DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Episode 71


__ADS_3

"Terimakasih banyak Azlan. Kalau tidak ada kamu, entah bagaimana nasibku tadinya."


"Hem...." Hanya sekedar deheman yang terdengar dari mulut Azlan. Azlan sepertinya sangat menghindari interaksinya bersama dengan Ayesha terbukti dengan iritnya ia bicara saat mereka sudah keluar dari tempat itu.


"Tunggu dulu Azlan! aku ingin berbicara denganmu!" Dengan langkah besar, Ayesha mengejar lelaki itu. Ayesha sama sekali tidak peka dengan gelagat Azlan yang menghindarinya.


"Azlan!" Ayesha menarik pergelangan tangan Azlan agar mantan suaminya itu berhenti melangkah.


Azlan membuang muka saat Ayesha berhasil menarik tangannya. "Kenapa kau jadi seperti ini, suamiku?" Dengan sedikit usil Ayesha mengingatkan kalau ia pernah ada didalam kehidupan Azlan.


Azlan menoleh sebentar sebelum menghempaskan tangan Ayesha yang sudah lancang memegang tangannya. Tanpa kata-kata ia langsung beranjak pergi. Tidak perlu Ayesha mengorek luka yang ada dihatinya kembali karena sudah cukup untuk mencintai wanita itu namun tidak dihargai.


"Azlan!" Ayesha dengan tidak tahu malunya masih saja mengejar Azlan.


"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan! karena semuanya sudah berakhir!" Dengan penuh penekanan Azlan mengingatkan wanita itu agar Ayesha tidak salah paham atas bantuan yang ia berikan.


Ya, Azlan akan membentengi hatinya agar tidak terluka untuk kedua kalinya. Masalah pertolongan yang ia lakukan tadi, itu hanya sebatas kepeduliannya sebagai manusia untuk saling menolong.

__ADS_1


Dengan sedikit berlari Ayesha mengejar Azlan yang sudah tertinggal jauh. "Tidak Azlan! kita memang mesti perlu berbicara dari hati kehati!"


Azlan seakan tidak peduli dengan perkataan yang dilontarkan Ayesha. Meskipun hati dan cinta yang ada dihatinya masih tetap utuh untuk wanita itu.


"Azlan, tolong berikan aku kesempatan untuk berbicara! kita perlu berbicara Azlan!" Dengan penuh harap Ayesha tetap melangkah mengikuti Azlan hingga ia sampai ke unit apartemen mantan suaminya itu.


Ceklek


Pintu unit apartemen Azlan perlahan terbuka. Azlan lalu beranjak masuk kedalam, namun ketika akan menutup pintu kembali. Ayesha malah menyelonong masuk kedalam unitnya.


Degh


Ayesha terkejut mendengarnya, ia tidak menyangka Azlan akan bereaksi seperti itu. Tatapan Ayesha nanar, ia terlihat menelan salivanya dengan susah payah.


"Sepertinya akan sulit bagiku untuk masuk kedalam kehidupanmu kembali!" Ayesha hanya bisa membatin, ia tengah berfikir untuk meyakinkan Azlan bahwa Ayesha sendiri sudah berubah tidak seperti istrinya yang dulu lagi.


"Kalau kau tidak ada berkepentingan lagi, silahkan pergi dari sini!" Azlan benar-benar mengusir wanita yang sangat ia cintai itu karena merasa memang tidak ada lagi yang perlu ia bicarakan dengan wanita itu.

__ADS_1


Ayesha menggeleng. "Tidak! aku tidak akan pergi dari tempat ini!"


"Ayesha, jangan memancing amarahku!"


"Aku tidak peduli kalau kau marah atau membentak aku. Aku tahu akan kesalahanku yang terlalu besar padamu Azlan." Ayesha meneteskan air mata, ia sungguh menyesal telah menyia-nyiakan lelaki itu sebelumnya. "Aku mohon, berikan aku waktu untuk berbicara denganmu dari hati kehati karena aku masih sangat yakin, kalau masih ada cinta di antara kita,"


Azlan tersenyum sinis. "Berbicara dari hati kehati? kenapa baru sekarang?"


"Maafkan aku Azlan. Aku benar-benar menyesal telah mengecewakan kamu yang sudah sangat baik kepadaku, plis maafkan aku!"


Seribu kata maaf yang terucap dari bibir Ayesha tidak akan membuat Azlan respect kembali kepada Ayesha. Ia melengos dan tetap beranjak pergi menuju kamarnya.


Ayesha mengeram kesal namun tetap saja ia tidak akan menyerah begitu saja.


"Azlan, mari kita mulai semuanya dari awal kembali. Aku berjanji, akan menghargai dan mencintaimu Azlan!" Ayesha mengucapkan hal itu dengan suara cukup keras, agar Azlan mendengarkan ucapannya.


Langkah kaki Azlan tertahan dan langsung membalikkan tubuhnya menghadap kearah Ayesha. Dalam hati, Ayesha tersenyum simpul. Ia sudah terlihat percaya diri sekali jikalau Azlan masih mau menerima Ayesha kembali karena cinta Azlan yang tidak akan pernah pudar begitu saja, itulah yang ada di pikiran Ayesha sendiri.

__ADS_1


__ADS_2