DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Episode 68


__ADS_3

"Ini maksudnya apa Ayuna?" Dengan lutut bergetar Ayesha mencoba untuk kuat berdiri, ia begitu takut melihat lelaki itu ditambah dengan tatapannya yang begitu menjijikkan.


"Kakak tidak usah sok polos, Deh. Lagi pula, Kakak juga sudah pernah merasakannya, bukan?" Ayuna menyeringai, sehingga membuat Ayesha sadar jikalau adiknya dengan terang-terangan mengakui kejahatannya.


Ayesha menggeleng dengan sisa ketakutan yang ia punya, ia masih menampiknya. Ayesha berharap ini adalah sebuah mimpi karena tidak mungkin adiknya akan bersikap jahat seperti itu.


"Kamu pasti bercandakan Ayuna? Kamu adik Kakak, jadi tidak mungkin kamu bisa melakukan hal sejahat itu dengan menjual Kakakmu sendiri!" Ayesha masih saja menolak kebenaran yang sudah ada di depan mata. Bahkan ia mencoba mencubit tangannya sendiri untuk membuktikan mimpi yang baru saja terjadi di depan matanya.


"Auuu..." Cubitan itu terlalu keras ia lakukan sehingga membuat Ayesha berteriak kesakitan. "Ternyata ini bukan mimpi?" Ayesha menggeleng lemah, ia benar-benar tidak ingin melakukan hal itu dengan lelaki yang telah membeli tubuhnya itu.


Perlahan tangan Ayesha, Ayuna hempaskan bahkan dengan dorongan yang sangat kuat mampu menghempaskan tubuh Ayesha ke lantai sehingga membuat Ayesha berteriak kesakitan.

__ADS_1


"Sekarang, kau bisa melakukan apapun terhadap Kakakku!"


Ayesha menatap Ayuna dengan tatapan tidak percaya, ini terlalu menyakitkan buat Ayesha sendiri. Namun untuk kabur dari apartemen lelaki bajingan itu, tentu akan sulit.


"Azlan, ku mohon bantu aku!" Ayesha hanya bisa membatin, ia sangat mengharapkan kehadiran Azlan untuk membantunya keluar.


Perlahan Ayuna berjalan keluar dengan tersenyum ceria setelah mendapatkan sisa uang dari lelaki yang sudah membeli Ayesha tadi.


"Jangan Ayuna! Kakak mohon, jangan lakukan ini kepada Kakak!" Ayesha menangis histeris dengan memohon kepada Ayuna untuk jangan pergi meninggalkannya begitu saja.


"Kakak apa-apaan sih! lepaskan tanganku! jijik aku melihat perempuan munafik seperti Kakak!" Ayuna menyentak tangan Ayesha untuk kedua kalinya. Setelah terlepas, Ayuna langsung keluar dari pintu itu sekaligus langsung menguncinya.

__ADS_1


Ayesha hanya bisa menangis meratapi nasib yang menimpanya. Ia sudah banyak berkorban untuk kesembuhan Ayuna. Namun balasan untuknya sungguh membuat Ayesha sadar, jikalau adik yang ia sayang selama ini, tidak lebih dari ular betina yang sudah menebar racun dalam hidup Ayesha sendiri.


Ayesha hanya bisa meringis pilu. Rumah tangga yang baru dijalani dengan Azlan pun sudah hancur karena keegoisannya juga dan sekarang lebih parahnya, ia akan menjual diri karena ulah adiknya itu.


"Sekarang, kau harus bisa memuaskan aku. Karena, aku sudah mengeluarkan uang banyak untuk hal ini!" Lelaki itu menarik rambut Ayesha dengan sangat kuat sehingga membuat Ayesha meringis kesakitan.


"Ciuh..." Ayesha meludahi wajah lelaki itu. "Jangan harap, aku akan melakukan hal itu. Aku tentu tidak akan sudi melakukannya dengan lelaki biadab sepertimu!"


Lelaki itu mengusap wajahnya yang terkena air ludah Ayesha. "Jangan harap, kau akan bisa kabur dari sini, wanita ******!" Lelaki itu mengangkat tubuh Ayesha dan membawanya ke kamar pribadi miliknya.


Brak

__ADS_1


Tubuh Ayesha di hempaskan dengan sangat kuat di atas kasur. "Aku akan membuatmu merintih kenikmatan wahai jalangku!" ucap lelaki itu, lalu lelaki itu dengan segera membuka ikat pinggangnya dari celana jeans yang ia pakai.


__ADS_2