
Cinta Dalam Diam Bagian 6
Oleh Sept
Di sebuah rumah sakit terbaik di ibu kota. Asha berjalan dengan jas putihnya, tidak lupa stethoscope yang setia menemani Asha. Gadis itu melangkah menyusuri koridor rumah sakit. Siap untuk menjalani tugasnya sebagai dokter di rumah sakit besar itu.
Tidak menunggu lama bagi Asha untuk mendapat pekerjaan paska wisuda. Gadis anggun, berhijab pemilik senyum manis semanis gulali itu kini sudah menjadi salah satu dokter di RSCW. Lulusan terbaik memang selalu yang dicari, dan salah satunya adalah Asha.
***
Beberapa saat kemudian, setelah memeriksa data-data di tangannya. Asha kemudian meninggalkan ruangan. Ia berjalan menuju koridor lain, tempat para VIP dirawat.
Matanya menyapu tiap pemandangan serba putih yang ia lewati, sesekali melempar senyum pada tenaga medis lain yang lebih senior. Dan beberapa perawat yang kebetulan saling berpapasan.
Tiba di bangsal VIP. Asha bersama perawat pun masuk ke dalam sana.
KLEK
Asha masuk ke salah satu bangsal VIP itu sambil menyapa si pasien.
Tanpa banyak basa-basi karena pasien masih anak remaja, sekitar umur 19an. Asha pun bekerja secara professional. Setelah memeriksa beberapa luka karena kecelakaan kecil, Asha pun permisi. Dan dilihat tatapan mata pasien yang tidak ramah padanya. Tapi Asha tidak memusingkan akan hal itu.
Begitu keluar, suster langsung menarik jas Asha dengan gemas.
__ADS_1
"Dok! Tadi kok nggak minta foto? Ya ampun ganteng banget aslinya!" seru perawat yang usianya hampir sama dengan Asha.
Dahi Asha mengerut, bola matanya berputar. Seolah berpikir, memang pasiennya tadi siapa? Ngapain juga minta foto. Ada-ada ada susternya ini.
"Memangnya dia siapa, Sus?"
"Ya ampun! Dokter Asha gak tahu? Jangan bercanda, Dok! Dia artis terkenal. Yang main GGSS, pacarnya Consina!"
Asha semakin mengeryitkan dahi, makin tidak paham. Siapa lagi itu Consina?
"Dokter Asha gak pernah nonton TV?" tanya suster yang merasa dokternya lagi bercanda.
"Maaf, Sus. Tapi aku gak kenal!"
JLEB
Karena masih ada pasien lain yang harus dikunjungi, Asha pun melupakan bahasan mengenai pasiennya yang artis tersebut. Ia pun tidak mengenal. Maklum, Asha jarang nonton TV. Paling juga nonton Mbak Najwa, atau Andy. Jarang nonton sinetron. Jadi wajar kalau gaptek tentang dunia persinetronan.
Akan tetapi jangan ditanya tentang obat-obatan, dia adalah yang terbaik di bidangnya. Asha lebih akrab dengan sanmol daripada Artis.
Tidak terasa hari sudah menjelang sore, Asha pun pulang. Harusnya ia ada janjian sama Haris, pria yang sudah ia pacari tersebut. Tapi kata Haris dia ada acara. Jadi acara kencan yang mereka rencanakan pun gagal. Asha pun langsung pulang ke rumah. Malah enak, bisa bermanja bersama bapaknya.
***
__ADS_1
Di sebuah acara ulang tahun, bukan ulang tahun anak-anak. Tapi ultah temen Haris. Ini yang membuat Haris tidak menepati janjinya pada Asha. Sebenarnya ia mau menolak undangan pesta di sana. Tapi gak enak, semua pada memaksa. Alhasil ia akhirnya ikut kumpul-kumpul tidak jelas dengan orang-orang yang juga tidak jelas itu.
Nyanyi-nyanyi, joget-joget, sudah seperti cacing kesiram air rinso. Terus terang, Haris ingin lenyap saja dari hiruk pikuk ruangan itu, tapi kok nggak enak. Akhirnya ia tahan-tahan.
"Nggak ke sana?" sapa teman Haris yang mau ngajak goyang.
Haris tersenyum tipis sambil menggeleng, kemudian meminum minuman di depannya. Dan dari seberang meja sana, seorang wanita mengamati dengan sorot mata aneh. Bibirnya tersenyum pada pria di depannya, akan tetapi ia diam-diam memperhatikan Haris dari jauh.
Dialah primadona pesta tersebut. Ya, ini adalah ulang tahun wanita tersebut. Clara Diandra, hari ini ia mengadakan pesta meriah untuk mengundang teman-temannya.
***
Pagi harinya, di hotel Exon. Salah satu hotel bintang 4 di kota itu. Di atas ranjang yang sudah sangat berantakan, dua pasang kaki menyembul dari balik selimut.
Di lantainya yang putih, banyak barang yang berserakan. Kemeja, celana, CD, OBH, kacamata kuda, segitiga renda-renda, semua berserak di lantai.
Tiba-tiba salah satu kaki tersebut bergerak-gerak, pria itu kemudian mengerjap. Kepalanya terasa sangat pusing. Dia adalah Haris, ya pria itu berakhir di ranjang setelah acara pesta semalam.
Haris mengusap matanya, mengumpulkan kesadaran. Tangannya terus memijit pelipisnya. Benar-benar pusing. Sepertinya ia butuh obat bintang tujuh untuk mengusir rasa peningnyaa.
Sesaat kemudian, kesadaran pria itu mulai tersusun. Seperti mengumpulkan kepingan puzzle. Haris reflect menyibak selimut. Pria tersebut langsung shock. Seorang gadis tidur di ranjang yang sama.
"Astaghfirullahaladzim!"
__ADS_1
Haris makin panik, takala melihat dirinya tidak memakai apa-apa.
Makin kacau, Haris mengusap wajahnya dengan kasar. Pria itu benar-benar dalam masalah besar. BERSAMBUNG