedalam kamarnya begitu saja. Ia merasa tidak peduli dengan kesedihan yang kakaknya rasakan.
Setelah beberapa saat temenung, suara dering ponselnya mengejutkan Ayuna yang tengah melamun. Ia lantas langsung mengangkatnya dan mendekatkan ke telinganya.
"Ya, ada apa kau menghubungiku lagi?"
"Bukan urusanmu!"
"Hei... tentu ini menjadi urusanku sekarang. Karena aku sudah dengar kabar kesembuhanmu dari tantemu,"
Ayuna berdecak kesal. "Sial! kenapa juga tante Kinanti memberitahukan lelaki bajingan itu!" lirihnya yang tampak kesal sekali.
__ADS_1
"Ayuna, cepat laksanakan tugas yang sudah aku perintahkan. Uang mukanya sudah aku kirimkan ke rekening tantemu dan untuk sisanya akan di berikan oleh lelaki yang membokingmu nanti!"
"Tidak, aku tidak bisa. Karena aku sudah berniat untuk menjauh dari pekerjaan itu." Ayuna tentunya menggeleng, ia tidak terima diatur begitu saja dan untuk tante Kinanti akan ia urus nantinya.
"Jangan memancing emosiku Ay! sudah aku bilang, ucapanku tidak ingin di bantah sedikitpun! kau sudah menikmati uang itu, jadi kerjakan tugasmu sekarang juga!"
Ayuna tidak peduli dengan ancaman yang di ucapkan lelaki itu. Ia lantas langsung mematikan sambungan telephonenya begitu saja. Meskipun lelaki itu tetap saja menghubunginya setelah sambungan telephone tadi sempat ia matikan, namun Ayuna tampak tidak peduli dan langsung masuk ke dalam kamar mandi begitu saja.
"Brengsek! kau ternyata mau bermain-main denganku!" Lelaki itu menatap ponselnya dengan penuh kesal, namun kekesalannya itu bukan karena ponselnya melainkan dengan orang yang tengah ia hubungi.
"Awas saja kau Ay, tidak ada kata tidak jikalau aku yang sudah bertindak!"ujar lelaki itu dengan penuh kekesalan.
Ayuna baru saja keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah kembali segar seperti semula. Kakinya terayun menuju kaca rias yang sempat ia beli dengan uang yang di berikan Azlan untuk Ayesha.
Ayuna menatap pantulan wajahnya dari cermin kaca yang berada di hadapannya. "Bagaimana ini? aku tentu tidak akan melakukan hal itu lagi. Setelah berbulan-bulan aku koma karena melakukan aborsi waktu itu. Jadi mana mungkin, aku akan kembali lagi dengan pekerjaan itu lagi,"
__ADS_1
Setelah sekian detik terdiam, akhirnya Ayuna menemukan sebuah ide tanpa melibatkan dirinya. "Ya, kenapa tidak aku manfaatkan saja Kak Ayesha. Dia juga tampak sangat cantik apabila di dandani dan mungkin saja bayarannya akan lebih besar lagi nantinya," ujarnya dengan sebuah senyuman.