Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA

Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA
Yang Pertama


__ADS_3

Cinta Dalam Diam Bagian 18


Oleh Sept


Lebih aman dibaca selepas berbuka. Yang minta versi asli, bayangin versi kalian masing-masing (LOL). Mana ada orang share pengalaman pertama, yang benar saja bestie. Ngikik di pojokan.


Versi author, versi asli masih disimpan dalam hati para tersangka.


***


Rumah pengantin baru, di sebuah rumah cluster di salah satu kota terpadat di negri ini. Selama ini rumah cluster juga sering dianggap mirip dengan townhouse, tetapi ada perbedaan diantara keduanya yang terletak pada pengaturan dan tata letaknya. Townhouse sering kali dialokasikan bersama dengan apartemen bertingkat tinggi sedangkan pengembangan perumahan cluster hanya terdiri dari rumah tapak.


Pembangunan perumahan cluster biasanya dilengkapi dengan kamera pengintai dan keamanan 24 jam untuk memastikan keselamatan semua penghuni dan keluarga mereka, serta rumah dan barang-barang mereka.


Bimasena membeli rumah ini mungkin untuk menjaga dan melindungi keluarganya nanti. Sebab profesi polisi kadang memiliki banyak musuh. Dan setelah menikah, Bimasena langsung membawa Asha bersamanya. Tinggal di rumah itu, hanya berdua saja.


Ketika baru masuk, Asha kembali dikejutkan fakta baru. Bahwa pria yang kini menjadi suaminya, bahkan sudah memberikan ia cincin khusus untuk melamarnya, tujuh tahun lalu.


Lalu kenapa pria itu terus menyimpan tanpa ada keinginan untuk mengatakan sedari dulu? Toh Bimasena sangat tahu bahwa Asha tidak memiliki pacar. Bahkan Asha baru menjalin hubungan terhitung beberapa tahun terakhir ini dengan Haris.

__ADS_1


Ya, mungkin itu cara Bimasena mencintai seorang wanita. Ia tahan, ia pendam hingga sampai pada waktunya, ia merasa pantas bersanding dengan pujaannya tersebut.


Meskipun sempat terjegal oleh cinta adik sendiri, tapi akhirnya takdir berada di pihaknya. Mungkin Bimasena kelewat pintar merayu Rabb-nya. Hingga Allah kabulkan doa-doanya. Seperti malam ini, malam yang mungkin tidak akan ia lupakan sampai kapan pun.


***


Kamar pengantin


Wangi dari ribuan kelopak bunga yang ditabur di seluruh seprai dan lantai membuat suasana malam pengantin menjadi begitu kental.


Ini adalah moment mendebarkan bagi Asha dan juga Bimasena. Moment di mana jantung sudah meletup-letup karena rasa grogi yang tidak karuan.


"Emm ... Kita sholat dulu!" ajak Bimasena sebelum melakukan ibadah yang ditunggu-tunggu.


Asha adalah gadis solehah, ia percaya dengan ketetapan Allah. Meski belum jatuh cinta sepenuhnya, setidaknya ia sudah mulai respect karena sikap hangat Bimasena padanya. Apalah, pria itu adalah satu-satunya pria yang sudah berhasil mematuk dirinya.


Pria pertama yang mengaku akan menanggung dosa mereka pasca kejadian penculikan waktu di Semarang malam itu. Sebuah tragedi muntah setelah tautan yang pertama. Ini mungkin akan menjadi kenangan memalukan, kenangan paling manis yang akan mereka kenang sampai tua sambil tertawa membayangkan betapa konyolnya mereka dulu.


Mungkin dulu Bimasena masih amatir, tapi malam ini, ia akan melakukan sesuai nalurinya sebagai seorang pria. Sebelumnya, pria tersebut mengajak Asha untuk sholat terlebih dahulu. Dengan khusuk, pria itu memanjatkan banyak doa, memanjatkan banyak syukur alhamdulillah. Karena Allah sudah menjawab doa-doanya selama bertahun-tahun. Doa untuk dijodohkan dengan Asha.

__ADS_1


Selesai sholat, keduanya kembali terlihat kikuk. Sama-sama canggung, sama-sama jantungnya bergemuru. Apalagi ketika Asha mengecupp punggung tangan Bimasena usai sholat jamaah. Mendadak ada sengatan listrik yang tiba-tiba menjalar melewati nadi dan langsung lari ke jantung. Membuatnya berdegup makin kencang.


Setelah melipat sajadah, Bimasena bangkit. Pria itu berdiri sempurna, tentunya dengan perasaan gugup. Karena ini adalah malam pertama mereka.


Apalagi Asha, gadis itu mungkin rasanya mau pingsan saja. Pas Bimasena mulai mendekat, Asha semakin canggung. Karena Bima menatapnya terus tanpa mengalihkan pandangan.


Dengan tangan gemetar, Asha mulai membuka hijab yang selama ini menutupi auratnya.


Ya, makin terpanalah Bimasena ketika melihat bidadari tidak bersayap itu kelihatan rambutnya yang panjang dan hitam mengkilap. Cantik, sangat cantik hingga Bima kehilangan kata-kata untuk menguraikan apa itu arti keindahan.


Tidak mau mengulur waktu, jantung pun sudah semakin berdebar. Akhirnya Bimasena mendekati Asha. Ia dudukkan Asha di tepi ranjang, perlahan ia menurunkan wajahnya. Mengecupp dahi gadis yang selama ini memenuhi setiap doa-doanya.


Dengan khusuk dan dengan bibir yang bergetar, Bimasena mengucap sebuah doa.


"Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa. (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami)."


BERSAMBUNG


Yang masih nodong versi asli untuk scene ini, hai bestie ... pengen cubit jantungnya deh. Hahaha ..

__ADS_1


IG Sept_September2020


Jempolnya digoyang yaaaa. Tekan like biar banyak yang baca kisah syahdu mereka.


__ADS_2