DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Ditengah kebahagian terselip berita duka


__ADS_3

"Oma, sepertinya keadaanku sudah semakin membaik. Sebaiknya aku di rawat di rumah saja!"


Oma Freya menoleh. "Kamu yakin Azlan?"


"Sangat yakin, Oma." Ujar Azlan dengan mantap lalu matanya beralih menatap kearah sang istri yang tampak menunduk.


Azlan mempunyai rencana sendiri, setelah kepulangannya nanti dari rumah sakit ia berniat akan mengajak Ayesha untuk pergi jalan-jalan ke luar kota lebih tepatnya ingin mengajak Ayesha untuk berbulan madu.


Oma Freya mengangguk. "Baiklah Oma akan mengurus surat kepulanganmu." Jawab Oma Freya, ia lalu menghubungi seseorang untuk mengurus semuanya.


Setelah menghubungi seseorang, Oma Freya lantas duduk dan memperhatikan dengan secara intens paras wajah cucunya yang tampak cerah bahkan sesekali cucunya tersenyum menatap kearah istrinya. Namun seketika senyum Freya menjadi redup saat mengingat sesuatu.


"Bagaimana mungkin aku melupakan hal yang sangat penting ini!" Freya mengusap wajahnya secara kasar saat mengingat bahwa Azlan belum mengetahui berita kematian Papanya ditambah Mamanya Azlan yang juga sedang di rawat di rumah sakit yang sama dengannya dan jikalau Azlan kembali ke rumah sudah di pastikan Azlan akan menanyakan keberadaan sang Papa yang sudah tiada.


"Oma...!" Azlan memanggil Freya yang saat itu tengah memikirkan sesuatu. Tentu saja panggilan Azlan mengejutkan Oma Freya yang tengah melamun.


"Ada apa sih, Nak? Bikin Oma jantungan saja!" Oma Freya mendengus kesal. Ia melirik cucunya yang tampak terkekeh dengan kekesalan sang Oma.


"Hem... Oma. Ada yang mau aku tanyakan, Oma. Bolehkah?" Azlan melirik Ayesha yang sepertinya juga menatap kearahnya.


Ayesha seakan paham dengan tatapan sang suami, ia lantas berdiri dari duduknya dan dengan segera meminta izin untuk undur diri dari sana.


"Mau kemana, Ayesha?" Oma Freya lantas menarik tangan Ayesha yang akan beranjak pergi.


"Yesha izin keluar sebentar, Oma. Barangkali ada hal yang sangat penting yang akan di bicarakan Azlan kepada Oma." Ayesha memberikan alasan agar bisa dengan segera keluar dari sana.

__ADS_1


"Kamu disini saja, sayang! kalaupun ada yang penting, kenapa mesti harus berbicara berdua juga!" Oma Freya memberikan ultimatum agar Ayesha tetap berada disana.


Ayesha menjadi bimbang. Ia lantas melirik sang suami yang juga menatap kearahnya.


"Aduh iya, aku lupa. Maaf ya sayang, tadi katanya kamu mau makan batagor ya? aku carikan dulu keluar ya!" Ujar Ayesha dengan memberikan alasan. "Maaf Oma, Yesha pamit dulu ya!" Ayesha langsung berjalan keluar menuju pintu keluar.


"Yess... ini juga menjadi kesempatanku untuk bisa keluar. Aku akan keruangan Ayuna dengan segera." Ayesha lantas berjalan dengan cepat agar bisa dengan segera menemui sang adik. Ia begitu sangat merindukan Ayuna.


Setelah Ayesha pergi. Azlan memanggil sang Oma kembali. "Oma...!"


"Ya."Dengan sedikit gugup, Oma Freya menjawabnya.


"Oma, aku ingin menanyakan sesuatu. Tolong Oma menjawabnya dengan jujur!"


Freya menjadi sangat resah. Ia yakin Azlan pasti menanyakan perihal kedua orang tuanya. Entah alasan apa yang akan Oma Freya berikan kepada Azlan nantinya. Karena melihat kondisi Azlan yang baru saja sadar dari komanya.


"Apa sih, Azlan. kalau mau bertanya silahkan saja!"


Azlan menarik napasnya dalam-dalam lalu dengan segera menghembuskannya. "Oma kemana kedua orang tuaku? Kenapa saat aku sadar dari koma, Papa maupun Mama tidak menemaniku disini?" Azlan tentu saja berpikiran hal itu karena belum mengetahui musibah yang sudah menimpa keluarganya.


"Oh ya. Bagaimana dengan Papa, Oma? Terakhir aku kecelakaan...." Azlan seperti mengingat sesuatu, ia mengingat ucapan Mama Vira saat ia akan menuju rumah sakit namun naasnya ia malah kecelakaan dan baru sadarkan diri.


"Oma, Papa mana Oma?" Azlan langsung menanyakan keberadaan sang Papa. Ia yakin telah terjadi sesuatu saat ia mengalami kecelakaan itu.


Helaan nafas berat terdengar di telinga Azlan. Sepertinya ada sesuatu hal yang tidak Azlan ketahui, itulah yang tengah ada di pikiran Azlan saat ini.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi Oma?" Pertanyaan itu kembali dilayangkan Azlan. Ia menjadi tidak sabaran untuk mendengarnya langsung.


"Oma...!" Azlan kembali memanggil karena melihat sikap Freya yang diam ketika ditanya.


"Baiklah kalau Oma tidak mau memberitahukannya. Aku akan mencaritahu sendiri!" Azlan lantas langsung mengganti baju pasien yang ia kenakan dengan bajunya sendiri. Ia menarik selang inpus yang berada di pergelangan tangannya dengan secara kasar.


"Kau mau kemana, Nak?" Freya menarik baju yang tengah di pakai Azlan saat Azlan akan melangkah keluar.


"Kau belum bisa keluar sebelum dokter datang memeriksa keadaanmu, Nak!" Tentunya Freya melarang Azlan pergi, ia takut akan terjadi sesuatu dengan sang cucu nantinya.


Azlan tersenyum hambar. "Mana mungkin aku bisa tenang sebelum memastikan keadaan orang tuaku. Dari diamnya Oma saat aku tanya, aku sudah bisa menebak kalau orang tuaku pasti sedang dalam tidak baik-baik saja!" Azlan meneteskan air mata pilu, sebenarnya ia tidak siap mendengar kabar buruk yang terjadi. Namun sayangnya, ia terlanjur penasaran dengan keadaan kedua orang tuanya.


Freya tetap kekeh untuk tidak memberitahukannya kepada Azlan, ia lantas membujuk sang cucu agar segera beristirahat dulu sebelum kedatangan dokter untuk memeriksa keadaan Azlan. Namun Azlan dengan gigih menjawab, ia tidak bisa disini sebelum menemui Mama dan Papanya sendiri.


Azlan menghempaskan pintu dengan cukup keras dan berjalan tertatih-tatih tanpa mendengarkan panggilan sang Oma.


Freya tentu mengejar cucunya. Namun sayangnya Azlan malah tidak mau mendengarkan bujukan Oma Freya. "Ya Allah, apa yang akan aku lakukan." Freya menangis menatap kepergian Azlan, dalam keadaan Azlan yang belum begitu pulih mana mungkin ia akan membiarkan Azlan pergi begitu saja.


Ayesha yang baru saja datang dengan segera mendekati Freya yang sedang menangisi kepergian Azlan.


"Oma, kenapa?" Ayesha terlihat bingung dengan keadaan Freya yang begitu kacau.


"Tolong kejar dia Ayesha dan pastikan cucuku akan baik-baik saja setelah itu!" Oma Freya lantas memberikan ultimatum kepada Ayesha agar dengan segera mengejar Azlan. Namun Ayesha malah menggeleng dan masih belum kunjung jua pergi. Ia tidak ingin meninggalkan Freya begitu saja.


"Tidak Oma! Bagaimana mungkin aku meninggalkan Oma yang sedang dalam keadaan seperti ini!"

__ADS_1


Freya menoleh dan merapatkan kedua tangannya ke dada. "Tolong saya sekali ini. Azlan pasti butuh sandaran saat mengetahui Papanya yang sudah tiada di tambah dengan Mamanya sendiri yang keadaannya cukup memprihatinkan!" Ayesha tentu terkejut, ia belum mengetahui kabar Mamanya Azlan.


"Kalau kau menyayangi cucuku, tolong kejar dia sekarang juga! Keadaannya Azlan sedang tidak baik-baik saja, Ayesha. Mana mungkin saya membiarkannya sendiri begitu saja!"


__ADS_2