DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Marahnya orang baik


__ADS_3

"Oma! apa yang sebenarnya terjadi dengan Mamaku, Oma?" Azlan yang sejak tadi duduk diam di bangku depan akhirnya bersuara juga. Sedari tadi ia dilanda gelisah dan cukup penasaran dengan keadaan Mamanya.


Freya menoleh sebentar, lalu kembali menatap ponsel yang ada di tangannya. Ia tampak enggan menjawab pertanyaan sang cucu.


Azlan mendengus kesal karena sama sekali tidak mendapat jawaban pasti dari sang Oma. Entah apa yang telah terjadi di dalam keluarganya setelah paska kecelakaan yang menimpanya. Bahkan Papanya meninggal pun, sang Oma juga baru memberitahukannya.


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya memasuki area rumah sakit. Azlan yang lebih dulu turun dari mobil dengan segera membantu memapah sang Oma untuk turun.


"Kau yakin ingin membantu Oma?" Tanya Freya saat pintu bagian belakang sudah terbuka. Tentu hal itu menjadi tanda tanya bagi Freya karena tidak biasanya sang cucu begitu perhatian terhadapnya. Terlebih sikap Azlan yang tampak cuek dan tidak bisa di sentuh membuat Freya cukup penasaran.


Azlan tertunduk lemah. Tadi ia hanya sedikit refleks dan sedikit melupakan trauma yang di deritanya.


"Oma bisa turun sendiri, Azlan!" Ujar Freya yang lantas mengerti akan diamnya sang cucu.


Azlan lantas mengangguk dan sedikit memundurkan tubuhnya saat melihat Freya turun dari mobil.


Setelah Freya turun. Freya langsung melangkahkan kakinya terlebih dahulu dengan di susul Azlan di belakangnya. Saat sudah berada di depan lobi, Freya berpesan kepada Azlan untuk segera ke ruangan Vira terlebih dahulu dan Freya akan menyusulnya setelah itu karena ada seseorang yang perlu Freya temui terlebih dahulu.


Azlan lantas mengangguk mengiyakan dan langsung menuju ruangan sang Mama berada sedangkan Freya berjalan menuju ruangan dokter.


Freya mengetuk pintu ruangan seorang dokter muda yang Freya ketahui telah membantu mengatasi keadaan Vira tadi. Sebelumnya Freya sudah membuat janji temu dengan dokter tersebut, sehingga Freya bisa dengan mudah langsung menemuinya.


"Assalamualaikum dokter, boleh saya masuk?"


"Waalaikumsalam, masuk saja Buk!"


Setelah terdengar sahutan dari dalam. Freya lantas langsung melangkah masuk kedalam dan berjalan mendekati dokter Dinda.


"Silahkan duduk, Buk!" Dinda langsung mempersilahkan Freya untuk duduk karena melihat Freya yang tidak kunjung duduk dan hanya berdiri sambil menatap kearah dokter Dinda.

__ADS_1


Freya tersenyum dan mengangguk mengiyakan. Ia lantas menarik kursi tersebut dan duduk sambil menatap kearah Dinda yang membuat Freya menjadi cukup penasaran.


"Apa sebelumnya kita pernah bertemu, Buk dokter?" Freya langsung menanyakan hal yang membuatnya cukup penasaran dengan dokter muda yang tampak sangat cantik di hadapannya itu.


Dinda lantas tersenyum menanggapinya. "Benar Buk. Kita sebelumnya pernah bertemu di ruang inap 505 waktu itu." Ujar Dinda mengingatkan.


Freya langsung mengingatnya. "Tapi... bukannya Buk Dinda ini seorang pasien ya waktu itu?"


Dinda lantas mengangguk mengiyakan karena memang ia beberapa waktu lalu sempat di rawat di rumah sakit ini karena asam lambungnya kambuh saat bekerja. Bahkan orang tuanya jauh-jauh datang untuk menemani Dinda di rumah sakit dan juga sempat ada sedikit konflik yang terjadi antara orang tuanya dan Azlan waktu itu.


"Ternyata dunia sesempit itu ya, Dok. Saya kira tidak bakal bertemu Buk Dinda lagi."


Dinda hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman.


"Jadi, apa yang membuat Ibuk datang untuk menemui saya disini?"


"Oh iya, begini dok. Sebenarnya ibuk datang menemuimu kesini untuk menanyakan bagaimana keadaan menantu Ibuk sekarang?" Freya langsung menanyakan keadaan Vira, ia tidak bisa berbasa-basi lagi setelah mengetahui keadaan Vira yang tadinya sempat drop beberapa jam yang lalu. Seorang suster yang Freya tugaskan untuk membantunya dalam merawat Vira memberitahukan Freya sehingga membuat Freya sempat shock mendengarnya. Namun selang beberapa menit, kabar buruk itu sedikit membuat Freya lega karena dokter yang menangani Vira langsung mengatasinya dengan baik dan dokter tersebut adalah dokter Dinda sendiri.


Freya lantas mengangguk mengiyakan dan mendengarkan dengan jelas apa yang telah dokter Dinda jelaskan. Freya mengucap banyak ucapan syukur saat mengetahui Vira sudah mulai sadar dan sudah bisa untuk pulang ke rumah besok.


"Terimakasih dokter."


"Sama-sama Buk."


Freya lantas berjalan keluar dari ruangan itu dengan hati gembira. Ia sedikit lebih tenang setelah mendengar penjelasan dari dokter Dinda.


Saat baru saja beberapa langkah Freya berjalan seseorang memanggilnya dari arah belakang.


"Oma! tunggu dulu, Oma!" Ayesha berjalan cepat agar bisa langsung berbicara dengan Freya.

__ADS_1


Freya memincingkan sebelah matanya dan menatap Ayesha penuh benci.


"Oma, ada yang mau aku bicarakan!"


"Saya tidak punya waktu untukmu, Ayesha!" Freya lantas berjalan meninggalkan Ayesha begitu saja. Masih segar dalam ingatan Freya saat Ayesha menolak permintaan Freya untuk memberikan Azlan semangat dalam menjalani cobaan yang datang menimpa keluarganya.


Flashback on.


Saat itu, Ayesha baru saja kembali setelah menemui adiknya. Ia tampak terlihat bahagia setelah memastikan keadaan Ayuna yang sudah cukup membaik.


Setelah memastikan Ayuna tidur, barulah Ayesha kembali keruangan Azlan. Namun, Ayesha cukup terkejut saat melihat Azlan membanting pintu dengan cukup keras dan tidak lama setelah itu Oma Freya keluar dari ruangan itu dengan meneteskan air mata.


Ayesha yang baru saja datang dengan segera mendekati Freya yang sedang menangisi kepergian Azlan.


"Oma, kenapa?" Ayesha terlihat bingung dengan keadaan Freya yang begitu kacau.


"Tolong kejar dia Ayesha dan pastikan cucuku akan baik-baik saja setelah itu!" Namun diluar dugaan, Ayesha malah menggeleng dan tidak mau mengejar Azlan. Ayesha memberikan alasan bahwa ia tidak bisa meninggalkan Freya begitu saja.


"Tidak Oma! Bagaimana mungkin aku meninggalkan Oma yang sedang dalam keadaan seperti ini!"


Freya menoleh dan merapatkan kedua tangannya ke dada. "Tolong saya sekali ini. Azlan pasti butuh sandaran saat mengetahui Papanya yang sudah tiada di tambah dengan Mamanya sendiri yang keadaannya cukup memprihatinkan!"


"Kalau kau menyayangi cucuku, tolong kejar dia sekarang juga! Keadaannya Azlan sedang tidak baik-baik saja, Ayesha. Mana mungkin saya membiarkannya sendiri begitu saja!"


Ayesha tetap saja dengan pendiriannya. "Tidak Oma, saya tidak akan pergi kemana-mana. Jadi tolong jangan paksa saya, karena ada hal yang lebih penting yang perlu saya jaga!" Ujar Ayesha yang membuat Freya tampak sangat kecewa dan Freya lantas pergi begitu saja tanpa menghiraukan Ayesha.


Flashback Off


"Oma, tolong dengerin aku dulu!" Ayesha terus saja mengikuti Freya dari arah belakangnya.

__ADS_1


"Apa lagi yang bisa Oma dengar?" Dengan senyum sinis Freya menatap kearah Ayesha. Ayesha pikir, Oma Freya yang begitu sangat baik menerima dirinya tidak lantas langsung ikut campur mengenai biaya perawatan adiknya yang sebelumnya sudah di tanggung Azlan. Namun nyatanya sekarang malah sangat berbeda, Oma Freya yang awalnya terlihat baik malah memperlihatkan sisi kejamnya dengan menghentikan seluruh biaya adiknya Ayesha sehingga membuat Ayesha begitu pusing memikirkan uang yang akan ia keluarkan setelah itu.


__ADS_2