DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Episode 72


__ADS_3

Ayesha perlahan mendekat. Bahkan saat ini, ia sudah berada dihadapan lelaki itu. Dengan penuh rasa percaya diri, Ayesha mengalungkan kedua tangannya di tengkuk leher Azlan.


Cup


Satu kecupan sudah mendarat sempurna di bibir mantan suaminya itu.


"Aku tahu, dihatimu ini masih ada namaku." Ayesha perlahan mendekatkan telinganya di dada Azlan. Dapat ia rasakan deguban jantung Azlan yang bertalu-talu di telinganya.


Cup


Ayesha kembali mengecup bibir itu untuk kedua kalinya, kali ini ia tidak akan mundur meskipun harga dirinya menjadi taruhannya.

__ADS_1


Perlahan namun pasti, Ayesha memperdalam ******* di bibir mantan suaminya itu. Meskipun tidak ada balasan sedikitpun dari Azlan, namun tekad Ayesha sudah bulat. Anggap ini adalah malam pertama yang pernah mereka lewatkan sewaktu mereka masih bersama, itulah pemikiran Ayesha yang ingin menjerat kembali Azlan kedalam dekapannya.


"Shiitt... Apa yang sudah kau lakukan?" Azlan tersadar dari lamunannya, ia langsung mendorong tubuh Ayesha dengan sangat kuat, sehingga membuat Ayesha terjatuh ke lantai.


Azlan kembali memasang kancing kamejanya yang sudah terlepas. "Jangan pernah kau menggodaku seperti itu lagi, Ayesha. Karena itu sama saja, kau menjual tubuhmu seperti apa yang sudah kau lakukan tadi!" Azlan kembali mengingatkan kepada Ayesha dan masa bodo dengan kemarahan wanita itu. "Atau... itu emang akal-akalan kau saja, dengan pura-pura terjebak di apartemen yang sama denganku agar aku bisa melihatmu dan mengasihanimu lagi!"


Ayesha dengan susah payah menelan salivanya. Namun sedetik kemudian ia menggeleng. "Aku tidak seperti itu, Azlan!"


Ayesha menitikkan air mata, sungguh ia terluka dengan penghinaan yang dilontarkan Azlan terhadapnya. Namun, untuk membela dirinya sendiri terlalu berat ia ucapkan. Tentu saja Azlan akan sulit mempercayai ucapannya itu. Karena memang tadi ia berniat merayu Azlan untuk menjeratnya agar bisa ia jadikan suaminya lagi.


"Apa?" Ucapan Azlan terlihat sinis kepadanya. Padahal Ayesha hanya sekedar menggeleng untuk membela harga dirinya.

__ADS_1


"Kau sama saja munafiknya." Azlan tersenyum sinis dengan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun. "Keluar...! keluar dari apartemenku sekarang juga, jijik aku melihat wajahmu!"


Ayesha tertunduk lesu, lalu berjalan meninggalkan Azlan. Di usapnya air mata yang menetes di pipinya itu. "Tuhan... sekarang aku harus kemana?" lirih Ayesha, ia terlihat bingung untuk melangkah karena memang ia tidak mempunyai tempat yang dituju saat ini.


"Tunggu...!" Azlan kembali memanggil Ayesha, lalu melemparkan jaket yang tadi baru ia ambil dari kamar ke arah Ayesha. "Pakai jaket itu untuk menutupi tubuhmu!"


Ayesha pikir, Azlan tadinya akan berubah pikiran. Namun nyatanya tidak! lelaki itu hanya sekedar menaruh iba dengan pakaian yang di pakai Ayesha karena takut tubuh Ayesha akan menjadi santapan pria diluar sana.


Ayesha menerima jaket itu dan dengan segera ia balutkan ke tubuhnya. "Ini sudah cukup bagiku Azlan. Ternyata kau memang lelaki yang baik yang pernah hadir dalam hidupku. Tapi sayangnya, aku baru menyadari ketulusanmu itu!" Ayesha hanya bisa membatin dengan penyesalan yang bertubi-tubi. Ia hanya bisa berandai dan bermimpi, agar bisa kembali bersama dengan mantan suaminya itu.


"Aku pergi...!" Ayesha langsung berbalik dengan wajah yang sudah basah dengan air mata, ia sungguh menyesal telah menyia-nyiakan lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2