Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA

Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA
Berguru Pada Suhu


__ADS_3

Cinta Dalam Diam Bagian 14


Oleh Sept


Ditulis berdasar cerita sebenarnya, subuh tadi dokter request. Suruh kasih flashback, bagaimana sampai ia mau ikut Bimasena dan sampai dibawa ke kantor polisi. Beliau mau yang detail, agar pembaca tidak bingung. Narasumber yang perhatian sama pembaca ini judulnya. Hehehe ...


Flashback


Ruang praktek dokter Asha. Ketegangan terjadi ketika Asha bertemu Bimasena setelah setengah tahun menghilang. Tanpa basa-basi, Bimasena langsung mengeluarkan sebuah ancaman.


"Ikut pulang ke Jakarta sekarang atau aku perkos a di sini?" gertak Bimasena.


Jelas Asha merasa ketakutan. Tiba-tiba mahluk di depannya mengancam untuk memperkos a dirinya. Panik, itu pasti.


"Mas Bima bercanda kan?"


Bimasena mendekat, dan Asha panik. Ia beringsut. Tapi Bimasena malah langsung menangkapnya. Takut beneran diperkos a. Akhirnya Asha ikut, sempat bersitegang dengan dokter pria. Akhirnya Bimasena berhasil membawa Asha keluar rumah sakit.


Dari rumah sakit, Bimasena langsung menuju tempat di mana Asha sembunyi selama ini. Setelah tahu, ia mendesis kesal. Bima pun mengemas barang-barang penting Asha, dokumen penting, dan beberapa baju untuk menghadapi atasan Bimasena besok.


Setelah semua beres, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Sempat mampir sebentar di tempat makan karena sudah malam, untuk makan dengan tangan yang diborgol. Hingga Asha makan harus disuapi oleh Bima.


Asha merasa takut untuk menatap wajah Bimasena. Ancaman akan diperkusi membuat Asha gelisah. Makanya, agar tidak diapa-apakan, Asha menurut saja. Karena ia takut kalau pria tersebut nekat. Namanya manusia, pasti ada khilafnya. Dan Asha takut kalau kakak Haris itu khilaf malam itu.


Kantor polisi


Bimasena membawa Asha dan mengurungnya di dalam ruangan.

__ADS_1


"Tunggu di sini!" ucap Bimasena dengan wajah serius.


"Mas Bima nggak akan perkusi Asha, kan?"


Bimasena tidak menjawab, ia hanya berbalik dan langsung mengunci pintu dari luar.


Beberapa saat kemudian


Bimasena sudah menghadap sang atasan, pria yang waktu itu masih berusia 30 tahun, dengan pangkat masih AKP (Ajun Komisaris Polisi) pun menyiapkan berkas untuk pengajuan nikah. Tidak pakai kata cinta atau lamaran, pokoknya Asha harus segera ia legalkan. Hanya itu saat ini yang ada dalam kepala pria dengan tinggi badan 180 cm tersebut.


Bagi Bimasena, ini adalah kali pertama ia memaksa atasannya sendiri. Pokoknya harus ditandatangani. Biasanya, normalnya butuh waktu lumayan. Tapi karena sudah ngebet ingin menghalalkan Asha, Bimasena mengeluarkan semua jurus. Segala cara ia lakukan malam itu, demi mendapat Asha yang sudah ia cari-cari selama ini bagai orang gila.


Di sebuah ruangan, bukan ruang kerja Bimasena. Tapi di ruang lain. Bimasena duduk gelisah dengan rekan-rekannya yang kala itu masih bertugas. Semua meledek dan menggoda Bimasena yang dengan berani membawa gadis ke kantornya.


Bimasena sendiri hanya tersenyum getir mengangapi ledekan rekan-rekannya itu, kemudian sesekali meninggalkan rekannya hanya untuk memeriksa Asha.


KLEK


Mana bisa Asha tidur di sana, jelas sekali ia memikirkan ancaman dari Bimasena.


"Mas Bima gak akan perkos a Asha, kan?" lagi-lagi pertanyaan yang sama.


Bima menghela napas panjang, kemudian kembali keluar ruangan. Ia kembali duduk bersama rekan-rekannya. Tetap sama, wajahnya terlihat resah dan gelisah. Meski tubuhnya di luar, pikirannya ada di dalam sana. Memikirkan Asha.


"Kenapa, Bim? Gelisah banget!" ledek Rio. Salah satu polisi yang terkenal dengan julukan sang casanova. Ceweknya banyak, sebulan bisa ganti 2 kali.


Bima tidak menjawab, tapi raut wajahnya membuat Rio penasaran.

__ADS_1


"Ada apa? Cerita. Mungkin bisa aku kasih saran."


Akhirnya Bimasena cerita apa yang membuatnya gunda gulana sejak tadi. Sambil terkekeh, Rio memberikan banyak saran cinta pada Bimasena yang gaptek mengenai hal asmara tersebut.


Beberapa saat kemudian, setelah mendapat petuah dari suhu. Akhirnya Bimasena kembali ke ruang kerjanya. Ingin melihat Asha. Dan menerapkan ilmu yang baru saja ia dapat dari rekan kerjanya yang sudah professional dalam hal asmara.


KLEK


Bima membuka pintu ruang kerjanya dan Asha langsung menatapnya.


'Ada apa lagi sekarang?' batin Asha yang sekali-sekali Bimasena masuk kemudian keluar lagi. Begitu saja berkali-kali.


Asha semakin panik karena Bima hanya diam tapi terus berjalan ke arahnya.


'Aduh!'


Asha bahkan bisa melihat jakun pria itu sudah naik turun. Di sana Asha mulai merasakan sesuatu yang buruk. Feeling nya merasa sesuatu yang pasti nggak enak.


Benar saja, karena beberapa saat kemudian. Tiba-tiba saja Bimasena langsung mendesak Asha hingga gadis itu terpojok.


Panik, Asha berusaha ingin kabur. Tapi pria itu malah langsung menempelkan bibirnya. Mata Asha langsung membulat sempurna. Dengan kuat ia mendorong tubuh bidang pria tersebut.


Huekk huekkk ....


Perut Asha seperti diaduk. Ia merasakan rasa mual yang tiba-tiba menyerang. Asha pun lari menuju wastafel. Gadis itu muntah seketika.


Sedangkan Bimasena, pria itu terpaku. Ciumaannn pertama yang gagal total. Mungkin Rio lupa mengajari tutorial yang benar. BERSAMBUNG

__ADS_1


Aku ngakak pas scene ini. Hahahha. Tokoh Rio juga asli. Dasar orang baik, gak pernah tium-tium, sekali tium langsung muntah. Hihihih. Ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya. Meski berpacaran dengan Haris, Asha tidak pernah lebih dari peganggan tangan. Begitulah Haris, dia memang pria baik, pria soleh. Sama seperti Bimasena, keduanya menjalani hidup dengan benteng agama yang kuat.


Sayang, Haris harus terjebak pada ulat bulu yang tidak punya hati. Mungkin ini sudah jalannya. Untuk menjadi manusia lebih baik lagi. Namanya juga hidup. Pasti banyak ujian. Kalau banyak cucian, itu laundry.


__ADS_2