DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Episode 74


__ADS_3

"Lepas Ayesha!" Azlan terpaksa mendorong tubuh Ayesha dengan sangat kuat, agar wanita itu segera masuk ke dalam mobil karena tidak akan aman apabila ia masih berada di tempat itu. Bisa saja dua orang lelaki tadi malah masih mengejarnya dan tidak membiarkannya untuk pergi .


Azlan dengan segera masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia perlu mencari hotel terdekat agar bisa menyelamatkan Ayesha dari pengaruh obat perangsang yang entah wanita itu dapat darimana.


"Ayesha, apa yang mau kau laku...?" Belum sempat Azlan berucap, wanita itu sudah membungkam mulut Azlan dengan bibirnya.


Azlan dengan terpaksa mendorong tubuh Ayesha agar kembali duduk. "Kau akan membuat kita celaka, kalau kau bertindak seperti itu!" Azlan sangat geram dengan sikap Ayesha.


"Panas Azlan!" Ayesha malah berniat membuka gaun yang tadi ia pakai.


"Jangan Ayesha!" Azlan menahan tangan Ayesha agar tidak melanjutkan aksinya. "Tunggu sebentar lagi, setelah kita sampai di hotel."


"Tapi... aku sudah tidak kuat lagi, rasanya sangat tidak enak. Badanku seperti terbakar dan ingin untuk di puaskan." Ayesha mendesis lirih, ia benar-benar berada di titik memalukan. Harusnya ia tidak terlalu percaya dengan orang yang baru saja ia kenal.


"Diam dan jangan banyak gerak Ayesha!"


"Panas Azlan, aku mohon bantu aku!" Ayesha kembali bersikap aneh dengan membuka gaun yang tadi ia pakai.

__ADS_1


"Shittt! kau benar-benar membuatku... argh...!" Azlan sedari tadi sudah menahan gejolak dalam dirinya, namun melihat sikap Ayesha yang seperti itu sepertinya ia tidak dapat menahannya lagi.


Azlan dengan segera membelokkan mobilnya ke hotel terdekat.


"Apa yang akan kau lakukan Ayesha? Kita sekarang masih di area parkiran!"


"Aku tidak kuat, pokoknya kita akan melakukannya segera disini. Tolong bantu aku!"


"Jangan Ayesha! nanti akan dilihat orang,"


Cup


Ayesha mengecup bibir Azlan dengan beringas serta tangannya yang sudah meraba perut sixpack lelaki itu. Tangan Ayesha perlahan turun, untuk membuka resleting celana panjang Azlan namun hal itu dengan segera Azlan tepis.


"Jangan Ayesha! tidak bisakah kau bersabar sedikit saja. Pokoknya diam dan jangan banyak gerak!" Azlan membaluti tubuh Ayesha dengan jacket yang tadi ia pakai. Setelah terpasang dengan sempurna, Azlan dengan segera mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya keluar. Namun bukannya patuh, Ayesha malah semakin meronta dan mencoba mengendus leher Azlan di depan dua orang resepsionis yang sedang bertugas.


Sungguh ini sangat memalukan, namun hal itu dengan segera Azlan tepis. Ia mesti menyelamatkan Ayesha terlebih dahulu agar wanita yang ada di dalam dekapannya ini bisa ia selamatkan.

__ADS_1


"Terimakasih." Azlan dengan segera beranjak dari tempat itu dan membawa Ayesha ke kamar yang sudah ia pesan.


Bugh


Azlan melempar tubuh wanita itu dengan kuat kekasur.


"Hufft... kau sangat merepotkan!"


Belum sempat Azlan menarik napas lega, Ayesha dengan segera beranjak dari kasur lalu menghampirinya.


Ayesha ******* bibir Azlan dengan sangat rakus, bahkan kedua tangannya sudah berada di belakang leher lelaki itu.


Perlahan ciuman itu terlepas. "Puaskan aku Azlan!"


Azlan tentu saja menggeleng dan membawa tubuh Ayesha ke kamar mandi.


Azlan dengan segera mengguyur tubuh Ayesha dengan air, ia berharap efek obat perangsang itu dengan segera hilang dari tubuh Ayesha. Namun hasilnya tetap saja nihil karena obat yang diminum oleh Ayesha dengan dosis tinggi dan akan mengakibatkan fatal apabila Azlan tidak bisa menyelamatkan Ayesha dari pengaruh obat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2