
Cinta Dalam Diam Bagian 26
Oleh Sept
Kenyataan bahwa dirinya sempat dijodohkan dengan gadis bernama Hani, membuat Bimasena panik jika Asha mengetahui akan hal itu. Ia takut Asha menjadi marah dan pergi menjauh. Apalagi Hani adalah sepupu dari Rara, iparnya. Meskipun Bimasena menolak keras, tapi ternyata Hani terus berjuang mendapat cintanya.
Hani adalah sejenis ulat-ulatan yang berwajah tebal. Meksipun ditolak, ia tidak gentar. Hingga menciptakan sebuah konspirasi keji yang melukai banyak hati. Salah satunya adalah hati Zidan. Ya, anak kecil itu sudah menjadi korban kekejaman trio ulat-ulatan tersebut. Mereka semua wanita, tapi begitu tega menyakiti hati wanita yang lain. Entah terbuat dari apa hati para ulat-ulatan itu.
***
Taman belakang rumah kediaman Bimasena.
The cluster House
Dua insan itu masih saling berpelukan, ternyata apa yang Bimasena takutkan tidak pernah terjadi. Asha tidak akan pernah lari hanya karena dulu Bimasena pernah dijodohkan dengan orang lain. Karena yang terpenting, Asha tahu siapa pemilik hati kompol Bimasena. Itu pasti dirinya, Asha Farhana Permadi.
Dan lagi selama menjalani hidup 5 tahun bersama, Asha sudah tahu betul isi hati suaminya itu. Jangankan Hani, anak gubernur yang naksir suaminya saja sama sekali tidak dilirik.
Apalagi sempat ada artis ibu kota yang sangat adu hai bo haii, terang-terangan langsung Bimasena tolak. Satu istri di rumah saja sudah tidak pernah habis. Tenaganya sudah habis untuk fokus pada satu istri tersebut. Sudah cukup membuatnya mandi keringat semalam 2 sampai 3 kali. (HAHAHA)
***
"Aku mau Zidan, Mas."
Bimasena mengiyakan sambil memeluk erat istrinya.
Dari jauh, Haris menatap. Ada rona getir dalam matanya. Ada sebuah kenyataan yang harus ia telan, bahwasanya Asha benar-benar sudah jadi milik orang.
__ADS_1
Sedangkan Bimasena, setelah puas bicara dari hati ke hati dengan Asha. Ia pun menemui Haris. Karena sudah malam, ia pun meminta Haris pulang.
***
Esok harinya
Seperti yang Asha minta, hari itu mereka menjemput Zidan. Waktu itu Rara tidak di rumah. Entah ke rumah sakit untung therapy bo dong atau malah jalan-jalan, entahlah.
Bimasena mengambil secara baik-baik, ijin seperti biasa mau diajak main. Dan tidak ada yang curiga. Hem .. membawa anak sendiri tapi ijin pada orang lain.
Di dalam mobil, Zidan sangat gembira. Ia berceloteh layaknya anak kecil. Dan Asha menatapnya penuh haru. Pokoknya, hari ini maupun nanti, ia tidak akan kembalikan Zidan! Titik.
Kediaman Bimasena
Setelah mengendara jauh, akhirnya mereka bertiga sampai juga di rumah. Hari itu juga, Bimasena memanggil orang-orang khusus untuk merenovasi satu kamar. Khusus untuk Zidan. Mulai sekarang, Zidan yang genap usia 4 tahun itu akan tinggal bersama mereka.
Sepanjang hari, mereka bertiga menghabiskan waktu bersama. Rasanya seperti mimpi. Asha memeluk buah hatinya itu sangat erat. Hingga Zidan mengadu.
Kedua orang tuanya terkekeh, mereka tertawa. Sebuah tawa yang tulus dari dalam hati keduanya.
'Ya Allah ... butuh empat tahun aku bisa memeluknya dengan tanpa rasa bersalah ... Ya Allah ... Zidan. Maafin Ibu, Nak.'
Asha mengusap pipinya, mendadak ia menangis haru. Kebahagian seperti ini, adalah kebahagian yang selama ini bagai mimpi.
Bimasena memperhatikan istrinya, pria itu kemudian memeluk keduanya. Mereka berdua adalah hidupnya, hidupnya yang akan selalu ia jaga seperti ia menjaga negaranya. Janji Bimasena.
***
__ADS_1
Kamar baru, Zidan merasa takjub dengan segala sesuatu dalam kamar barunya.
"Mulai sekarang Zidan tinggal sama Ayah dan Ibu, ya."
Mata kecil itu seketika menatap keduanya, andai bisa berkata apa yang ia rasakan, mungkin keduanya akan bersimbah air mata.
Cukup mata Zidan yang menjelang, bahwa akhirnya perpisahan ini menemukan titik akhirnya. Titik di mana yang terpisah pasti akan disatukan.
Anak kecil itu menangis, mungkin merasa saking senangnya. Ibu sudah tidak sibuk, ayah sudah tidak sibuk, hingga ia tidak lagi dititipkan.
Sungguh Asha merasa bersalah, bersalah karena mengorbankan perasaanya si kecil tanpa dosa. Apalagi Bimasena, 4 tahun hidupnya hanya penuh penyesalan. Menyesali keputusan yang memberikan Zidan pada adiknya sendiri.
Tapi itu sudah berlalu, sekarang Zidan ada bersama mereka. Zidan akan selalu bersama keduanya, dan tidak akan terpisah.
***
Lalu bagaimana dengan kasus trio wek-wek?
Belum selesai kasus Zidan, pihak ulat-ulatan kembali menyerang.
Hani posting di media sosial dengan caption sedang mengandung seorang anak. Entah hamil buaya apa ulat-ulatan juga. Bersambung.
Aku suka gedek kalau bahas kejahatan kaum ulat. Persis sinetron ikan terbang banget. Pengen jambakkkk! Kukira hanya di TV. Ternyata ada di dunia nyata.
Bu dokter, banyak puluhan DM titip Salam buat keluarga kalian. Maaf bagi pembaca, gak bisa kasih IG dokter ya. Jangan minta, nanti aku di dor. Hehehe
Jangan lupa like. Oke ... LIKE cus!
__ADS_1
Aku kasih IG ku aja ya. Xixiixii Jangan kepoo
IG Sept_September2020