Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA

Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA
Mas Kawin


__ADS_3

Dokter Asha and KOMPOL Bimasena Bagian 51


Oleh Sept


6 Mei 2022


Lima tahun hidup dalam rumah tangga yang tidak sehat, akhirnya tahun kemarin adik ipar Kompol Bimasena memutuskan mengajukan perceraian ke pengadilan agama. Puncak kemarahan dan kekecewaan Ardi ada pada saat Rara terbukti melakukan konspirasi bersama ipar yang lain dan juga saudara sepupunya.


Tiga ulat bulu itu berusaha menghancurkan rumah tangan dokter Asha dan Kompol Bimasena. Niat jahat mereka akhirnya terkuak setelah beberapa tahun kemudian. Dan satu persatu langsung mendapat azab.


Mereka yang menanam kejahatan, lambat laun menuai apa yang mereka perbuat. Baik Ardi maupun Haris, kini keduanya lepas dari ulat bulu. Sedangkan komandan Bimasena, ia sudah hidup bahagia dengan dokter Asha. Tidak peduli sepintar apapun pelakor, semua terhempas karena keteguhan iman seorang Bimasena.


Kini, hari bahagia telah datang untuk mereka semua. Tepat beberapa hari setelah idul fitri, Ardi bersama keluarga datang ke pesantren. Ini adalah moment sakral, di mana Ardi yang notaben seorang duda tanpa anak, akan melamar gadis berusia 28 yang seorang putri Pak Kyai.


Suasana di ruangan itu tampak menegangkan, apalagi Ardi. Mungkin takut lamaran ditolak. Tapi karena niat tulus ingin ibadah, kembali merajut mahligai rumah tangga karena Allah semata, Alhamdulillah segalanya Allah mudahkan.


Apalagi pak Kyai sudah mengenal keluarga Bimasena, karena beliau adalah guru ngaji mereka. Tidak memandang status duda atau perjaka, semua jawaban ada di tangan Aini.


"Bagaimana, Aini? Apa lamaran Mas Ardi diterima?" tabya Pak Kyai.


Ardi menundukkan pandangan, mungkin takut lamaran ditolak. Begitu juga yang lain, mereka harap-harap cemas. Mungkin juga kasihan pada Ardi kalau belum apa-apa sudah gagal.

__ADS_1


Dan sepertinya Allah mengabulkan doa semua orang, dengan kepala sedikit tertunduk untuk menjaga pandangan, Aini mengatakan bersedia.


"Aini terima, Abah."


"ALHAMDULILLAH!"


Reflek Ardi bukannya memeluk ibu atau bapak, pria yang seperti adik meskipun usia diatas Asha. Pria itu langsung memeluk kakak iparnya dengan tangis yang pecah.


Ardi terharu, ia sadar dirinya siapa. Tapi ternyata masih ada gadis solehah yang mau menerimanya. Ardi memeluk Asha dengan isak tangis yang cukup membuat Bimasena melirik.


"Mau diteruskan tidak lamarannya?" celetuk yang lain dengan nada menggoda.


Seketika, Ardi melepas pelukannya. Malu karena malah menangis haru, pria itu pun mengusap wajahnya. Menata hati kembali, karena jantungnya masih berdegup kencang. Jawaban Aini membuat jantungnya berdegup tidak biasa.


Aini pun mengatakan jawaban yang membuat hati Ardi kembali bergemuru.


"Yang tidak memberatkan," jawab Aini yakin dan santun.


Usianya yang sama persis dengan Asha, membuat pembawaannya terlihat tenang dan matang.


"Katakan, Mas akan berikan. Karena itu hak Aini."

__ADS_1


Aini terdiam, kemudian memikirkan sesuatu.


"Karpet masjid, cukup karpet masjid."


Semua orang saling menatap. Ya, Aini meminta mas kawin berupa karpet masjid. Benda untuk ditaruh di masjid, bukan benda yang bisa ia miliki sepenuhnya. Gadis itu benar-benar tidak mau apapun. Tapi pihak keluarga Ardi tetap memaksa.


Dalam hati semua teringat akan istri pertama Ardi. Yang mana selama ini memerah dan pandai menghabiskan semuanya. Satu hari uang belanja 1 juta, padahal kebutuhan pokok sudah dikirim melalui mini market milik mertuanya.


Belum lagi kebutuhan yang lain, tas mewah, pakaian branded, jalan-jalan. Semua Ardi penuhi, tapi Rara malah pura-pura stress, dan sering nge-mall dan happy-happy sendiri.


Terakhir pas sidang cerai, Rara meminta dua kendaraan yang ada di rumah. Untung rumah masih atas nama bapak. Kalau tidak, mungkin ia juga memintanya. Makanya, semua heran, saat Ardi sekarang mendapat calon istri yang Masya Allah sekali.


Mahar pun gadis itu hanya meminta karpet masjid. Sungguh, sebenarnya Allah sedang membalas segala hal-hal baik yang mungkin Ardi lakukan untuk istrinya. Tidak peduli hartanya dikeruk, kalau untuk istri tidak masalah. Dan sekarang, ia mulai dari nol lagi. Dengan gadis yang ahlaknya jauh lebih baik dari pada sebelumnya.


11 hari lagi mereka akan menikah, itu pun minta sederhana. Aini benar-benar bagai langit dan kerak bumi antara mantan istri pertama Ardi tersebut.


Bidadari solehah, mungkin ini adalah jawaban doa-doa Ardi yang selama ini. Bahwa ia hanya ingin berumah tangga yang sehat, rumah tangga yang penuh berkah, hidup lurus, hidup sesuai dengan norma agama. Sebab, istri yang pertama tidak berhijab. Sedangkan yang ini, rasanya hanya menatap bayangan Aini saja Ardi sudah jatuh hati. The power of DOA.


BERSAMBUNG


Aku up lagi pas aku dengar cerita dari narasumbernya lagi ya. Soalnya ini ceritanya up to date. Hehehe ...

__ADS_1


Tanggal 20 Mei 2022 adalah hari pernikahan Ardi dan Aini nanti, doakan lancar ya. Aamiin


__ADS_2