
Dokter Asha and KOMPOL Bimasena Bagian 47
Oleh Sept
Sudah tiga hari mereka di peternakan, Bimasena ternyata harus kembali lebih dulu karena panggilan tugas seperti biasanya. Alhasil, Asha pun balik ke arah yang berbeda. Jika Bimasena harus ke Surabaya, maka Asha dan rombongan akan balik ke rumah.
Asha sama sekali tidak kaget, hal seperti ini sudah sangat akrab dengannya. Ditinggal tugas berhari-hari dan kadang sama sekali tidak ada komunikasi. Dulu, dulu sekali saat awal-awal Zidan tidak tinggal bersama mereka, Asha merasa kesepian.
Tapi itu dulu, karena sekarang semua sangat berbeda. Kini ia bahkan memiliki sepasang Malaikat kecil. Mungkin inilah hadiah dang Tuhan, hadiah dari segala kesabaran yang selama ini mereka lakukan.
***
Satu bulan kemudian
Kondisi Asha memang masih dalam tahap pemulihan, ia benar-benar tidak boleh lelah batin serta fisik.
Hari ini kebetulan Mamak sakit, dan segala urusan rumah Asha yang lakukan. Sebagai dokter, Asha paham. Ada sesuatu yang tidak beres pada ART-nya tersebut. Namun, dia hanya menduga-duga. Belum mau mengatakan argumennya.
"Mamak, kita ke dokter ya?"
Mamak menggeleng, "Tidak usah Mbak Asha. Mamak cuma meriang biasa."
"Udah, Mamak ikut saja sama Asha."
Siang itu mereka ke rumah sakit, karena mamak akhir-akhir ini terlihat sangat lemas. Dan sesuai prediksi dokter Asha. ART-nya itu kini sedang berbadan dua. Betapa senengnya hati Asha, yang hamil siapa, tapi hatinya yang berbunga-bunga.
Mungkin karena sempat kehilangan janin dalam rahimnya, setelah mendengar kabar kehamilan sang ART, Asha pun sangat bersyukur. Seolah ia yang dinyatakan hamil oleh dokter.
Selama ART-nya ngidam, Asha selalu melakukan apa saja. Mulai dari cari makanan yang langka hingga rela panas-panasan mencari apapun yang dimau si Mamak.
Hingga suatu hari, Asha kelelahan dan ditemukan pingsan. Ya, pasca koma, daya tahan tubuh Asha tidak seperti sebelumnya. Tidak hanya menguras tenaga, masa ngidam mamak pun mulai aneh-aneh. Seperti apa yang terjadi beberapa waktu lalu.
__ADS_1
***
"Apa? Aneh-aneh!" Haris hanya bisa geleng kepala.
Sedangkan Asha, ia juga tidak bisa berkata-kata.
"Mamak ... bajunya samaan saja sama suaminya. Masa sama Mas Haris, nanti suaminya marah."
Asha mencoba membujuk ibu yang sedang ngidam baju lebaran kembar sama duda premium tersebut.
Mamak yang usianya 35 tahun itu hanya memperlihatkan wajah melas. Entah mengapa, ia mau baju lebaran nanti kembaran sama Mas Haris.
Sedangkan Bimasena, ia hanya bisa memijit pelipisnya. Menyaksikan ART-nya yang mau baju kembaran dengan sang adik pas lebaran nanti.
***
Di dalam kamar utama
Asha hanya tersenyum tipis. Bagaimana ya? Entahlah. Selalu saja ada yang mengejar-ngejar iparnya itu.
Sebenarnya Asha punya banyak kenalan, dan naksir juga dengan adik iparnya itu. Sayang, hati Haris sudah terkunci rapat. Ia hanya mau fokus pada anak dan karir. Meskipun Aila kini ada di tangan Asha dan Bimasena, tapi kalau malam anak-anak tidur dengannya.
Aila hanya pindah status, sedangkan papinya tetaplah Haris. Yang menemani Aila tidur, yang menyayangi putrinya dengan segenap jiwa. Meski di mata hukum, putrinya kini bukannya miliknya lagi. Ya, kembali lagi. Semuanya demi Aila. Demi perkembangan anak tersebut.
Apalagi sejak tinggal bersama Asha, gadis 5 tahun itu sudah rajin puasa satu hari full. Sampai mau lebaran ini, Aila sama sekali tidak bolong. Sama dengan Zidan. Zidan anak 4 tahun itu juga puasa satu hari full. Tanpa mengeluh, mereka puasa karena kemauan mereka. Sampai Bimasena pernah bertanya kemarin pada sepasang malaikatnya.
"Mau hadiah apa dari Ayah ..puasanya fulll?" tanya Bimasena dengan tatapan kagum dan bangga pada dia anaknya tersebut.
Mereka kompak menjawab, "Nggak mau hadiah Yah ... kan sudah dikasih sama Allah... sudah dikasih Ibu dan Ayah... dan Papa sama Papi juga," jawab dua bocil soleh dan solehah tersebut.
Seketika Asha dan Bimasena terenyuh mendengar jawaban dari bibir munggil mereka berdua.
__ADS_1
"Masyaallah."
***
Papa merujuk pada papa Dika dan papa Ardi. Papi sebutan untuk mas duda Haris. Sedangkan Ibu untuk Dokter Asha, dan Ayah adalah komandan Bimasena.
Chat Pak komandan
chat dokter, ini pas mamak mau kopelan sama mas duda. Hahaha. Baby-nya tau aja duda cakep.
Chat Mas duda, namanya Mas HARIS ya ... cuss antriii. Orangnya baik banget. Calon suami idaman. Cepet list! kirim Komen paling manis wkwkwk.
Fokus sama sama Mas Duda. Meresahkan!!! Emak-emak, para kaum Hawa, single maupun dobel.. jantung masih aman? Wkwkwkw
(Kisah asli) Banyak yang inbok dan bertanya, apa dialog di dalam cerita ini, apa alurnya, apa tokohnya, apa pemain figuran asli? Teman-teman, semua yang aku tulis di sini asli sesuai cerita dari 4 narasumber. Asha, komandan Bimasena, sniper Dika dan Haris.
Sudah Sept sertain ss dari mereka semua ya.
***
Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga tahun depan Kita kembali bisa bertemu dengan bulan Ramadhan. Aamiin ya Allah.
__ADS_1