DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Ayesha mengunjungi rumah sakit


__ADS_3

Ayesha tersenyum saat melihat dres yang dipakainya sangat pas di tubuhnya yang mungil.


"Ternyata pilihan Oma Freya tidak diragukan lagi."


Ayesha berjalan kearah kaca rias, ia sedikit memoles wajahnya dengan bedak yang sudah di sediakan.


Senyum merekah di bibir Ayesha. Tidak pernah sebelumnya Ayesha di perhatikan seperti ini sebelumnya. Perlakuan Oma Freya sangat berbeda tidak seperti saat bersama Ayah Bahri. Ayah Bahri hanya menganggap Ayesha sebagai sapi perah dan menyuruh Ayesha untuk bekerja dan bekerja.


Pintu diketuk dari luar oleh seseorang. "Nona Ayesha sudah ditunggu sama Ibuk di ruang tengah!"


"Baik Bik, Ayesha akan kesana sekarang!" Ayesha sedikit membasahi bibirnya dengan lip balm. Setelah dirasa cukup, Ayesha dengan segera berjalan keluar untuk menemui Oma Freya.


"Assalamualaikum Oma." Ayesha berjalan menghampiri Oma Freya dengan duduk di sampingnya.


"Eh... Waalaikumsalam sayang." Oma Freya sungguh terkejut dengan kehadiran Ayesha.


"Kamu cantik sekali, Nak!" Oma Freya begitu takjub dengan kecantikan Ayesha. Paras wajah Ayesha masih seperti anak remaja pada umumnya, padahal saat ini umur Ayesha tidaklah muda lagi.


"Aku sudah siap Oma. Jadi tidak sabar ketemu dengan suami."


Jelas saja itu membuat Oma Freya bahagia dan sungguh ia begitu berharap, Ayesha bisa membawa pengaruh baik terhadap kesehatan Azlan.

__ADS_1


"Ayo sayang. Kamu sudah siapkan?"


"Sudah Oma." Jawab Ayesha. Ayesha membantu Oma Freya untuk berdiri dari duduknya dan membimbingnya menuju mobil karena diluar sopir pribadi Oma Freya sudah menunggu.


"Terimakasih sayang, kau sangat baik sekali." Freya menjadi sangat yakin akan pilihan Azlan. Terlihat dari sikap Ayesha sendiri yang telah mau membantunya tanpa di suruh.


"Ah... Oma, jangan berkata seperti itu." Jawab Ayesha sungkan. Padahal ia hanya berniat membantu dan sama sekali tidak ada niatan untuk mencari perhatian Oma Freya.


Mobil yang di tumpangi Ayesha dan Oma Freya pun melaju dengan kecepatan sedang.


"Selama ini kamu tinggal bersama siapa Ayesha?" Oma Freya mencoba untuk membuka suara, setelah keheningan yang terjadi di antara mereka berdua.


Oma Freya menoleh karena Ayesha tidak kunjung menjawab pertanyaannya. "Kenapa sayang?" Tentu berbagai pertanyaan muncul, kenapa menantunya terlihat begitu enggan menceritakan mengenai orang tuanya. Padahal Oma Freya hanya ingin tahu kehidupan Ayesha sebelum bersama dengan Azlan.


"Tidak apa-apa Oma hanya saja..." Ayesha tidak lagi melanjutkan kata-katanya, ia tengah berfikir mengenai keberadaan orang tua kandungnya. Ayesha memang tinggal sedari kecil dengan Bahri, namun selama ini Bahri tidak menceritakan apapun kepada Ayesha. Kecuali saat pengusiran Bahri waktu itu yang mengatakan Ayesha bukanlah puteri kandungnya.


Ada raut kesedihan yang terpancar dari wajah Ayesha hingga membuat Oma Freya merasa bersalah. "Maafkan Oma sayang. Oma tidak bermaksud untuk mencari tahu masa lalumu. Kalau Ayesha tidak ingin bercerita tidak apa-apa!"


Ayesha mengangguk karena memang ia belum siap untuk bercerita saat ini. "Maafkan Ayesha Oma. Lain kali pasti akan Ayesha ceritakan." Jawab Ayesha, setelah itu mereka berdua terdiam dengan pemikiran masing-masing.


Mobil yang ditumpangi mereka berdua, memasuki pelataran rumah sakit. Ayesha turun dan tidak lupa juga untuk membantu Oma Freya turun.

__ADS_1


"Terimakasih, Oma bisa berjalan sendiri." Ujar Freya dengan berjalan tertatih-tatih mendahului Ayesha.


Tangan Ayesha tergantung, ia menjadi serba salah akan sikap Oma Freya barusan. "Apakah aku melakukan kesalahan?" Tentu pertanyaan itulah yang muncul di kepala Ayesha saat ini. Namun Ayesha tidak berani menanyakan langsung, ia hanya bisa berjalan mengikuti Oma Freya dari belakang.


Ayesha yang tertinggal beberapa langkah dari Oma Freya memanfaatkan waktu untuk mencaritahu keberadaan adiknya. Ia tidak lagi menyusul Oma Freya dan malah berbalik arah. Nantinya Ayesha akan mencari alasan kepada Oma Freya. Ya, itulah yang di pikirkan Ayesha.


"Aku yakin, Ayuna masih di rawat di rumah sakit ini." Ucap Ayesha dengan meyakinkan hatinya untuk segera mencari tahu.


Ayesha berjalan menuju resepsionis di rumah sakit itu untuk menanyakan dimana tempat Ayuna di rawat sedangkan Oma Freya yang akan memasuki pintu lift dibuat kebingungan. Ia tidak melihat keberadaan Ayesha di sampingnya. Oma Freya mencoba mencari keberadaan Ayesha yang tidak terlihat di samping maupun di belakangnya. "Kemana Ayesha tadi?" Ujar Freya dengan mencari-cari keberadaan Ayesha.


Ayesha yang di cari Oma Freya tengah mencaritahu mengenai keberadaan adiknya yang di rawat di rumah sakit yang sama dengan Azlan di rawat. Ia sepertinya melupakan niatnya untuk menemui sang suami.


"Baiklah terimakasih sudah memberitahu." Ayesha telah mengantongi dimana tempat Ayuna di rawat. Ia berjalan secepat mungkin agar bisa segera bertemu dengan adiknya.


Ayesha sungguh bahagia, ternyata adiknya mendapatkan perawatan yang bagus. Azlan sudah menempati janjinya dengan memberikan perawatan dan kamar rawat inap yang bagus untuk adiknya.


Ayesha berjalan menelusuri lorong rumah sakit. Ia akan mencari keberadaan adiknya terlebih dahulu sebelum menemui sang suami.


"Ini dia kamarnya." Ayesha tersenyum dan mencoba membuka knop pintu kamar inap adiknya. Ia yang akan berjalan masuk terhenti dengan tepukan punggung oleh tangan seseorang.


"Kau sedang apa disini, Ayesha?"

__ADS_1


__ADS_2