DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Episode 61


__ADS_3

"Azlan, kenapa kau malah pergi?" Ayesha mencoba menarik pergelangan tangan sang suami yang sudah berada di luar. "Apa salahnya kau berkenalan dulu dengan adikku, bukan seperti ini!" ujar Ayesha dengan sedikit bentakan.


Azlan menoleh menatap kearah sang istri. Ia sangat malu apabila pertengkarannya ini dilihat semua orang, apalagi sampai diketahui oleh orang tuanya nanti.


Azlan lantas beranjak pergi dan tidak memperdulikan Ayesha yang meneriaki namanya. Dulu ia sangat memprioritaskan Ayesha diatas segala-galanya, namun saat ia butuh wanita itu malah istrinya sendiri tidak pernah ada untuknya. Kesabarannya memang setipis kertas, disaat hatinya tersakiti rasa sabar itu seakan menghilang di telan angin lalu.


Ayesha seakan tidak menyerah. Ia tetap saja mengikuti Azlan sampai ke parkiran. "Azlan, aku ikut pulang denganmu, sekalian aku membawa adikku untuk tinggal bersama dengan kita,"


"Apa?" Azlan seakan tidak percaya dengan ucapan sang istri yang terdengar sangat egois.


"Iya Azlan. Aku akan pulang bersama dengan adikku, ke rumah yang kau tempati sekarang. Kamu tahu sendiri, aku sebelumnya tidak mempunyai tempat tinggal jadi sudah sewajarnyalah adikku ikut tinggal dengan kita,"


"Kita?" Azlan tersenyum remeh. "Sejak kapan kau mengambil keputusan itu tanpa melibatkan aku?"

__ADS_1


"Azlan, kita kan sudah menikah. Apa salahnya aku juga menginginkan adikku untuk tinggal bersama dengan aku. Ingat dia adikku Azlan, sudah sepantasnya juga aku memberikan tempat yang layak untuk dia,"


"Ya, itu adikmu bukan adikku. Jadi, kalau kau ingin memberikan tempat tinggal yang layak dan nyaman dengan adikmu, ya sah-sah saja tapi tidak di rumahku!"


Azlan dengan segera membuka pintu mobilnya dan akan segera masuk ke dalam. Namun tanpa di duga, Ayesha malah menarik tangan Azlan dengan kasar.


"Apa lagi sih, Ayesha? jangan sampai kau memancing emosiku!"


"Kau tidak bisa lepas tangan begitu dong. Kau suamiku, tapi dimana letak kepedulianmu. Harusnya kau bertanggung jawab terhadapku Azlan!"


Ayesha terkejut dengan ucapan yang di lontarkan Azlan. Namun sisi egois yang ada dalam dirinya sama sekali tidak ingin di salahkan. "Itu memang sudah ada dalam kontrak perjanjian kita Azlan. Jadi kau tidak bisa mengungkitnya lagi,"


Azlan seakan tertawa mendengarnya. Memang selama ini ia seakan buta dengan namanya cinta sehingga membuat Ayesha seakan berada di atas awan.

__ADS_1


"Perjanjian? jadi kau selama ini menganggapku hanya sebatas sebuah perjanjian. Apa tidak bisa kau menghargaiku sedikit saja?"


"Azlan, bukan maksudku seperti itu. Karena pada dasarnya memang pernikahan kita di dasari oleh sebuah perjanjian dan kontrak itu akan selesai pada waktu yang telah kita sepakati,"


"Aku bukan menanyakan itu Ayesha! aku tahu, aku menikahimu hanya dengan sebuah pernikahan kontrak. Tapi, apa tidak ada sedikitpun kau menyukaiku setelah pernikahan kita?"


Ayesha lantas langsung menggeleng. Entah kenapa respon tubuhnya seakan tidak sejalan dengan pikirannya saat itu.


"Baiklah. Aku tahu kau selama ini terpaksa menikah denganku, itupun pernikahan kita terjadi karena akulah yang menginginkannya. Namun, hari ini aku sudah memutuskan kalau...." Ucapan Azlan langsung di potong oleh Ayuna. Ia yang sedari tadi mendengarkan pertengkaran suami istri langsung maju untuk menghentikan ucapan Azlan. Ayuna tahu, kalau suami kakaknya berniat akan melepaskan Ayesha karena ada wanita lain, itulah yang ada di pikiran Ayuna saat ini.


"Kak, aku bisa tinggal bersama dengan tante Kinanti. Jadi, kakak tidak usah memikirkan bagaimana kehidupanku setelah itu dan untuk Kak Azlan, tolong jangan bertengkar lagi dengan kakakku,"


Azlan tentu terkejut mendengarnya. Raut wajahnya langsung pias, ia melihat kearah dua kakak beradik itu. "Apa maksudmu? Kinanti, siapa Kinanti yang adikmu maksud Ayesha?"

__ADS_1


"Kenapa? Dia adalah tanteku sendiri, kalau kau tidak bisa menampung adikku tentu adikku akan tinggal dengan tante Kinanti,"


Tubuh Azlan reflek mundur, ia seakan tidak percaya dengan apa yang sudah ia dengar. Ternyata orang yang selama ini yang Azlan jadikan istri adalah keponakan wanita yang telah membuatnya terganggu psikisnya. Ia memang mendengar ucapan Papanya waktu pertengkaran itu, namun Azlan mencoba untuk tidak percaya dan menepis ucapan yang di lontarkan sang Papa kala itu. Tapi, setelah mendengarnya langsung dari mulut Ayesha membuat Azlan sangat shock.


__ADS_2