DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Ungkapan cinta yang tak terbalaskan


__ADS_3

"Kemana mereka?" Oma Freya terperangah saat tidak menemukan keberadaan Azlan dan Ayesha disana. Ia baru saja kembali setelah memberikan kesempatan kepada cucu dan menantunya untuk berbicara berdua setelah ia tinggal pergi tadi. Namun saat Freya kembali, ia malah tidak menemukan keberadaan keduanya.


Mata Oma Freya memindai setiap sudut ruangan VIP yang di tempati oleh cucunya dan berharap menemukan keberadaan Azlan disana namun hasilnya nihil, tidak ada tanda-tanda keberadaan Azlan disana.


"Tidak mungkin cucuku pulang tanpa sepengetahuanku!" Oma Freya hanya bisa mengucapkan itu di dalam hatinya, ia sangat yakin Azlan masih berada di tempat ini dan belum mengetahui musibah yang menimpa kedua orang tuanya.


"Apa mereka ada di dalam?" Mata Oma Freya tertuju ke arah kamar mandi. Ia sedikit mendengar suara yang berasal dari arah sana. "Sebaiknya Oma menunggu disini saja!" gumam Oma Freya, ia lantas duduk dan menunggu keduanya.


Sudah setengah jam berlalu namun Azlan maupun Ayesha tidak jua kunjung keluar. Tentu hal itu membuat sang Oma menjadi sangat khawatir.


Kaki Oma Freya terayun menuju kamar mandi. Saat akan mendekati pintu dan akan mengetuk pintu, sayup-sayup Oma Freya mendengar sesuatu di dalam sana. Ia lantas tersenyum dan mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu.


"Maaf sepertinya kita tunda dulu untuk melakukannya!" Azlan lantas mengecup pipi sang istri dengan penuh rasa cinta. Hatinya kian menghangat saat mengingat tentang apa yang sudah mereka lakukan barusan.


"Aku ingin malam pertama kita nantinya memberikan kesan indah untuk kita berdua dan satu hal yang sangat ku harapkan, jangan pernah untuk menyakiti hatiku Ayesha karena hanya kau wanita yang ku cintai di dalam hidupku setelah Mamaku!" Ujar Azlan setengah berbisik. Ia lantas membantu Ayesha merapikan baju istrinya yang tadi sempat ia buka.


Ayesha tersenyum menanggapi. Perlakuan Azlan barusan sungguh sangat manis dan membuat jantungnya berdetak tak karuan.


"Terimakasih." Ayesha hanya membalasnya dengan ucapan terimakasih saat Azlan telah selesai membantunya. Ayesha malah tidak menanggapi perihal ucapan Azlan mengenai malam pertama yang sedang di rancang suaminya itu.


"Kenapa kau tidak menjawabnya?" Azlan merasa hanya dia yang terlalu bersemangat mengingat Ayesha malah diam dan mengabaikannya.

__ADS_1


"Lalu aku harus menjawab apa?" Ayesha kesal sendiri dengan Azlan. Sudah tahu ia malu untuk di tanyakan perihal malam pertamanya nantinya. Kalaupun Azlan mempunyai keinginan untuk memberikan kesan di saat malam pertamanya nanti, apa salahnya Azlan memberikan surprise tanpa di iming-imingi sesuatu padahal masih saja dalam tahap perencanaan.


Azlan tersenyum kecut dan tidak lagi memaksa Ayesha untuk menjawabnya. Ia tahu Ayesha malu untuk di tanya tentang hal itu. Namun sebelum benar-benar keluar, Azlan malah mengingatkan Ayesha tentang sesuatu hal yang terjadi dengannya barusan.


"Maaf jikalau tadi aku memaksamu!" Pipi Ayesha merona malu saat di ingatkan ke hal tadi. Bagaimana tidak? Azlan memaksanya untuk menuruti keinginannya untuk mengemut batang kepunyaannya meski awalnya Ayesha menolak namun setelah itu ia malah menikmati momen itu.


Azlan mengambil tangan Ayesha dan perlahan membawanya kepelukannya. "Aku mencintaimu Ayesha." Ayesha menjadi salah tingkah dengan ungkapan cinta yang di lontarkan sang suami. Tidak di pungkiri hatinya berbunga-bunga mendengarnya.


Azlan menarik kembali tubuh yang tadinya ia peluk. "Apa kau juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan?" Azlan malah semakin mendesak Ayesha untuk menjawabnya. Sudah cukup ia diam dalam mencintai seseorang, ia juga ingin mengetahuinya langsung dari bibir sang isteri.


Ayesha gelagapan sendiri. Ia belum yakin akan perasaannya, meskipun tidak mungkin ia pungkiri kalau sikap yang di tunjukkan Azlan begitu manis dan membuat hatinya cenat-cenut.


"Ayesha!" Di panggil seperti itu membuat Ayesha menjadi resah, ia belum mempersiapkan jawaban yang akan ia berikan.


"Baiklah kalau kau tidak mau menjawabnya. Aku akan memberikan kesempatan padamu Ayesha." ujar Azlan dengan nada kecewa. "Aku akan menunggumu dua bulan. Namun setelah waktu yang sudah aku tentukan, kau tidak juga mencintaiku. Aku rela melepaskanmu dan mengakhiri semuanya!"


Ayesha memegang dadanya yang seakan di hantam benda keras. Entah kenapa ucapan yang di lontarkan Azlan malah membuat hatinya sakit. Ia merasa tidak rela, Azlan mengatakan akan melepaskan dan mengakhiri hubungannya.


Azlan memberikan senyum manisnya, meski rasa resah kian melanda setelah Azlan mengatakan hal itu. Dua bulan waktu yang akan ia berikan, namun ada rasa takut jikalau Ayesha malah tidak bisa mencintai dirinya yang sudah terlanjur jatuh hati dengan wanita itu.


"Sebaiknya kita kembali ke kamar. Kemungkinan sebentar lagi Oma akan kembali ke kamar menemuiku!" Azlan menarik tangan Ayesha keluar. Ia tidak ingin berlama-lama berada disana karena takut Oma Freya malah datang tiba-tiba dan tidak menemukannya di tempat tidur.

__ADS_1


Perlahan Azlan membuka knop pintu dengan di susul Ayesha yang berada di belakangnya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat sang Oma yang sudah berada disana dengan tatapan mengarah kepada keduanya.


Azlan lantas menggaruk kepalanya. Ia bingung untuk memberikan alasan kepada sang Oma nantinya.


Ayesha yang sedang berada di balik punggung sang suami malah tidak menyadari kedatangan Oma Freya. "Kenapa malah berhenti disini?" Ayesha malah menanyakan hal itu, karena merasa bingung dengan sang suami yang tidak jua kunjung berjalan padahal tempat tidur yang di tempati Azlan tinggal beberapa langkah lagi.


"Hei ...!" Ayesha malah mencubit pinggang sang suami sehingga membuat Azlan meringis kesakitan.


"Kau tidak lihat ada Oma disana!" Azlan berucap setengah berbisik kearah telinga sang istri.


Dengan sedikit mengintip. Ayesha malah dibuat terkejut, ia begitu malu jikalau Oma Freya malah berfikir hal lain nantinya.


"Eh Oma."


Dengan sedikit canggung, Ayesha lantas berjalan mendekati Oma Freya. Meski sedikit risih di tatap seperti itu, Ayesha malah membuang jauh-jauh pikiran buruk yang kian meresahkan hatinya.


"Maaf Oma sudah lama menunggu." Ayesha duduk mendekati sang Oma yang masih terdiam.


"Kenapa kalian lama sekali berada di dalam kamar mandi?" Oma Freya lantas mengalihkan pertanyaan yang di lontarkan Ayesha. Ia memindai wajah keduanya yang tampak malu.


"Kami tadi...." Tentu Ayesha bingung sendiri menjawabnya, ia juga tidak mungkin menceritakan kejadian tadi kepada Oma Freya.

__ADS_1


Freya memincingkan matanya. Ia lantas tersenyum hangat dan memeluk tubuh menantunya. "Oma selalu mendoakan kebahagian kalian berdua dan satu hal yang Oma pinta, jangan pernah kecewakan cucu Oma. Ia sudah cukup tersiksa selama ini, jadi tolong kabulkan permintaan Oma ini!" Ayesha mengangguk mengiyakan permintaan sang Oma meskipun di dalam hati belum begitu yakin.


__ADS_2