
Dokter Asha and KOMPOL Bimasena Bagian 29
Oleh Sept
Setelah keributan besar di rumahnya, akhirnya situasi kembali kondusif. Clara sudah pulang, sedangkan Haris sudah kembali lagi ke tempat kerjanya. Sementara itu, Asha dan anak-anak. Mereka kini berkumpul di kamar Asha. Aila terus saja berdekatan dengan Asha yang dari kecil sudah dipanggil ibu olehnya.
Anak itu benar-benar takut, bila harus ikut bersama sang mama. Entah apa yang terjadi tanpa orang-orang dewasa itu ketahui. Yang pasti, Aila pasti histeris kalau mamanya ingin bertemu.
Beberapa hari kemudian, waktu itu akhir tahun. Sudah pasti para pekerja akan lembur. Begitu juga dengan Haris. Pria itu pulang sampai larut malam.
Aila merajuk, sampai Zidan tidak boleh menyentuh ibunya. Bagi Aila, Asha hanya miliknya, mulai dari sana kecemburuan antara anak kecil pun mulai pecah. Beruntung Bimasena sore itu sudah pulang.
Tidak hanya para orang dewasa yang merebutkan hati Asha, ternyata bocil-bocil itu juga sama saja. Mereka cemburu ketika Asha lebih dekat dengan salah satunya. Misal menyuapi Zidan, maka Aila cemberut. Misal menyisir rambut Aila, Zidan yang manyun.
Begitulah selama beberapa hari mereka tinggal bersama. Dan kebanyakan Zidanlah yang mengalah. Memang benar-benar anak ibunya. Malam itu Aila menangis, mencari papanya. Sampai larut malam. Tidak mau dengan Bimasena, ia mau papanya.
"Nggak mau Ayah. Mau papa!"
Anak itu menjerit histeris. Hingga Zidan mungkin merasa takut dan ngeri. Apalagi sudah waktunya tidur, dan Aila tidak mau berbagi ranjang dengan adiknya tersebut.
"Nggak mau Zidan ... Zidan gak boleh tidur di sini!" teriaknya sambil menangis.
Asha bisa merasakan perasaan putra pertamanya itu.
"Nggak apa-apa ibu. Ibu tidur sama Kak Aila. Zidan tidur sendiri," ucap anak yang terlihat sangat berbesar hati. Benar-benar persis seperti ibunya.
Lagi-lagi Asha tidak kuasa menahan sesak, matanya perih. Dalam hati ia marah pada Haris. Lagi-lagi mengapa anaknya yang jadi korban.
"Ibu tidurin Kak Aila ya, gak apa-apa ya Sayang?" tanya Asha sendu.
Anak itu mengangguk, tapi Asha tahu. Hati anaknya sedang nelangsa. Apa memang mereka ditakdirkan untuk selalu mengalah?
***
Sudah pukul 10 malam, Aila sudah tidur. Dan Haris baru pulang. Baru pulang Haris langsung berbuka dengan wajah marah Asha. Asha yang biasanya ramah, malam itu pindah kamar dengan gusar. Ia pindah ke kamar menemani Zidan.
Perempuan itu marah karena Haris lembur sampai larut akhir-akhir ini. Membuat Aila rewel dan Zidan jadi sasaran. Sebagai orang tua, Asha tidak bisa keras. Ia hanya bisa merayu dan membujuk halus. Sambil menahan marah pada papanya Aila tentunya.
__ADS_1
Tengah malam
Zidan yang semula tidur sendiri, tiba-tiba terbangun. Anak empat tahun itu langsung beranjak, ia langsung duduk sambil menoleh kanan Kiri.
"Ibu sama ayah tidur sama Zidan?" pertanyaan itu keluar dari bibir mungilnya. Wajahnya takjub, seolah merasa senang. Mungkin Zidan tadi nelangsa. Karena orang tuanya memilih menemani tidur Aila.
"Iya, Ayah Ibu temani Zidan tidur. Sudah malam, Ayo bobo lagi."
"Asikkk!" seru anak laki-laki itu. Jelas sekali Zidan merasakan bahagia. Padahal cuma tidur bersama ayah ibunya.
Mata Asha dan Bimasena kembali perih. Mata putra mereka tidak bisa mereka pungkiri. Entah ribuan maaf untuk menebus lukanya, mungkin tidak akan mengobati. Ingat, memori anak sangat kuat.
Asha mengusap pipinya, merasa bersalah karena harus kehilangan moment 4 tahun masa-masa bersama dengan putra mereka. Dengan perasaan campur aduk, ketiganya saling memeluk.
Ada perasaan sedih campur bahagia ketika kebersamaan mereka terasa begitu nyata. Bukan mimpi, ya jika itu adalah mimpi, itu adalah mimpi paling indah.
"Maafin Ibu sayang, ibu sayang Zidan!"
Ya, hanya kata maaf yang bisa diucapkan. Sebab memutar waktu pun mereka semua tidak akan pernah sanggup.
***
Untuk merayakan akhir tahun, mereka satu rombongan keluarga besar hendak berlibur. Mereka semua akan terbang ke Kalimantan. Total 18 orang yang akan berlibur. Keluarga besar Bimasena, dan keluarga besar Asha. Kecuali ulat-ulatan.
Di dalam pesawat, sudah siap-siap mau menuju Kalimantan, tiba-tiba ponsel Bimasena berdering. Seperti biasa, panggilan tugas kadang tidak kenal waktu dan tempat.
"Sayang, seperti Mas gak bisa ikut pergi sama kalian."
JLEB
"Lah ...!"
"Nanti Mas susul kalau pekerjaan Mas sudah beres, ya?"
Wajah Asha langsung Gundah gulana. Pasalnya, liburan akhir tahun ini seklaian merayakan ulang tahunya. Kalau berangkat tanpa suami, liburan tanpa pria paling spesial, lalu apa artinya?
"Gak apa-apa, ya?"
__ADS_1
Asha memalingkan wajah, dia memang selalu menjadi nomor dua setelah negara. Ya, cinta pertama suaminya adalah negaranya. Ia nomor sekian.
"Jangan sedih. Oke? Mas turun dulu."
Nyesss ...
Tiba-tiba seperti ada yang mengupas bawang di dekatnya. Asha pun mengangguk, kemudian memalingkan wajah.
Cukup lama dia diam, menatap punggung suaminya yang semakin jauh. Sepertinya kenyataan tidak seindah ekpestasi. Selalu begini, mengalah.
Beberapa saat kemudian
Terdengar suara dari pengeras suara di dalam pesawat yang Asha tumpangi.
[Untukmu wanita pemilik hati paling cantik]
[Untukmu ibu dari anak-anakku]
[Untukmu wanita paling istimewa dan untukmu bidadari di hatiku]
[Untukmu yang memiliki sejuta senyum diwajah]
[Untukmu ... cinta pertamaku]
[Happy birthday to you ... istriku]
Semua paramugai mendekati Asha. Memberikan bunga mawar satu persatu ketika kata perkata mengudara dari pengeras suara. Ya, dia hapal betul pemilik suara itu. Siapa lagi kalau bukan komandan bucin.
Pipi Asha merona, ia menangis. Sejak kapan suaminya jadi so sweet. Tadi katanya mau tugas negara, kok malah bikin kejutan manis seperti ini saat pesawat mau terbang. Kan jadi baper. Membuat hati wanita lembut itu ikut terbang.
Apalagi, dilihatnya sosok pria tegap itu datang melangkah menuju ke arahnya. Sambil membawa microphone.
"I Love istriku!" ucap pak komandan lantang.
"Tium .... Tium .... Tium!" semua penumpang pesawat bersorak. Bersambung.
Aku pas dapat cerita ini juga bersorak. Ikut wafer bestie ... kok manis banget sih Pak polisi dan bu Dokter.
__ADS_1
Langeng terus ya. Semoga sakinah mawadah warahma. Aamiin ya Allah. Ucapin selamat ultah sama bu dokter, telat gak apa-apa. Doa gak kenal telat kan bestie. Hehehe ..
Oke, tekan like dulu. Nanti biar semangat bagi kisah romantis mereka. Btw itu scene di pesawat asli loh. Jadi jangan lupa like!