DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Tindakan Ayesha


__ADS_3

"Oma tidak bisa seenaknya begitu dong untuk menghentikan seluruh biaya pengobatan adikku!"


Freya tentu terkejut dengan ucapan Ayesha yang sudah berani membentak dirinya. Freya mengusap dadanya agar tetap terlihat tenang menghadapi Ayesha yang terlihat emosi.


"Oma tidak tahu apa-apa sebelumnya! tapi sekarang Oma malah ikut campur!" Dengan penuh emosi, Ayesha membentak Freya. Tidak ada kesopanan yang diperlihatkan Ayesha lagi. Seolah kesopanan yang di perlihatkan Ayesha selama ini, hanya karena demi uang cucunya sendiri. Ayesha malahan tidak memikirkan kehidupan rumah tangganya selanjutnya demi rasa sayangnya terhadap sang adik.


Freya menoleh dan memicingkan matanya menatap Ayesha. Ia tengah berpikir, bagaimana bisa Azlan mau menikah dengan wanita yang seperti ini. Tanpa Freya tahu, kalau awal mula Azlan mengenal Ayesha karena perantara putranya sendiri yaitu Rezel, Papanya Azlan.


Freya yang tidak ingin ambil pusing dan tidak mau meladeni kemarahan Ayesha lantas beranjak pergi. Namun baru beberapa langkah Freya melangkah, Ayesha malah dengan gamblang mengatakan mengenai perjanjian yang telah Ayesha sepakati berdua dengan Azlan.


"Oma tidak bisa seenaknya begitu dong! Tolong Oma pikirkan baik-baik dulu, saya dan Azlan sudah membuat sebuah perjanjian jikalau Azlan mau menanggung biaya pengobatan adikku setelah kami menikah. Tapi ternyata sekarang...."


Freya lantas berbalik dan menatap kearah Ayesha. Sungguh beginikah etika seorang istri dari cucunya ini.


Freya mengangkat sebelah tangannya. "Kau tidak perlu panjang lebar mengatakan isi perjanjian yang telah cucuku buat itu. Aku mengetahui semuanya! Namun ada satu hal yang perlu kau ketahui. Cucuku memang salah sudah mencintai kau yang begitu angkuh dan tidak tahu diri, harusnya kau bisa mikir satu hal. Biaya pengobatan adikmu yang sebesar itu adakah kau mengorbankan hidupmu untuk cucuku sendiri!"


"Aku tidak pernah merendahkan harga dirimu sebelumnya bahkan aku menerima kau sebagai menantuku. Tapi melihat sikap kau yang seperti ini, sungguh menjijikkan! Cucuku membutuhkan kau sebagai istrinya, tapi kau malah dengan terang-terangan mengatakan lebih mementingkan keluarga kau!"


Setelah mengatakan hal itu, Freya langsung beranjak pergi. Ayesha sendiri langsung tertunduk lesu, ia sama sekali tidak merenungi kesalahannya sendiri yang ia salahkan tetap Freya yang sudah begitu tega menghentikan semua biaya pengobatan adiknya. Ayesha akan mencari Azlan setelah ini, Azlan harus bertanggung jawab sampai adiknya sembuh sesuai perjanjian yang telah ia sepakati.


"Oma kemana saja? kenapa lama sekali?"


Freya yang baru saja masuk kedalam ruang inap menantunya langsung di cecar dengan pertanyaan oleh Azlan.

__ADS_1


Azlan memicingkan matanya menatap kearah Freya yang tampak kesal. Azlan sama sekali tidak mengetahui masalah yang terjadi barusan.


"Oma kenapa?"


"Oma habis menyadarkan orang kesurupan tadi, makanya lama,"


Azlan menatap Oma Freya dengan tatapan yang sulit diartikan, karena Azlan sendiri tidak mempercayai ucapan yang di lontarkan Freya barusan.


"Kesurupan? mana mungkin Oma bisa menyadarkannya!"


"Kalau kau tidak mempercayainya, ya sudah. Oma jengkel sekali rasanya,"


"Terserah Oma lah." Azlan memilih untuk tidak menanyakan hal itu lagi, ia ingin fokus merawat Mamanya yang lagi sakit karena sedari tadi ia duduk disini, Mama Vira tidak jua kunjung membuka matanya.


Vira langsung berusaha bangkit, ia ingin memeluk tubuh sang putra yang sudah menghilang begitu saja tanpa Vira tahu kalau Azlan saat itu mengalami kecelakaan. Namun, Freya langsung melarang Vira dan menahan tubuh menantunya.


"Kau belum sembuh betul Vira, cukup dengan rebahan saja!"


Vira mengangguk namun matanya tidak lepas dari sang putra. Ia seakan bermimpi bisa melihat putranya kembali.


"Apa Mama bermimpi bisa melihatmu lagi, Nak. Kemana saja kamu selama ini?" Antara sedih dan bahagia yang saat ini Vira rasakan, ia terlalu mencemaskan keadaan Azlan waktu itu. Bahkan Vira masih mengingat betul, saat Vira tengah mengabari Azlan dan tiba-tiba Azlan mematikan ponselnya begitu saja.


"Ma, aku..." Azlan tidak tahu harus mengatakan apapun lagi, ia tengah terdiam untuk mencari alasannya. Karena disini ialah yang bersalah dan penyesalan itu jelas tampak dari raut wajah Azlan sendiri. Andai ia tidak pergi saat itu, mungkin Azlan masih bisa melihat sang Papa saat menutup mata.

__ADS_1


Ternyata Orang yang Azlan cintai dan ia jadikan istri nyatanya tidak ada saat ia sedang membutuhkan. Sikap Ayesha beberapa hari belakangan membuat Azlan betul-betul kecewa. Saat ia begitu menyedihkan, Ayesha malah tidak terlihat dan bahkan tidak mengabarinya.


Freya lantas mendekat dan mengusap punggung tangan Vira. "Jangan memikirkan hal lain lagi, Vir. Anakmu sudah ada disini, jadi tetaplah sehat seperti sedia kala." Freya langsung mengalihkan pembicaraan mereka berdua, karena Freya rasa ini tidak waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu.


Vira mengangguk mengiyakan. Hati yang sebelumnya resah dan membuatnya jatuh sakit perlahan terobati. Bahkan, sempat terpikirkan oleh Vira untuk mengakhiri saja hidupnya. Untung saja salah satu dokter melihat aksi nekad yang ia lakukan kalau tidak? mungkin putranya tidak akan bisa bertemu dengannya lagi.


"Mama sudah makan belum?"


Vira menggeleng lemah karena semenjak meninggalnya sang suami dan menghilangnya putranya sendiri, ia tidak bisa memakan makanan apapun.


"Ma, Mama harus sehat ya Ma. Azlan tidak ingin Mama sakit seperti ini!" Azlan mengusap air mata yang jatuh di pelupuk matanya, ia tentu sangat sedih melihat kondisi sang Mama yang terlihat sangat pucat.


"Mama sudah sehat sayang, bahkan sangat sehat setelah hadirnya Azlan." Vira memperlihatkan senyumnya dihadapan Azlan, meski hatinya masih menangisi kepergian sang suami untuk selama-lamanya.


Azlan tersenyum bahagia mendengarnya begitupun dengan Freya sendiri. Freya sama sekali tidak menyangka, kehadiran Azlan bisa membuat Vira tampak sehat dan bersemangat.


"Ma, jangan tinggalkan Azlan Ma." Azlan langsung memeluk tubuh sang Mama begitu saja, ia menangis dipelukan Vira. Dari tadi ia menahan diri untuk tidak menangis dan memeluk tubuh orang tuanya sendiri, mengingat Azlan sendiri tidak bisa tersentuh. Namun saat ia bersedih seperti ini, ia juga butuh sandaran orang tuanya juga.


Tentu air mata Vira langsung menetes juga, mengingat ini kali pertama Azlan sedekat ini.


"Mama tidak akan pergi sayang. Mama sayang sama anak Mama sendiri, bagaimana Mama bisa meninggalkan Azlan begitu saja!"


Freya begitu terharu mendengarnya. Akhirnya sedikit demi sedikit Azlan bisa berubah. Sikapnya yang begitu dingin dan tidak mau mendekat, meskipun itu orang tuanya sendiri perlahan sedikit menghilang. Tentu Vira dan Freya sangat menantikan momen yang seperti ini, ia begitu bahagia melihat anak dan cucunya sudah kembali seperti sedia kala.

__ADS_1


__ADS_2