DIKEJAR KAWIN

DIKEJAR KAWIN
Pertolongan


__ADS_3

Alex melangkah pergi meninggalkan ballroom hotel. Persiapan pernikahan yang sudah Alex rencanakan sudah berjalan sempurna. Meski Alex sendiri tidak bisa menikahi kekasihnya, setidaknya ia sudah menemukan pengantin pengganti yang akan Alex nikahi.


Sebelumnya Alex sudah merencanakan pernikahannya dengan Melisa. Namun seminggu sebelum pernikahan mereka, Melisa ketahuan berselingkuh dengan lelaki lain. Tentu saja Alex tidak menerima perselingkuhan itu dan langsung memutuskan pertunangannya dengan Melisa.


"Kau tidak bisa membatalkan pernikahanmu begitu saja Lex!"


Alex menoleh kearah seseorang yang sudah membesarkannya sedari ia kecil. Meski tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu, setidaknya Alex mendapatkan hal itu dari sang Ayah.


"Kenapa tidak bisa, Yah?" Tentu Alex tidak terima tentang hal itu, ini menyangkut harga dirinya sebagai lelaki.


Arman menatap kearah puteranya. "Bukankan seluruh undangan telah tersebar? Apakah kau mau membuat malu keluarga kita?" Arman masih saja memaksa puteranya untuk tetap melajutkan pernikahannya.


Alex seakan frustasi mendengarnya. Namun ia tetap menggeleng dan tidak setuju kalau pernikahannya dengan Melisa tetap lanjut.


"Bagaimana mungkin aku menikahinya Ayah? Aku tidak bisa menerima perempuan yang sudah di sentuh oleh lelaki lain!" Alex tersenyum miring, ia selama ini selalu menjaga Melisa dengan segenap jiwa dan raganya. Alex tidak pernah menyentuh Melisa, sebelum Melisa halal untuknya. Namun naasnya, perempuan yang ia jaga malah mengecewakannya dan telah hamil oleh lelaki yang menjadi selingkuhannya.


Arman menatap kearah puteranya. "Bukankah kau juga sama dengannya?" Ujar Arman tersenyum sinis. Arman tidak mempermasalahkan Alex mau menikah dengan siapapun, karena syarat untuk mendapatkan harta warisan, Alex mesti menikah terlebih dahulu.


Arman juga perlu meluruskan ucapan puteranya barusan. Jangan hanya memandang kesalahan seorang perempuan, jikalau lelaki itu pun juga pernah melakukan hal yang sama. Menghujat seseorang saat berlaku buruk, tanpa tahu akan kesalahan diri sendiri seperti apa?


"Apa maksud ucapanmu?" Alex tentu tidak terima dengan ucapan yang dilontarkan Ayahnya. Selama ini ia bersikap lurus-lurus saja dan tidak pernah merusak seorang perempuan, kecuali dengan Ayesha karena kejadian itu diluar alam sadar Alex. Bahkan Alex sendiripun tidak tahu, apakah ia sudah melakukan itu atau tidak dengan Ayesha.


Arman mengangkat bahunya acuh. Ia hanya sekedar mengingatkan puteranya tentang karma yang sudah puteranya terima. Tentu puteranya tidak sebodoh itu, untuk tidak mengetahui maksud ucapan Ayahnya barusan.


Arman melangkahkan kakinya mendekati putera satu-satunya. Ia menepuk bahu puteranya sebelum melangkah pergi. " Kalau kau tidak jadi menikah dengan Melisa. Temui perempuan yang sebelumnya sudah kau sakiti itu. Mungkin ini rencana Tuhan tentang jodohmu, Nak!"

__ADS_1


~


"Ayesha! Apa salahnya sedikit saja kau menuruti keinginanku?" Alex dibuat pusing dengan perempuan yang ada dihadapannya. Harusnya perempuan yang akan Alex nikahi berbahagia, karena Alex sendiri sudah mau bertanggung jawab akan kesalahannya di masa lalu.


Awalnya Alex sangat terpaksa melakukan ini, kalau tidak atas suruhan Ayahnya agar secepatnya menikah.


Ayesha bergeming dan menatap kearah lelaki itu. "Sudah berapa kali aku katakan! Aku tidak bisa menikah denganmu!" Ayesha menolaknya mentah-mentah.


"Tolong beri alasan yang masuk di akal Ayesha!" Ujar Alex lagi dengan meminta kepastian.


"Aku sudah menikah Alex. Sudah berapa kali, aku katakan padamu!"


Alex menggeleng. Ia tidak mempercayai ucapan Ayesha begitu saja, mana ada lelaki baik-baik yang mau menerima keadaan perempuan yang sudah pernah di sentuh lelaki lain seperti itu, itulah pikiraan konyol Alex sendiri.


"Pokoknya kau harus memakai gaun pengantin itu!" Ujar Alex penuh emosi, lalu ia beranjak pergi.


Baru berjalan beberapa langkah. Alex berbalik dan menatap kearah Ayesha yang masih setia duduk disana. Ayesha tetap saja membantah setiap ucapan Alex, ia sama sekali tidak melakukan apapun yang Alex suruh.


Alex menarik nafasnya dan perlahan menghembuskannya. Terlihat sekali, Alex berusaha mengontrol emosinya di depan Ayesha.


"Kalau kau tidak mau, tidak masalah."


Ayesha tentu tersenyum mendengarnya. Ia yang sedari tadi kalut terlihat tersenyum mendengarnya.


"Tapi ...!" Ujar Alex menggantung ucapannya. Tentu wajah Ayesha kembali berubah ketakutan. Jangan bilang, Alex merubah kembali keputusannya.

__ADS_1


"Tapi apa?" Tanya Ayesha penasaran, karena Alex sendiri hanya terdiam dan terlihat memikirkan sesuatu.


"Jangan salahkan aku untuk menculik adikmu yang berada di rumah sakit. Kalau kau menolak untuk menikah denganku!" Alex melangkah pergi dari sana. Ia yakin Ayesha akan menyetujuinya dan sebentar lagi akan menuruti keinginannya.


~


Dengan balutan gaun pengantin yang melekat di tubuh Ayesha. Tidak sama sekali membuat Ayesha bahagia. Lelehan air mata tetap saja mengalir di pipinya. Entah sudah berapa kali Anita berusaha memperbaiki make up yang Ayesha pakai, agar bisa terlihat sempurna nantinya. Namun tetap saja, kesedihan yang ada di dalam diri Ayesha tidak bisa Ayesha sembunyikan, mana mungkin ia bisa tersenyum disaat seperti ini.


Ayesha meremas jari-jari tangannya, setelah make up yang ia pakai telah terpasang sempurna. Apa jadinya, kalau nantinya Azlan malah mengetahuinya. Tentu lelaki itu akan semakin membenci Ayesha.


"Anda cantik sekali, Nona." Pujian yang dilontarkan penata rias yang bernama Anita, sama sekali tidak Ayesha tanggapi. Secantik apapun tampilannya, kalau ini semua sama sekali tidak membuat Ayesha bahagia.


Seseorang mengetuk pintu dari luar dan langsung nyelonong masuk kedalam. Wanita itu menghampiri Ayesha dengan senyuman yang terbit di bibirnya. "Wah pengantinnya cantik sekali." Wanita yang tidak Ayesha ketahui siapa namanya memuji kecantikan Ayesha.


"Oh iya, ini make up nya sudah selesai kan Mbak?" Wanita yang baru saja datang itu bertanya, Ayesha yakin wanita itu adalah keluarga dari Alex sendiri. Karena tidak mungkin, wanita itu datang menghampiri Ayesha tanpa di suruh lelaki itu.


"Sudah Mbak." Jawab Anita menyahutinya. Ayesha hanya diam tanpa menyahutinya, ia terlalu sedih memikirkan nasibnya nanti.


"Kebetulan sekali, acara ijab kabulnya akan dimulai. Sebaiknya, Ayesha ikut dengan saya keluar. Saya akan mengantar Ayesha ke tempat terjadinya ijab kabul."


Wajah wanita yang di samping Ayesha mengkerut. "Bukannya Nona Ayesha akan di jemput setelah ijab kabul di depan selesai?"


Ayesha bergeming, ia menatap kedua wanita tersebut. "Kata siapa Mbak? Saya keluarganya Alex laksmana loh." Wanita itu tetap memaksa Ayesha untuk berdiri. Ia mencodongkan kepalanya ke arah telinga Ayesha. "Kau jangan takut, saya akan membantumu untuk keluar dari sini." Bisik wanita itu, wanita itu merupakan orang suruhan Wilson.


Ayesha tersenyum cerah, lalu beranjak dari duduknya. "Anda mau kemana Nona?" Anita menarik pergelangan tangan Ayesha, ia tidak ingin disalahkan nantinya. Karena sebelumnya Alex sudah berpesan kepada Anita, jikalau Ayesha tidak boleh keluar sebelum Alex sendiri menjemputnya setelah ijab kabul nanti.

__ADS_1


"Hei ... Kau mau di pecat! Saya merupakan keluarga dari Alex. Saya disini di perintahkan untuk menjemput Ayesha." Wanita suruhan Wilson itu menarik pergelangan tangan Ayesha keluar. Ia masih berbaik hati untuk tidak berbuat kasar agar tidak di curigai.


__ADS_2