DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Azlan sadar dari koma


__ADS_3

Perlahan mata yang tadinya tertutup, tiba-tiba terbuka meski sedikit berat. Matanya berembun saat rasa sakit menghantam hatinya. Tentu pendengarannya tidaklah salah, memang suara Ayesha lah yang di dengar barusan.


Ya, orang itu adalah Azlan sendiri. Hati Azlan seakan remuk redam, sungguh sakit luar biasa yang dirasakan Azlan saat mendengar kalimat cerai yang diucapkan Ayesha kala ia terbangun dari koma.


Azlan tidak pernah berfikir untuk menceraikan Ayesha, meskipun statusnya hanya menikah kontrak. Tapi ucapan Ayesha barusan sungguh membuat hati Azlan hancur berkeping-keping. Percuma rasanya ia terbangun dari komanya, jikalau Ayesha sendiri tidak menginginkan dirinya.


"Kau sudah sadar?" Ada kegugupan dari pertanyaan yang di lontarkan Ayesha. Ia sama sekali tidak menyangka jikalau Azlan sadar secepat itu, padahal tadi Oma Freya mengatakan jikalau Azlan sudah koma beberapa hari.


Azlan menoleh, ia menatap Ayesha dengan sakit hati yang luar biasa. Kenapa di saat ia sakit dan lemah seperti ini, malah ucapan cerai yang ia dengar dari mulut Ayesha?Padahal Ayesha sendiri masih berstatus istrinya.


Tidak ada tanggapan dari Azlan sendiri. Ia hanya diam dan menatap Ayesha dengan tatapan yang menusuk. Sebenarnya, Azlan sudah sadar beberapa jam sebelum Oma Freya tengah mengunjunginya. Bahkan Azlan sendiri sudah diperiksa oleh dokter yang bertugas saat itu.


Saat Oma Freya datang tadi. Azlan sudah bisa diajak bicara dan tersenyum saat Oma Freya mengatakan Ayesha akan datang mengunjunginya. Hingga timbullah ide dalam diri Azlan untuk mengetahui seberapa besar rasa cinta dan perhatian Ayesha atas kesembuhannya.


Ya, Azlan tadi pura-pura tidur. Ia ingin mengetahui sebesar apa perasaan Ayesha sendiri karena besar keyakinan Azlan jikalau cintanya sendiri tidak bertepuk sebelah tangan.


Ayesha yang di tatap seperti itu menjadi salah tingkah. Ia berusaha menghindari tatapan Azlan dan berusaha untuk tetap tenang. Ayesha berharap Azlan tidak mendengar ucapannya tadi.


"Aku akan memanggilkan dokter untukmu." Dengan bodohnya Ayesha berlari keluar untuk memanggilkan dokter. Padahal ruang inap yang Azlan tempati merupakan ruangan VIP, Ayesha tentu bisa memanggil dokter/perawat tanpa mesti keluar terlebih dahulu karena ada tombol nurse call yang terpasang di ruangan itu.


Azlan membiarkan Ayesha keluar tanpa menahannya. "Ternyata hanya aku yang mencintainya?" Azlan menahan sesak dihatinya. Tidak disangka, cinta yang dirasakan malah menyakiti hatinya sendiri. Cinta bertepuk tangan sungguh luar biasa menyakitkan. Antara bertahan ataupun memilih untuk melepaskan menjadi sebuah pilihan.


"Ada apa Ayesha? Kenapa kau malah keluar?" Oma Freya langsung berdiri dari duduknya saat melihat Ayesha tengah terburu-buru. Oma Freya takut terjadi hal buruk terhadap cucunya.


Ayesha menoleh. "Azlan sudah sadar Oma. Aku akan memanggilkan dokter untuknya!" Ujar Ayesha dengan sebuah senyuman di bibirnya.


"Alhamdulillah, Oma turut berbahagia. Akhirnya cucu Oma sadar juga." Oma Freya sedikit berbohong, padahal ia sudah mengetahui sebelumnya jikalau Azlan sudah sadar dari tadi.

__ADS_1


"Iya Oma. Aku akan panggilkan dokter untuk Azlan." Ayesha yang akan melangkah pergi, tangannya malah ditahan oleh Oma Freya.


"Tidak perlu Ayesha." Oma Freya kembali membukakan pintu ruangan dimana Azlan di rawat. Ia menarik Ayesha agar kembali mendekati Azlan.


"Kau bisa menggunakan tombol ini untuk memanggil dokter!" Oma Freya langsung memperagakannya agar Ayesha paham.


Ayesha tertunduk malu. Ia menyadari akan kebodohannya yang tidak tahu apa-apa.


"Hei... kenapa kau malah diam dan menunduk seperti itu?"


"Tidak Oma. Aku hanya malu karena kebodohanku yang tidak mengetahuinya!"


Oma Freya tersenyum. "Tidak usah berkata seperti itu. Mungkin saking bahagianya, kau malah melupakan itu."


Ayesha mengangguk dan tersenyum malu. Hal itupun tidak luput dari penglihatan Azlan, ia hanya menatap Ayesha tanpa mengeluarkan suara sama sekali.


"Kau baik-baik saja, Nak?" Oma Freya memegang tangan Azlan yang terlihat kaku dan menggigil. Oma Freya seakan lupa jikalau cucunya tidak bisa tersentuh siapapun.


"Maafkan Oma. Oma melupakan sesuatu!" ujar Oma Freya yang terlihat ketakutan dan langsung melepaskan pegangan tangannya.


Ayesha yang menyaksikan hal itu merasa heran melihat tingkah Oma Freya. Kenapa Oma Freya seperti ketakutan setelah memegang tangan Azlan dan begitupun dengan Azlan, ia terlihat menggigil dan menahan rasa sakit di tubuhnya.


"Oma kenapa?" Ayesha mendekati Oma Freya dan berusaha menenangkannya.


"Oma tidak apa-apa. Tapi..." Oma Freya menatap Azlan yang sudah mulai mengeluarkan keringat dingin. Freya yakin, tubuh cucunya beraksi setelah ia sentuh tadi.


Ayesha heran, kenapa Azlan menjadi seperti itu. Ayesha lalu mendekat dan memegang tangan Azlan untuk menenangkan lelaki itu. Namun Oma Freya terlihat marah dan geram. "Jangan Ayesha, lepaskan tangan cucuku!"

__ADS_1


Ayesha mengernyit. Ia terlihat bingung akan larangan Oma Freya barusan. Padahal ia hanya sekedar membantu suaminya. Akan tetapi kenapa Oma Freya malah marah seperti itu.


"Kenapa Oma?" Dengan bodohnya Ayesha bertanya karena ia sungguh tidak mengetahui apa yang sudah di derita Azlan selama ini. Tangan Ayesha kembali terulur, ia meraih tisu yang ada di atas meja. Dengan santainya Ayesha malah mengelap keringat di wajah Azlan.


Perlahan keringat di wajah Azlan hilang, tubuhnya yang tadi menggigil perlahan berhenti. Ayesha seakan merupakan obat yang mujarab bagi Azlan.


Tubuh Azlan sama sekali tidak bereaksi saat di sentuh istrinya malahan Azlan kembali terlihat tenang saat Ayesha menyentuh tangannya.


Oma Freya seakan kehilangan kata-kata. Ia seakan tidak percaya dengan apa yang tengah ia saksikan.


Di tengah rasa penasaran itu, seorang perawat dan seorang dokter masuk keruangan Azlan.


"Maaf agak terlambat!" Ucap Marco yang merupakan dokter sekaligus sahabat dari Azlan.


Marco mulai memeriksa keadaan Azlan dan sesekali memperhatikan Azlan yang tengah memperhatikan Ayesha tanpa berkedip.


"Alhamdulillah keadaannya sudah mulai membaik dan besok sudah di perbolehkan pulang!" Ujar dokter setelah selesai memperiksa sahabatnya itu.


Ayesha yang mendengar suaminya sudah mulai membaik dan sudah di perbolehkan pulang, merasa ketar-ketir karena tentu ia tidak akan bisa menjenguk adiknya jikalau Azlan sudah tidak berada di rumah sakit ini lagi.


"Maaf dok, apa tidak sebaiknya Azlan hm maksudnya suami saya masih tetap di rawat disini. Mungkin ada sakit lain yang perlu di teliti dan di periksa ulang." Ayesha mencari cara agar Azlan bisa lebih lama di rawat di rumah sakit itu.


"Apa maksud kamu Ayesha? cucu saya sudah sembuh dan keadaannya sudah membaik kenapa kau malah melarangnya untuk pulang ke rumah?"


Ayesha tertunduk. "Maafkan Yesha Oma."


"Saya akan di rawat disini sampai keadaan saya normal kembali. Sepertinya, masih ada rasa sakit di tubuh saya yang belum anda periksa ulang dok!" Azlan mengedipkan sebelah matanya agar Marco mau menuruti keinginannya. Memang keadaan Azlan sudah membaik namun Azlan juga tidak tega melihat Ayesha terpojokkan oleh Omanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2