DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Oma Freya begitu baik dengan Ayesha


__ADS_3

Ayesha memegang dadanya, ia benar-benar terkejut mendengar tentang kecelakaan yang menimpa Azlan. Air mata mulai jatuh di pelupuk mata Ayesha, ini adalah air mata sungguhan yang ia keluarkan. Entah ia sudah mulai mencintai suaminya itu atau belum, yang jelas rasa sakit yang di rasakan Azlan ikut ia rasakan.


Oma Freya membawa Ayesha ke pelukannya. "Doakan suamimu agar segera sadar dari komanya ya, Nak!"


Meluncur sudah air mata yang sedari tadi berusaha Ayesha tahan. Ia menangis sesegukan di depan Oma Freya.


Ayesha sendiri tengah berfikir, baru beberapa hari menjadi istri masa iya langsung menjadi janda. Ayesha langsung menggelengkan kepalanya, untuk membuang pikiran buruk tentang suaminya. Ayesha harus berpikir positif, Azlan harus sembuh dan ia pun tidak ingin di tinggal begitu saja oleh sang suami.


Ayesha menatap mata Oma Freya dengan mata yang sudah memerah karena menangis. "Lalu bagaimana keadaan suamiku sekarang, Oma?"


"Kamu yang sabar ya, Nak. Keadaan Azlan saat ini sangat memprihantinkan." Oma Freya terlihat mengusap matanya, cobaan yang beruntun datang menimpa keluarga sebisa mungkin Oma Freya berusaha untuk tegar menerima kenyataan. Kepergian anak untuk selamanya di tambah kecelakaan Azlan yang membuatnya koma, tentu Vira belum mengetahui keadaan puteranya karena Freya berusaha menyembunyikannya dari sang menantu. Bukannya Freya berniat jahat dengan menyembunyikan itu semua, karena kondisi fisik Vira yang tidak memungkinkan bahkan sang menantu sudah beberapa kali drop setelah kepergian suaminya.


Bahu Ayesha berguncang menahan tangis. "Dimana Azlan sekarang, Oma?"


"Nanti akan Oma antarkan ke rumah sakit, kebetulan sekali mertuamu juga di rawat di rumah sakit yang sama."


Ayesha mengangguk mengiyakan. Ayesha begitu antusias ketika Oma Freya berniat akan mengantarkan Ayesha ke depan suaminya. Meskipun pernikahan yang Ayesha alami merupakan pernikahan dadakan. Namun itu tidak melunturkan niat Ayesha untuk menemani sang suami di rumah sakit nantinya. Ya, Ayesha akan terus berada di samping sang suami sampai Azlan sembuh dan Ayesha berharap dengan kehadiran dirinya akan membuat Azlan segera sadar.


Oma Freya terlihat menatap kearah menantunya, dari tadi ia tidak memperhatikan pakaian yang di pakai Ayesha.


"Kenapa kamu memakai pakaian itu, Ayesha?" Tanya Oma Freya penuh selidik, karena orang suruhan Oma Freya sama sekali tidak mengatakan apapun yang terjadi dengan Ayesha sebelumnya.


Ayesha terlihat gugup, ia meremas jari-jari tangannya karena merasa takut Oma Freya akan berpikiran lain. Namun untuk mengutarakan kejadian yang sebenarnya, Ayesha pun bingung untuk menceritakan awal kronologinya karena semuanya berawal dari kesalahan Ayesha sendiri yang berusaha untuk kabur dari desa tersebut.

__ADS_1


Melihat kegugupan Ayesha, Oma Freya mencoba memegang tangan Ayesha. "Coba ceritakan, apa yang terjadi sebenarnya!"


Ayesha mengangguk dan mencoba untuk tenang. Meskipun rasa takut akan di tolak oleh keluarga Azlan semakin berseliweran di pikiran Ayesha.


"Sebenarnya, ini merupakan kesalahan Ayesha sendiri Oma."


"Maksudnya?" Oma Freya pura-pura tidak mengetahui saat Ayesha kabur dari tempat itu. Oma Freya ingin melihat kejujuran istri dari Azlan. Meskipun cucunya menikah tanpa sepengetahuan keluarga, ia tetap dengan lapang dada menerima Ayesha asalkan cucunya bahagia.


"Pada hari itu, Azlan mengajakku untuk ikut bersamanya, Oma." Ayesha mengarang cerita tentang awal mula Azlan mengajaknya pergi. Padahal saat itu bukanlah Azlan yang mengajak Ayesha pergi, tapi Ayesha sendirilah yang ikut Azlan masuk ke dalam mobilnya sehingga Azlan membawa Ayesha kesebuah desa.


Oma Freya mengangguk, ia ingin mendengarnya lebih detail lagi.


"Azlan dan aku saling mencintai Oma dan kami sepakat untuk menikah hari itu juga!" Ayesha masih saja mencoba menutupi cerita yang sebenarnya, bahkan tentang pernikahan kontrak yang Azlan utarakan sebelum pernikahan berusaha Ayesha sembunyikan.


"Setelah ijab kabul, Azlan meninggalkanku Oma di malam pernikahan kita." Ayesha terisak menahan tangis karena Ayesha pikir, Azlan akan meninggalkannya disana sendirian dan pernikahan mereka hanya sebatas status untuk lelaki itu.


"Karena itu, aku kabur darisana dan berjalan keluar dari desa. Ternyata desa itu sama sekali tidak ada kendaraan yang lewat menuju kota."


Freya mengangguk mengiyakan karena desa tersebut memang sepi dan akses untuk menuju kota memang sangat sulit di tempuh butuh waktu dua hari berjalan kaki agar bisa sampai ke kota.


"Lalu." Ujar Freya masih setia mendengarkan.


"Aku berjalan tidak tahu arah tujuan yang penting bisa sampai ke kota. Namun tiba-tiba, dari kejauhan aku melihat sebuah kendaraan yang akan keluar, sepertinya akan menuju kota. Karena saking bahagianya, aku sama sekali tidak menyadari bahwa lelaki itu adalah ..." Ayesha tidak lagi melanjutkan ucapannya, sepertinya ia terlalu keceplosan dalam berbicara. Ayesha tidak siap menceritakan siapa lelaki itu. Karena kalau Ayesha menceritakan lelaki itu, tentu aib yang ia simpan pun akan keluar juga.

__ADS_1


"Lelaki ...?" Oma Freya menatap Ayesha dengan tatapan yang sulit diartikan karena Oma Freya sama sekali tidak mengetahui tentang Ayesha selama ini.


Ayesha terdesak. Dengan perasaan yang berkecamuk di dadanya, ia terlihat mengubah posisi duduknya.


Oma Freya memperhatikan setiap gerak-gerik Ayesha. Bahkan perubahan raut wajah Ayesha pun tidak luput dari perhatian Oma Freya.


Ayesha menunduk. "Maafkan aku, Oma." Ayesha mengusap lelehan air matanya yang jatuh di pipi. Ayesha yakin, keluarga Azlan tidak akan menerima diri Ayesha yang telah hina dan kotor ini.


Freya mengernyitkan dahinya, ia hanya memperhatikan Ayesha tanpa menyela ucapan Ayesha tadi.


"Oma maafkan Ayesha, Oma!" Ayesha memegang tangan Oma Freya dan besar harapan Ayesha agar Oma Freya tidak membencinya. Ayesha sudah mulai merasa nyaman dengan Omanya Azlan dan Ayesha begitu takut jikalau Oma Freya seketika malah membencinya.


Oma Freya mengangkat kedua bahunya. "Tergantung, karena Oma sendiri juga tidak tahu maksud Ayesha meminta maaf. Kecuali kalau cucu Oma yang cantik ini jujur, baru Oma memaafkan."


Ayesha tersenyum cerah dan mengangguk mengiyakan. Ayesha mengubah posisi duduknya dengan menghadap kearah Freya, sebelum bercerita Ayesha menatap Oma Freya. Ayesha berharap, Oma Freya tidak membenci Ayesha setelah tahu kebenarannya.


"Sebenarnya aku ..." Ayesha terlihat gugup, ia tidak tahu harus memulai ceritanya darimana dulu. Karena kejadiannya begitu tiba-tiba, bahkan saat Ayesha terjebak di kamar hotel pun Ayesha tidak mengetahui kronologi yang sebenarnya.


Freya mengusap lengan Ayesha. "Kalau Ayesha belum siap untuk bercerita, jangan dipaksakan."


Freya tidak ingin memaksa Ayesha untuk bercerita, biarlah Freya yang akan mencari tahunya sendiri. Freya akan menugaskan Willson untuk mencari tahu secara detail tentang Ayesha.


Ayesha menggelengkan kepalanya. "Tidak Oma. Ayesha akan menceritakan semuanya, meskipun Oma akan membenci Ayesha nantinya."

__ADS_1


__ADS_2