
Tok
Tok
Tok
"Nona Ayesha ...!" Panggil Buk Risna dari luar kamar.
Ayesha mengerjabkan matanya, sayup-sayup ia mendengar suara seseorang memanggil namanya.
Ayesha dengan segera keluar dan membuka pintu kamar yang ia tempati. "Ibuk kok bisa masuk kesini?" Ada raut bahagia dari wajah Ayesha. Ayesha pikir, Azlan bakal mengurungnya di rumah ini dan tidak memperbolehkan Ayesha untuk keluar.
"Maaf, kalau Ibuk sudah lancang masuk kedalam. Biasanya Ibuk akan datang kesini setiap harinya, untuk membersihkan rumah ini."
"Tidak apa-apa Buk. Malahan Ayesha senang sekali, akhirnya ada juga yang membukakan pintu untuk Ayesha agar Ayesha segera pergi dari sini!" Ayesha segera menutup mulutnya, ia sudah lancang memberitahukan niatnya untuk kabur dari tempat ini. Rencananya, Ayesha akan kabur dan akan segera pergi ke kota untuk menemui adiknya di rumah sakit. Ayesha ingin melihat keadaan Ayuna. Meskipun suami Ayesha mengatakan akan menanggung biaya pengobatan adiknya itu, namun Ayesha belum lantas percaya begitu saja.
Buk Risna memegang tangan Ayesha yang akan bergerak keluar. "Nona mau pergi kemana? Tuan Azlan sudah menitipkan Nona kepada saya, jadi tolong Nona jangan pergi dari sini. Saya akan di marahi Tuan Azlan kalau sampai Nona kabur dari sini!"
Ayesha bergeming, ia perlu mencari alasan untuk kabur. Ia tidak ingin di tinggalkan di tempat yang terlalu sunyi penduduknya, bahkan semalaman Ayesha tidak bisa tidur karena ketakutan.
Ayesha tersenyum penuh maksud. "Ayesha tidak akan pergi kemana-mana Buk. Lagian, Ayesha tidak mengetahui tempat ini. Untuk kendaraan yang akan menuju kota saja, Ayesha tidak mengetahuinya." Ayesha berusaha meyakinkan Buk Risna agar Buk Risna mempercayai ucapan Ayesha.
"Alhamdulillah, kalau nona tidak ada niatan untuk kabur dari sini." Ujar Buk Risna dengan senyum ramah.
"Hehe iya Buk." Ayesha membalas dengan seramah mungkin. Ayesha tidak ingin di curigai, ia malahan berupaya mencari cara untuk kabur.
__ADS_1
Buk Risna terlihat sibuk membersihkan seluruh ruangan tanpa terkecuali kamar yang Ayesha tempati. Ayesha hanya memperhatikan tanpa ada niatan untuk membantu.
Saat Buk Risna lengah dan hendak menuju dapur, Ayesha bergerak cepat. Ia berlari mengambil kunci yang di letakkan Buk Risna di atas meja.
"Alhamdulillah ..., akhirnya aku bisa keluar dari rumah itu!" Ayesha mengucap rasa syukur saat ia sudah berjalan sedikit jauh. Ayesha yakin, Buk Risna tidak bakal bisa mengejarnya sejauh ini.
Ayesha terus berlari, berharap seseorang mau membantunya.
Ayesha masih ingat betul bahwa jalan ini adalah jalan yang ia lalui sewaktu Azlan pertama kali membawanya kesini. Namun, sudah sejauh ini Ayesha berjalan malah tidak ada satu pun kendaraan yang ia temui.
Ayesha sudah kehilangan tenaga untuk berjalan, bahkan hari sudah beranjak sore. Jalan yang Ayesha lalui terlihat sepi, tidak ada satu pun rumah penduduk. Ayesha sangat ketakutan, untuk berbalik pun terasa percuma karena Ayesha sudah berjalan sangat jauh dari sana.
"Ya Tuhan bantu aku." Ayesha berharap ada yang mau membantunya untuk keluar dari desa itu.
Ayesha melambaikan tangannya untuk meminta pengendara mobil itu berhenti.
"Kau ingin mati ya?" Pengendara mobil itu malah membentak Ayesha dengan suara yang cukup keras.
Ayesha merasa ketakutan karena lelaki yang merupakan pemilik mobil tersebut adalah seorang Alex Laksmana, lelaki yang terlibat skandal dengan Ayesha satu tahun yang lalu.
"Kau ..." Alex terlihat mengingat wajah Ayesha. Wajah wanita yang pernah terlibat skandal dengannya.
Ayesha berusaha menutupi wajahnya agar Alex tidak mengenalinya. Namun ternyata itu semua percuma, karena Alex keburu mengenal Ayesha dan malah menyeret Ayesha untuk masuk ke dalam mobilnya.
Ayesha berusaha memberontak dan menolak untuk masuk ke dalam mobil Alex. Namun tenaga Ayesha belum cukup kuat untuk melawan Alex dan alhasil Alex malah membawanya pergi.
__ADS_1
Disinilah Ayesha berada saat ini, di sebuah apartemen yang di tempati oleh Alex.
"Kau mau apa lagi?" Ayesha berusaha untuk tidak terpengaruh akan rayuan Alex. Ia masih mengingat hinaan yang di lontarkan oleh Alex kala itu.
"Seperti yang kau tahu, aku akan bertanggung jawab atas apa yang pernah kita lakukan waktu itu!" Alex semudah itu mengatakan akan bertanggung jawab dengan Ayesha padahal sebelumnya lelaki itu, mati-matian menolak untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi.
Ayesha beranjak dari kasur empuk milik Alex. Namun Alex malah mencekal tangan Ayesha yang akan berusaha kabur.
"Kau mau kemana?"
"Sakit brengsek ...!" Ayesha berusaha melepaskan tangannya yang di pegang oleh Alex. Namun semakin Ayesha berusaha untuk memberontak, semakin kuat Alex menarik tangan Ayesha.
"Kau tidak akan bisa pergi dari sini!" Tekan Alex dengan tatapan nyalang. Ayesha bergeming, mana mungkin ia disini sedangkan Ayesha saat ini adalah istri dari Azlan. Meskipun pria yang telah menjadi suaminya itu meninggalkan Ayesha di malam pertamanya, itu semua tidak akan merubah status Ayesha yang sudah menjadi istri dari Azlan.
"Kau gila, kau yang memintaku untuk tidak menuntutmu setelah kejadian itu!" Ayesha menatap remeh Alex. Ia tersenyum sinis kearah lelaki bejat yang ada di hadapannya.
Alex mendorong tubuh Ayesha keatas kasur king size miliknya. "Aku berubah pikiran, sepertinya kau lebih menarik dari perempuan manapun." Alex berusaha berkata jujur, karena setelah kejadian itu rasa bersalah seakan menghantuinya. Alex berusaha mencari keberadaan Ayesha beberapa bulan belakangan ini, namun sama sekali tidak ada petunjuk yang di dapatkan. Tapi hari ini, seperti mendapat jackpot melebihi mendapatkan peran utama di sebuah sinetron, Alex malah bertemu dengan Ayesha saat ia akan pulang dari syuting di sebuah pedesaan dimana Alex bertemu dengan Ayesha.
"Plis ... Izinkan aku pergi dari sini!" Ayesha meminta Alex untuk melepaskannya, ia tidak ingin terlibat skandal apapun lagi dengan aktor itu. Sudah cukup ia dibuat malu dengan skandal yang telah terjadi satu tahun belakangan ini. Ditambah hubungannya dengan Azlan tentu akan semakin merenggang, kalau sampai Azlan mengetahuinya.
"Kau tidak akan bisa pergi dari sini Ayesha!Sebentar lagi penghulu akan datang untuk menikahkan kita!" Ucapan lelaki itu sepertinya tidak main-main. Ayesha dibuat shock dengan ucapan Alex, kenapa dua lelaki yang Ayesha temui malah menginginkan menikah dengannya secara mendadak seperti ini.
Ayesha menggelengkan kepalanya, Ayesha tentu menolak keinginan Alex karena statusnya Ayesha yang sudah sah menjadi istri Azlan.
"Kau tidak akan bisa menolakku Ayesha. Karena aku tidak suka di tolak!" Alex berjalan keluar dari kamar yang Ayesha tempati. Namun sebelum Alex pergi, terlebih dahulu Alex memastikan pintu kamar terkunci agar Ayesha tidak bisa kabur begitu saja.
__ADS_1