DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Episode 69


__ADS_3

Azlan terlihat mematung, ia mencoba menajamkan telinganya meskipun Ayesha sudah tidak terlihat dan di paksa masuk ke dalam begitu saja.


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengannya?" Tentu itu semua membuat Azlan penasaran, pasalnya Azlan sedikit curiga dengan pakaian yang di pakai oleh Ayesha karena setahunya Ayesha bukanlah wanita yang berpakaian **** seperti yang ia lihat sekarang.


"Hufft... kenapa aku masih memikirkannya? sudah jelas dia bukanlah istriku lagi!" Azlan hendak berbalik, ia tidak ingin ikut campur urusan wanita itu lagi.


"Wah... mantap ini! dengan uang ini, aku bisa secepatnya membeli mobil baru. Tidak sia-sia aku menjual Kakakku sendiri." Ayuna barusaja keluar dari unit itu, dimana ia keluar sendiri tanpa membawa Ayesha.


Degh...


Jantung Azlan berdegub kencang mendengarnya. Tangannya seketika mengepal, ia mendengarnya dengan sangat jelas karena Ayuna tepat berada di belakangnya meski Ayuna sendiri tidak menyadari bahwa saat ini Azlan berada dihadapannya.


Ponsel Ayuna berdering, ia dengan segera mengangkat ponselnya karena Kinantilah yang sedang menghubunginya.


"Iya, ada apa Tan?" ucap Ayuna setelah ia mengklik tombol hijau di layar ponselnya.

__ADS_1


"Kamu dimana, Yuna? alamatnya sudah Tante kirim, apa kau sudah datang ke tempat itu?"


"Sudah Tante. Ini uang sisanya sudah Yuna terima. Lumayan banyak loh, Tan,"


"Wah, iya kah? jangan lupa pembagian Tante Yuna. Ingat, kalau bukan karena Tante kau tidak akan mendapatkan job itu." Ayuna seketika terdiam, Tantenya dari dulu memang seperti itu. Ia yang bekerja, tapi Kinantilah yang lebih banyak mendapatkan uangnya.


"Tidak bisa Tante! uang ini sekarang sudah punyaku." Ayuna seketika langsung mematikan ponselnya.


"Enak saja mau minta uang ini. Aku yang sudah susah payah menjual Ayesha, malah ia yang akan menikmati hasilnya. Sorry mana bisa?" ujar Ayuna tanpa memperhatikan keberadaan orang yang ada di dekatnya.


Satu, dua hingga sampai berkali-kali ponsel lelaki itu tidak jua diangkatnya.


"Sial!" Azlan mengeram kesal, ia tidak bisa membayangkan apa yang sudah terjadi di dalam sana.


"Tidak bisa dibiarkan! aku harus segera menolong Ayesha." Dengan langkah cepat, Azlan sudah berada didepan unit lelaki itu.

__ADS_1


Azlan mencoba membukanya, namun malah terkunci. "Astaga! bagaimana ini?" Dengan raut cemas ia mencoba mendobrak pintunya, namun tetap saja tidak bisa terbuka.


"Argh..." Azlan terlihat sangat kesal sekali, namun apa yang mesti ia perbuat. Berkali-kali ia mencoba untuk mendobraknya, namun tetap saja pintu itu tidak bisa terbuka.


Sedangkan didalam sana, Ayesha begitu sangat ketakutan. Wajahnya sudah berlinang air mata, namun ia tidak bisa untuk kabur dari tempat itu.


"Ayo sayang, mendekatlah!"


Ayesha tidak ingin menuruti keinginan lelaki itu, ia terus saja mundur hingga membuat Ayesha tidak bisa berkutik. Ayesha sudah berada di pembatas balkon, kalau ia tetap melangkah bisa saja lelaki itu nekad mendekatinya.


"Jangan bergerak, kalau tidak... saya akan lompat dari sini!"


 Lelaki itu menyeringai. "Tidak usah sok jual mahal, karena tidak akan ada yang mau membayarmu dengan harga mahal selain aku,"


"Aku bukan jalangmu, Tuan. Jadi, jangan perlakukan aku seperti ini. Izinkan aku untuk pergi dari sini, aku mohon!"

__ADS_1


"Tidak bisa! kau akan tetap berada disini sampai aku benar-benar bosan dan membuangmu bila tidak dibutuhkan!" Ujarnya dengan penuh tekanan.


__ADS_2