DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Episode 66


__ADS_3

"Kau mau membawa kakak kemana Ayuna?" Ayesha yang sedang mengepel lantai malah di tarik paksa oleh adiknya.


"Bisa tidak? Kakak diam! aku ada perlu dengan kakak," kesalnya dengan terus menarik Ayesha tanpa rasa kasihan.


"Iya, tapi tidak seperti ini Yuna. Pergelangan tangan Kakak jadi sakit," keluhnya namun ucapan itu tidak di perdulikan sama sekali.


"Duduk disini! aku akan carikan baju untuk kakak dulu." Ayesha menurut, ia duduk di kasur Ayuna yang terlihat sangat nyaman untuk di tiduri, tidak seperti di kamar Ayesha yang hanya beralaskan karpet saja.


Ayesha dengan segera menoleh saat langkah kaki Ayuna mendekat kearahnya dengan membawakan satu stel gaun ditangannya.


"Ini pakai!" Ayuna dengan tidak sopannya malah melempar baju yang tadi ia bawa ke wajah Ayesha.


Ayesha menatap gaun yang sudah berada ditangannya. "Ini untuk apa Ayesha? Kakak tidak suka memakai pakaian yang seperti ini. Ini terlalu terbuka." Ayesha tentu menolak permintaan adiknya itu, karena baju itu tidaklah pantas untuk ia pakai.


Ayuna geram mendengarnya, namun sebisa mungkin ia tahan untuk melancarkan rencana yang sudah ia susun. "Kau harus memakai pakaian itu, Kak. Aku akan membawamu ke suatu tempat yang tentunya sangat Kakak sukai,"

__ADS_1


"Benarkah?" Ayesha mencoba menanyakannya, meskipun ia merasa aneh dengan memakai pakaian itu.


"Iya Kak. Jadi, Kakak tidak usah banyak tanya. Pokoknya, Kakak mesti nurut sama aku,"


Ayesha mengangguk mengiyakan, lalu memakai pakaian itu dengan segera.


Ayesha menatap penampilannya melalui cermin yang ada dihadapannya. " Dek, Kakak benar-benar tidak nyaman memakainya. Tidak adakah gaun yang lain lagi? ini terlalu terbuka,"


Ayuna dengan segera membawa Ayesha duduk. "Itu sudah bagus Kak. Kapan lagi Kakak memperlihatkan kecantikan Kakak di depan semua orang lagi," jawabnya yang tidak ingin Ayesha protes. Perlahan Ayuna mengambil alat make up untuk ia poleskan ke wajah sang Kakak. "Ayuna mau membuat Kakak tampil cantik, jadi Kakak tidak usah banyak bicara dan cukup duduk diam disini!" Ayesha hanya bisa diam mengikuti meskipun penampilannya terlihat aneh dimatanya sendiri.


"Sudah selesai. Kakak silahkan berdiri,"


Ayesha menurut dan berdiri dari tempat yang ia duduki tadi.


"Wah... ternyata Kakakku sangat cantik sekali. Pasti akan laris manis nantinya ini,"

__ADS_1


Ayesha terkejut mendengarnya. "Maksud kamu apa Ayuna?"


"Lupakan saja Kak. Sekarang Kakak ikut aku!" Ayuna menarik kembali pergelangan tangan Ayesha setelah ia memakaikan high hells ke kaki Ayesha. Dengan tertatih-tatih Ayesha berjalan mengikuti langkah Ayuna yang menarik tangannya secara paksa.


"Sebenarnya kita mau kemana, Ayuna? Kakak tidak bisa berjalan kalau memakai sepatu setinggi ini,"


Ayuna menoleh dan menatap kearah Ayesha yang juga memberhentikan langkah kakinya. "Kakak jangan norak deh, Kak! Masa memakai sepatu setinggi itu saja Kakak tidak bisa!"


"Sekarang Kakak masuklah!" perintah Ayuna. Ia kembali memaksa Ayesha untuk segera masuk ke dalam taxi yang sudah ia pesan.


Ayesha dengan terpaksa menurut dan masuk kedalam taxi tersebut. Meskipun ia takut keluar dengan memakai pakaian seperti itu ditambah tatapan sopir taxi yang menatapnya seperti seorang mangsa yang akan menerkamnya hidup-hidup. Namun Ayesha tidak bisa berbuat apapun disini, ia masih menganggap adiknya seorang perempuan baik-baik yang tidak akan menjerumuskan Kakaknya.


Taxi yang membawa Ayesha sudah sampai kesebuah apartemen sesuai perjanjiannya dengan lelaki yang sudah menghubunginya tadi.


"Kita mau ngapain kesini Ayuna?" tanya Ayesha dengan penuh rasa takut. Ayesha takut, ia akan bertemu dengan Azlan disini dengan pakaian Ayesha yang seperti wanita murahan.

__ADS_1


__ADS_2