DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Episode 63


__ADS_3

"Kamu ngusir aku?" teriaknya dengan penuh histeris.


Azlan tersenyum sinis. "Kenapa? memang kamu siapa? Sehingga aku tidak bisa mengusirmu dari sini!"


Ayesha terhenyak, tidak disangka pria yang ada di hadapannya kali ini begitu tega mengusirnya. Lalu tatapan Ayesha terarah ke seorang pria yang menariknya secara paksa keluar dari rumah begitupun dengan adiknya.


"Lepas! Lepaskan tanganku!"


"Azlan, kau tidak bisa mengusirku begitu saja. Ingat, sebelumnya kau yang memintaku dan memohon untuk menikahiku. Sekarang, kau tidak bisa mempermainkan pernikahan kita begitu saja!"


Azlan melangkahkan kakinya mendekati Ayesha. "Mempermainkan katamu? aku sama sekali tidak pernah mempermainkan pernikahan kita. Bahkan aku sudah berniat untuk meresmikannya dan mengenalkanmu dengan keluargaku. Tapi apa yang sudah kau perbuat kepadaku sungguh tidak bisa ku tolerir Ayesha. Aku butuh kamu, tapi kamu kemana? jawab aku Ayesha, kau kemana saat aku butuh perhatian dari istriku sendiri!"


"Aku seperti pria bodoh waktu itu. Aku sudah berduka karena kehilangan Papaku, tapi... saat aku terpuruk, istriku sama sekali tidak menemuiku. Jangankan untuk memberi kabar. Saat bertemu dengan aku pun kau malah seenaknya meminta uang kepadaku. Apa hanya sebatas itu harga dirimu di depanku? apa hanya karena uang, kau menginginkan aku dan sekarang pun kau malah seenaknya datang ke rumahku tanpa izin dariku!"


"Itu semua tidak salahku juga, Azlan. Kau yang memintaku untuk menikah bahkan aku sudah beberapa kali menolakmu. Jadi jangan salahkan aku jikalau aku tidak ada waktu untukmu. Tapi... kau tenang saja, aku sudah berubah pikiran. Aku akan berada disini, disampingmu Azlan. Kita akan memulainya dari awal lagi, bukankah kau masih mencintaiku?" Ayesha terlihat begitu egois, ia sama sekali tidak ingin di salahkan karena baginya, ia sama sekali tidak bersalah.

__ADS_1


"Ya, kau benar. Namun sayangnya, aku tidak sudi menerimamu lagi. Mari kita berpisah dan anggap semua yang terjadi di antara kita tidak ada apa-apanya,"


Ayesha mencoba melepaskan cekalan tangannya, lalu mendorong tubuh pria tua itu dengan kuat. Ia tidak terima jikalau Azlan menceraikannya begitu saja.


Ayesha berjalan mendekati Azlan dan bersujud di kaki suaminya. "Aku mohon, jangan bersikap seperti itu. Aku masih ingin mempertahankan rumah tangga kita. Aku masih ingin menjadi istri kamu. Bukankah itu yang kau inginkan selama ini?"


Ayesha kembali berdiri, lalu mendekatkan tubuhnya dengan sang suami.


Cup


"Ya, aku tau kau masih mencintai aku, Azlan." Ayesha tersenyum bahagia, saat Azlan tidak menolak kecupan yang ia berikan. Bahkan yang lebih parahnya, Ayesha memberikan sentuhan lembut di tubuh pria yang masih berstatus suaminya itu.


Tubuh Azlan membeku. Ia tidak menolak sentuhan istrinya, bahkan ia seakan melupakan kemarahannya tadi.


Dengan penuh kemenangan Ayesha menuntun suaminya itu, ia membawa tubuh jangkung suaminya menuju arah tangga. Ayesha tidak memperdulikan harga dirinya jatuh di depan adik dan juga pria tua yang tadi ia dorong, yang jelas ia adalah istri sah dari suaminya meskipun hanya sebatas menikah siri. Namun satu yang Ayesha yakini, kalau Azlan masih mencintainya bahkan sangat mencintainya. Ia bisa membuktikan hal itu saat ini.

__ADS_1


Ayesha perlahan membuka pintu kamarnya Azlan dan perlahan mendorongnya. "Aku mencintaimu, suamiku." Ayesha berucap penuh sensual tepat di telinga sang suami. Meskipun dengan sedikit terpaksa Ayesha melakukannya, namun ada sedikit gelenyar aneh di hatinya. Ia seperti terhipnotis akan wajah tampan sang suami yang berada begitu dekat dengannya.


Brak


Ayesha menutup kembali pintu kamar itu dan menguncinya. Namun seketika Azlan tersadar dan mendorong tubuh Ayesha yang sudah berada di atas kasur. "Kau? apa yang kau lakukan di kamarku?"


"Bukankah kau juga menginginkan aku? tapi... kenapa kau malah mendorong ku?" Ayesha menatap Azlan dengan penuh kekesalan, bokongnya begitu sakit akibat dari dorongan Azlan.


"Kau, kenapa kau berada disini? bukankah, aku tadi sudah mengusirmu?"


Azlan berjalan kearah pintu yang tadi tertutup. "Keluar! keluar dari kamarku sekarang juga!" teriaknya dengan penuh emosi.


Ayesha mencoba berdiri meskipun tubuhnya masih sedikit sakit. "Bukankah tadi kau juga menginginkan aku? tapi kenapa sekarang kau malah mengusirku, Azlan?"


"Kau jangan gila, aku tidak sudi mempertahankan wanita egois sepertimu. Sekarang, mari kita bercerai dan untuk kedepannya kau bukanlah siapa-siapaku lagi!"

__ADS_1


__ADS_2