Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA

Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA
Kontraksi


__ADS_3

Cinta Dalam Diam Bagian 20


Oleh Sept


1 Tahun kemudian


Di balik kemudi, Asha menahan perutnya yang terasa nyeri. Kontraksi terjadi berkali-kali, meski menahan sakit, Asha tetap berusaha fokus menyetir. Ya, dia menyetir sendiri kalah menuju persalinan. HPL masih seminggu lagi, tapi ketuban Asha sudah merembes.


Lalu bagaimana dengan suaminya? Bimasena sedang tugas di luar pulau. Rencananya akan pulang pas seperti hari perkiraan buah hatinya lahir. Tapi apa yang terjadi, Asha mengalami kontraksi lebih awal.


Kini, wanita yang tengah hamil 9 bulan itu menyetir sendiri menuju rumah sakit. Wajahnya sudah basah akan keringat, menahan sejuta rasa sakit yang menghujam bersamaan.


Tin tin tin ...


Suara klakson di belakang mobilnya, membuat Asha masih bisa tenang. Meski gelisah, ia mencoba untuk tetap sadar. Menjadi istri seorang Perwira polisi, dia hanya bisa mengandalkan diri sendiri ketika sang suami sedang bertugas.


Seperti sekarang, sudah setahun menikah. Asha sering sekali ditinggal tugas. Jika hanya ke luar kota, pasti akan sering pulang. Tapi bila sampai ke luar negri. Maka Asha mungkin bisa berbulan-bulan tidak mendapat kabar.


Seperti saat ia hamil lima bulan lalu, ada seminggu lebih Bimasena hilang tanpa kabar. Pria itu memang sering begitu, jika bertugas maka alat komunikasi akan di non aktive kan.


Gelisah, sudah pasti. Istri hamil tapi suami tidak ada di rumah. Asha dilema, khawatir dan cemas. Tapi ia punya satu kekuatan. Ya, sang Pencipta. Asha mengadu pada Rabb-nya. Meminta agar suaminya selalu dilindungi, meminta keselamatan di manapun suaminya bertugas.

__ADS_1


Berkat keyakinan bahwa sebaik-baiknya penjagaan adalah Allah SWT, akhirnya suaminya pulang. Ya, pulang dengan luka tembakk tentunya. Ingin rasanya Asha menangis, ternyata menjadi istri seorang Perwira polisi sungguh berat adanya. Bahkan jika sedang bertugas, mereka harus siap jika pulang hanya tinggal nama.


Asha, istri solehah yang selaku menyerahkan segalanya pada sang Pencipta, berharap Rabb-nya akan selalu menjaga suaminya. Ayah dari janin yang kini ia kandung. Itu sedikit kisah Asha saat hamil lima bulan.


Lalu bagaimana dengan kehamilan yang sudah masuk masa persalinan kini? Lagi-lagi Bimasena sedang bergelut untuk melindungi negara ini. Asha harus rela menjadi nomer dua. Ia bahkan sudah pasrah bila buah hatinya lahir meski sang ayahnya tidak menemani karena sedang tugas negara.


Dengan berbekal kebesaran hati dan rasa ikhlas, Asha menerima semua suratan takdir yang sudah digariskan padanya.


***


Di sebuah jalan menuju rumah sakit, di depan sama ada operasi. Banyak polisi yang sedang melakukan razia. Dari jauh, seorang polisi memgenali kendaraan yang telah mengantri untuk lewat.


Tok tok tok


Andri mengetuk kaca mobil milik Bimasena tersebut. Sesaat kemudian, kaca itu terbuka. Begitu tidak ada yang menghalangi pandangan, mata Andri langsung melotot tajam.


"Asha!" pekik Andri panik. Pria yang sedang bertugas itu pun langsung membuka pintu. Dilihatnya wajah Asha yang sudah pucat.


Apalagi Asha juga sudah berkaca-kaca, mungkin Asha berlagak kuat. Tapi siapa yang tidak nelangsa, ketika akan melahirkan tapi malah ke rumah sakit seorang diri.


Panik, karena gamis Asha juga sudah basah. Andri langsung menuju rumah sakit. Meninggalkan tugasnya karena situasi genting.

__ADS_1


***


Rumah Sakit.


Cukup lama Asha di ruang persalinan, bayinya tidak kunjung keluar. Sudah berjam-jam, pembukaan belum juga bertambah. Sementara itu, pihak keluarga sudah menghubungi Bimasena yang kala itu juga sedang jauh bertugas.


Cukup lama suasana dilewati dengan perasaan mencekam, panik, cemas dan gelisah. Sampai akhirnya muncul di ujung lorong, sosok pria tegap yang berjalan mendekati ruang persalinan dengan wajah khawatir.


BUGH ...


"Brengsekkk!"


BRUKKKK ....


BUGH ...


Andri tersulut emosi karena mengingat Asha siang tadi menyetir sendiri di tengah-tengah masa kontraksi dan ketuban yang sudah pecah. Andri marah, karena merasa Bimasena tidak becus menjaga adiknya.


Bimasena yang malang, sudah panik, khawatir kondisi sang istri yang berjuang bertaruh nyawa, malah kini wajahnya babak belur. (Ditulis berdasar kisah aslinya).


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa jempolnya dulu. Tekan like ya. Nanti aku up lagi. Bakal banyak kejadian yang tidak bisa ditebak.


IG Sept_September2020


__ADS_2