Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA

Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA
Tebar Pesona


__ADS_3

Dokter Asha and KOMPOL Bimasena Bagian 53


Oleh Sept


Setelah hampir satu minggu tidak bertemu, akhirnya Asha kembali bisa tersenyum lagi. Apalagi anak-anak, yang kemarin sangat rewel, merajuk seharian, kini menjadi anak-anak paling manis yang Asha miliki. Sepasang Malaikat kecil yang menjadi cahaya di dalam rumah mereka.


Pagi hari, Bimasena harus kembali ke kantor. Ada banyak berkas yang harus ia kerjakan. Hanya mengerjakan tugas, bukannya pergi berhari-hari seperti sebelumnya.


"Sayang, istirahat di rumah. Tidak usah melakukan apapun hari ini, Zidan biar ikut ke kantor. Dan nanti Aila biar pas pulang sekolah langsung ke kantor, ikut bersamaan kami."


Asha tertegun, tapi ia memang butuh istirahat. Sampai tiba-tiba dengan mudah tertidur begitu saja. Tubuhnya tidak bisa dipaksa bekerja terlalu keras, capek badan capek pikirkan. Apalagi Asha baru beberapa bulan bangun dari koma. Kesehatan Asha harus tetap diperhatikan.


"Nanti ngerepotin?"


"Nggak, Zidan sama Aila anak yang pinter. Kan tidak sekali dua kali mereka aku ajak ke kantor."


Mendengar penuturan sang suami, Asha pun tidak menolak. Kebetulan, ia akan memanfaatkan waktu untuk rebahan dan istirahat. Karena sebentar lagi ia akan kembali sibuk untuk persiapan acara pernikahan tanggal 20 nanti.


***


"Ya sudah, kami berangkat dulu! Ingat, jangan ngapa-ngapain."

__ADS_1


Pesan Bimasena pada Asha, karena ia tahu Asha ini tidak bisa hanya diam duduk saja. Ada saja yang wanita itu kerjakan.


"Iya, Mas. Oh ya, Zidan jangan nakal ya." Asha mengusap rambut putranya. Kemudian beralih ke Aila yang akan berangkat sekolah bersama papinya.


"Belajar yang pinter ya bidadari Ibu!"


Cup


Sebuah kecupann hangat meluncur memenuhi pipi Aila yang cantik dan menggemaskan tersebut. Kemudian ganti kepada Zidan, jagoan neon yang selalu bisa membuat ibunya olah raga jantung.


"Nurut sama Ayah, ya?"


Keduanya mengangguk. Zidan pun masuk mobil ayahnya. Mereka langsung menuju kantor polisi. Sedangkan Aila, ia pergi bersama sang papi, duduk di samping kemudi bersama papinya. Mereka berdua menuju ke sekolah Aila, international school dan kemudian ke bank, tempat Haris bekerja.


***


Baru tiba Zidan sudah seperti bintang sinetron. Ia dikerubungi banyak polwan yang mau modusin.


Hari itu, Zidan pindah dari tangan polwan satu ke polwan yang lain. Pribadinya yang humble, celotehnya yang ada saja, membuat banyak yang langsung suka dan menggoda miniature kompol Bimasena tersebut.


Lain cerita dengan Aila. Gadis kecil bermata indah itu sangat dingin pada polwan-polwan cantik yang datang ke ruang kerja sang ayah. Saat polwan masuk menyodorkan makanan ringan dan minuman, Aila sangat cuek.

__ADS_1


Padahal saat di rumah gadis kecil itu sangat periang, senyuman manis dan cantik. Tapi kalau sekarang ini, ia memasang muka dingin dan jutek. Bila disapa, hanya mengangguk tanpa menjawab.


Sampai polwan itu pergi dan Bimasena meninggalkan berkas-berkas di meja. Pria itu lalu duduk di samping Aila yang asik nonton TV di ruang kerjanya.


"Sayang ... kalau disapa senyum dong."


Aila mendongak kemudian menjawab, "Ayah disapa juga nggak senyum ... ngganguk saja."


JLEB


Aila bagai photo kopi dirinya, membuat Bimasena sedikit terhenyak.


'Mirip sekali!' batin Bimasena bangga.


Tidak sampai di situ, Aila kembali berceloteh.


"Ayah nggak boleh senyum-senyum sama tante-tante polwan yang pada genit ... Aila nggak suka! Nanti Aila bilang ibu loh, Yah!" cetus Aila dengan ekspresi polosnya layaknya bocah.


TOENG!!!


Rupanya Aila bagai istri kedua yang super possessive jika dibawa ke kantor oleh Bimasena. Alhamdulillah, dokter Asha punya malaikat kecil yang bagai bodyguard buat kompol Bimasena. Meski kecil, tatapan matanya tajam menatap tante-tante yang cantik tapi genit tersebut. Hey ... ciwi-ciwi, jangan suka tp-tp sama suami orang yaaaa bestie. Ingat kurma itu manis, dan karma itu pahit. Hehehe

__ADS_1


BERSAMBUNG


IG Sept_September2020


__ADS_2