DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Episode 73


__ADS_3

Azlan berjalan cepat, ia mesti mengejar Ayesha yang sudah satu jam yang lalu keluar dari unitnya.


"Maafkan aku Ayesha!" Dengan raut wajah cemas Azlan melangkah, berharap Ayesha belum terlalu jauh pergi.


"Sial, kemana dia! Harusnya aku tidak perlu mengusirnya seperti itu!" Menyesal, tentu saja karena sesakit hatinya Azlan ternyata rasa cinta yang ada dihatinya tidak akan pernah hilang.


Azlan tentu saja dilanda cemas. Hari sudah menunjukkan pukul sembilan malam ditambah Ayesha yang tidak memiliki tempat tinggal yang menjadi kecemasan tersendiri di dalam hatinya.


Azlan berjalan menuju parkiran. "Bismillah semoga kamu belum terlalu jauh perginya, Ayesha. Maafkan aku yang sudah terlalu egois mengusirmu!" lirih Azlan berucap.


Azlan mengendarai mobilnya dengan harapan bisa menemukan Ayesha namun hasilnya ternyata nihil, sudah satu jam ia menelusuri jalan tetap saja Ayesha tidak bisa ia temukan.


"Ya Allah, kemana aku harus mencarinya?" Azlan mencoba memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia tahu kehidupan Ayesha yang saat ini tinggal berdua dengan Ayuna. Jadi tidak mungkin mantan istrinya itu kembali lagi kesana setelah dijual oleh adiknya.


"Aaah... sial! kenapa hati ini masih mencemaskan wanita itu?" Azlan merutuki hatinya sendiri.


"Harusnya, kau tidak perlu peduli lagi dengannya. Luka dihati ini belum jua kunjung sembuh Azlan. Harusnya kau tidak perlu memaksakan hatimu untuk terlihat peduli lagi dengan wanita itu!" Azlan seakan memaki dirinya sendiri, yang terlalu bodoh karena urusan cinta.

__ADS_1


Mobil Azlan berbelok arah, ia sudah menetapkan hatinya untuk tidak peduli lagi dengan mantan istrinya itu. Namun ternyata takdir berkata lain, saat Azlan bertekad untuk tidak peduli, ia malah melihat Ayesha di seberang jalan dengan berjalan sempoyongan dengan dua orang lelaki yang mengikuti Ayesha dari arah belakang.


"Sial, ini tidak bisa dibiarkan!" Azlan langsung keluar dari mobilnya dan berjalan untuk menyeberang jalan. Ia mesti menyelamatkan Ayesha terlebih dahulu, biarlah ia dikatakan bodoh dalam urusan cinta. Karena semua orang tidak akan tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang terlalu dalam.


Saat Azlan akan tiba di dekat Ayesha. Dua orang lelaki itu lebih dulu mendekap Ayesha dan akan membawa Ayesha pergi. "Tunggu! mau kau bawa kemana istriku itu?"


Lelaki itu berbalik arah dengan seringai jahat di wajahnya. "Hajar dia!" Salah satu dari lelaki itu, menarik tubuh Ayesha pergi dan salah satunya lagi menghadang Azlan dengan mencoba melayangkan pukulan ke wajah Azlan.


"Sial!" Azlan yang tidak sigap, malah terkena pukulan tepat di wajah dan area perut.


"Panas...!" Sayup - sayup Azlan mendengar ucapan Ayesha yang mengatakan panas, bahkan jaket yang Azlan berikan tadi sudah terlepas dari tubuh Ayesha.


"Tidak! aku tidak akan membiarkan itu terjadi!" Azlan dengan segera bangkit dan langsung berlari mengejar dua orang itu.


"Bajingan kalian semua, bisa - bisanya kalian berniat melecehkan istriku!"


Bugh

__ADS_1


Azlan melayangkan beberapa pukulan ke wajah dua orang itu dengan membabi buta. Kilat amarah terpancar dari mata Azlan. Azlan tidak terima wanita yang sangat ia cintai dilecehkan dimatanya sendiri, meskipun nyawa yang akan menjadi taruhannya Azlan tidak akan masalah menghadapinya.


Azlan dengan sigap mengangkat tubuh Ayesha yang sudah tergeletak di tanah.


"Panas... aku tidak kuat lagi!"


Ayesha malah meronta kepanasan saat tubuhnya diangkat Azlan.


"Sabar Ayesha. Kita harus pergi segera dari sini!"


Untung saja kendaraan yang sedang lalu lalang terlihat sepi sehingga memudahkan Azlan untuk menyeberang jalan menuju mobilnya.


Brak


Azlan langsung meletakkan Ayesha dengan kasar ke dalam mobil. Karena wanita itu terus saja gelisah dan meronta sehingga membuat Azlan tidak fokus.


Ayesha malah menarik pergelangan tangan Azlan, sehingga membuat Azlan terjatuh ke tubuh Ayesha.

__ADS_1


"Aku mohon bantu aku, panas sekali!"


__ADS_2