
"Jadi ka... mu." Oma Freya menunjuk Ayesha, tatapan Oma Freya berubah drastis tidak seperti tadi. Freya sungguh terkejut mendengar kejujuran Ayesha barusan.
Memang kejadian itu karena Ayesha di jebak. Tapi, apa Azlan tidak bisa berpikir logis dalam memilih pendamping hidup? Apa karena rasa cinta cucunya yang sangat mendalam terhadap Ayesha, sehingga mengambil langkah untuk menikah tanpa sepengetahuan keluarga besarnya?
Oma Freya menggelengkan kepalanya. Sungguh ia tidak terima akan hal itu. Namun setelah Freya berpikir ulang, Azlan sudah menikah dan tidak pantas Freya melarang cucunya untuk bersama dengan istrinya.
Ayesha menghela napas panjang, ia sudah menduga akan terjadi hal seperti ini. Oma Freya tentu tidak akan menerima kehadirannya dan membuat Ayesha tertunduk lesu.
Tadinya Ayesha berharap Oma Freya tetap menerima dirinya, meskipun di masa lalunya Ayesha pernah ternoda. Tapi siapalah diri Ayesha, mengharapkan kasih sayang dari keluarga suami sedangkan di keluarga sendiripun juga pernah di campakkan.
Melihat Ayesha tertunduk, Oma Freya menjadi hiba melihatnya karena setiap orang pasti mempunyai masa lalu dan tinggal diri sendiri yang mau berubah atau tidaknya. Freya banyak belajar dari sikap menantunya saat mengetahui puteranya selingkuh, namun Vira tetap menerimanya dengan tangan terbuka. Hanya saja kebersamaan yang memisahkan mereka saat ini, bukan karena orang ketiga melainkan kehendak Tuhan yang maha esa.
__ADS_1
Oma Freya kembali memberikan Ayesha pelukan. "Azlan sudah memilih Ayesha sebagai istrinya, jadi tidak ada salahnya Oma menerima Ayesha sebagai bagian dari keluarga kita." Oma Freya berusaha untuk berlapang dada menerima Ayesha dan berharap pilihan cucunya bukanlah perempuan yang salah.
"Terimakasih Oma sudah berkenan menerimaku." Ayesha membalas pelukan Oma Freya dengan perasaan bahagia. Ayesha sama sekali tidak menyangka Oma Freya masih mau menerima dirinya menjadi bagian keluarga.
"Ya sudah, sekarang Ayesha siap-siap ya! Oma akan mengajak Ayesha untuk mengunjungi Azlan di rumah sakit. Untuk baju sudah Oma sediakan di dalam lemari pakaian. Ayesha bisa pilih mau memakai apa saja." Oma Freya mengusap kepala Ayesha dengan penuh kasih sayang, tidak ada kebencian dalam diri Freya terhadap Ayesha sedikit pun. Hanya saja ia sedikit kecewa dan takut cucunya tersakiti, karena Azlan sebelumnya tidak pernah mengenal cinta dan merasakan bagaimana rasanya patah hati.
Ayesha mengangguk mengiyakan. Memang sedari tadi ia ingin sekali mengganti gaun yang di pakai. Badannya sedikit lengket setelah aksi pelariannya tadi.
"Terimakasih banyak untuk semuanya Oma. Oma baik banget masih mau menerima Ayesha." Ayesha mencium tangan Oma Freya, ia sangat terharu dengan perhatian dan kebaikan Oma Freya kepadanya.
"Ja... di saat Azlan pulang itu adalah karena ..." Ayesha tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. Ia benar-benar merasa bersalah dengan Oma Freya, padahal saat ini Oma Freya dan keluarganya sedang berduka tapi malah terganggu dengan mencarinya.
__ADS_1
"Maafkan Ayesha Oma. Mestinya Ayesha tidak perlu kabur saat itu dan menunggu Azlan menjemput Ayesha."
Oma Freya tentu menggelengkan kepalanya, ia tidak setuju dengan ucapan Ayesha barusan.
"Jangan menganggap Ayesha sebagai beban di keluarga Oma. Malahan dengan kaburnya Ayesha, bisa membuat Oma tahu mengenai pernikahan kalian dan mudah-mudahan dengan kehadiran Ayesha bisa menjadi obat untuk Azlan."
"Bantu Oma ya, sayang. Mudah-mudahan dengan rasa cinta Ayesha terhadap Azlan, bisa membangunkan Azlan dari tidur panjangnya."
Degh
Jantung Ayesha berdebar mendengarnya. Oma Freya mengatakan Cinta? Padahal yang sebenarnya terjadi, Ayesha belum mencintai Azlan.
__ADS_1
"Baiklah Oma. Ayesha mau ke kamar untuk siap-siap dulu." Ayesha menghindari pertanyaan Oma Freya tadi. Untuk urusan cinta akan Ayesha pikirkan belakangan. Yang jelas, Ayesha sudah berusaha meyakinkan Oma Freya akan hubungannya dengan Azlan. Biarlah Oma Freya saat ini, menganggap pernikahannya dengan Azlan karena saling mencintai.
Ayesha berjalan meninggalkan Oma Freya, ia berjalan memasuki kamar yang sudah Oma Freya beritahukan tadi. Sesampainya di dalam, Ayesha dengan segera menutup pintunya. "Maafkan aku Oma, aku sama sekali belum mencintai Azlan. Mungkin perasaanku terhadap Azlan hanya sebatas kagum, karena siapapun tidak akan menolak ketampanan dan kekayaan yang Azlan miliki." Ayesha tersenyum penuh maksud dan dengan segera berlari menuju kamar mandi.