DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Episode 67


__ADS_3

Ternyata apa yang di takutkan oleh Ayesha sedari tadi menjadi kenyataan. Tepat saat Ayesha menunggu pintu lift terbuka, Azlan datang dengan langkah kaki terburu-buru dan masuk ke dalam lift yang sama dengannya.


Awalnya, Azlan tidak menyadari keberadaan mantan istrinya itu. Namun, melihat pergerakan orang yang di sampingnya terlihat tidak nyaman sehingga membuat Azlan penasaran lalu menolehkan wajahnya.


"Ayesha?" panggilnya dengan ucapan terbata. Lalu tatapan Azlan beralih kearah gaun yang di pakai oleh Ayesha yang terlihat seperti wanita nakal.


Azlan tentu saja terkejut melihat gaun yang di pakai oleh Ayesha karena gaun yang di pakai mantan istrinya yaitu dengan belahan dada rendah sehingga ada sesuatu yang menyembul dibalik baju yang ia pakai, ditambah dengan make up serta lipstik yang di pakai mantan istrinya itu seakan menggoda siapapun lelaki yang menatapnya.


Azlan menghela nafas kasar seraya mengepalkan jari-jari tangannya. Ia menatap Ayesha dengan tatapan penuh kebencian.


"Ternyata begini sifat asli kau, Ayesha!" Azlan tersenyum miris, ia menekankan hatinya agar tidak terlalu terluka atas sifat asli mantan istrinya yang ia lihat saat ini. "Ternyata kau sama dengan wanita ****** yang merelakan tubuhnya di cicipi oleh semua lelaki." Azlan terlihat lepas kontrol sehingga melontarkan kata-kata kasar tanpa memperdulikan perasaan Ayesha yang terluka.


Ayesha tentu saja terkejut dengan hinaan yang dilontarkan Azlan terhadapnya. "Memangnya aku serendah itu di matamu?"

__ADS_1


Azlan tersenyum sinis. "Tentu saja! apa kau tidak bercermin sebelum kesini? sehingga kau sendiri tidak mengetahui tampilan kau yang seperti wanita ****** saja atau... apa ini kerjaan kau sekarang? yang rela menjual tubuhmu demi uang."


Ayesha mengepalkan jari tangannya, ia terlihat sangat emosi mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Azlan terhadapnya.


Plak


Satu tamparan mendarat sempurna ke wajah tampan mantan suaminya. "Jangan pernah kau merendahkan aku seperti itu! karena aku bukan seperti perempuan yang kau pikirkan!"


Azlan memegang pipinya yang terasa cukup sakit karena Ayesha menamparnya dengan cukup kuat.


Tring


Akhirnya pintu lift itu terbuka karena memanglah lantai itu yang mereka tuju.

__ADS_1


"Ayo Kak, kita sudah di tunggu oleh temanku!" Ayuna menarik Ayesha keluar dengan secara paksa. Ia tidak ingin rencananya malah di gagalkan oleh mantan suami Kakaknya itu.


"Ayuna, Izinkan Kakak untuk pulang. Kakak tidak siap untuk bertemu dengan teman kamu," ujar Ayesha beralasan.


"Tidak bisa Kak. Kakak mesti ikut dengan aku sekarang juga!"


"Ayuna, Kakak mohon. Jangan paksa Kakak seperti ini!" Ayesha tentu saja memberontak karena ia baru saja menyadarinya, setelah mendengarkan ucapan Azlan tadi.


"Kau tidak akan bisa kabur dari sini, Kakakku sayang. Karena kau tahu sendiri, aku tentunya tidak akan membiarkan mu untuk kabur!"


"Ya Allah... apa yang akan kau perbuat terhadap Kakak Ayuna? Memangnya Kakak salah apa denganmu?" Ayesha mencoba melepaskan cengkraman tangan Ayuna yang begitu kuat. Namun hal itu hanya sia-sia saat melihat pintu apartemen itu perlahan terbuka yang menampilkan seorang lelaki yang menatap Ayesha dengan tatapan mesum. Bahkan lelaki itu menjilat lidahnya sendiri karena memang penampilan Ayesha memang sangat menggoda dirinya.


Ayesha tentu saja merinding melihat hal itu. Ia perlahan mundur saat lelaki itu akan mendekati dirinya.

__ADS_1


"Azlan tolong aku!' Ayesha mencoba berteriak dengan sekencang-kencangnya, berharap Azlan akan datang menolong dirinya.


__ADS_2