
Dokter Asha and KOMPOL Bimasena Bagian 31
Oleh Sept
Hari itu dokter Asha benar-benar dikerjai oleh suaminya sendiri. Sepertinya memang benar kalau itu disebut sebagai bulan madu kedua. Sebab, Asha dan Bimasena tidak beranjak dari ranjang. Itulah enaknya menikah, ibadahnya enak pahalanya juga dapat. Jika sekiranya mampu, dari pada pacaran lama-lama, mending langsung halalkan. Karena kadang yang sudah tunangan pun bisa ditikung orang. Canda.
***
"Bisa jalannya?" tanya Bimasena serius.
"Hemm."
Sudah persis pengantin baru, Asha jalan mirip bebek.
"Mau gendong?"
Asha hanya melirik, kemudian berjalan mendahului suaminya. Mereka mau ke Vila nyusul Zidan dan yang lain. Sepanjang jalan, Asha malah tertidur. Mungkin karena capek karena lembur semalam.
Beberapa jam kemudian
"Sayang ... bangun ..."
"SAYANG!"
Bimasena meninggikan suara, dan Asha mulai mengerjap. Ibunda Zidan tersebut mengosok mata kemudian menatap jendela. Sebuah danau terbentang sangat indah di sebelah.
"Udah sampai danaunya, Mas?" tanya Asha memperhatikan sekitar lewat jendela.
"Iya, bentar lagi sampai. Tuh vilanya ada di ujung sana."
__ADS_1
"Aku tidur lama, ya?"
"Tidak apa-apa, pasti capek banget ya semalam," ucap Bimasena tanpa rasa bersalah.
Asha hanya menutup wajahnya dengan tangan. Suaminya benar-benar masyaallah kemarin. Hanya bisa membuat tersipu.
"Nah ... Alhamdulillah sampai."
Bimasena kemudian memarkir mobilnya tepat di sebuah halaman villa yang berada tepat di kawasan danau yang terkenal di sana.
"Bagus banget ... Masyallah."
"Cantik banget pemandangan di sini, Mas."
Asha terlihat kagum dengan pemandangan di sana. Maklum, selama ini dia selalu lihat gedung tinggi.
"Masih cantikan kamu, Sayang." Prett ... Bimasena kembali melempar gombalan.
"Ibu ....!"
Dua anak langsung lari ke arah mereka berdua. Seketika, mereka langsung nempel seperti perangko. Naik Zidan maupun Aila. Kalau sudah ketemu Asha mirip seperti lem. Tidak mau pisah.
Karena sudah berkumpul semuanya, mereka pun melanjutkan acara bakar-bakar menjelang malam tahun baru di tepi danau. Asha pun mulai menikmati pemandangan itu, menyaksikan orang-orang yang ia sayang kini bercanda ria. Tidak ada kebencian, yang ada hanya kehangatan keluarga yang selama ini Asha harapkan dalam doa di setiap malam.
"Asha!" panggil Bimasena.
Asha lantas menoleh, dan Tiba-tiba saja Bimasena membopong tubuhnya. Pria itu membawa Asha masuk ke dalam air danau yang sangat dingin.
"Astaghfirullahaladzim ... Mas. Dingin banget!"
__ADS_1
Asha merasakan bulunya mere mang ketika kulitnya menyentuh air danau yang dingin itu.
"Nyelam ya?" bisik Bimasena. Detik berikutnya keduanya langsung masuk ke dalam air.
Orang-orang hanya memperhatikan aksi keduanya yang nekat masuk air. Padahal suhu di sana saat itu sedang dingin.
Pak Han, hanya bisa tersenyum melihat aksi menantu dan putrinya itu. Sedangkan yang lain malah terkekeh. Seperti melihat ABG pacaran. Ya, mereka berdua malah pacaran di dalam air. Agak lama mereka di dalam sana. Sudah pasti tidak hanya menyelam. Hehehe.
"Dingin!" protes Asha saat sudah muncul ke permukaan.
Bibirnya juga sudah pucat, sepertinya ia memang kedinginan. Dan tiba-tiba Andri datang dengan selimut. Andri yang memang perhatian dengan adiknya itu, langsung menyelimuti Asha.
Setelah itu, satu persatu mereka ikut terjun ke danau bersama Bimasena. Mereka yang rata-rata memang perenang handal, malah balapan di air danau yang dingin tersebut. Yang menang pasti Andri, sebab ia merupakan salah satu perenang nasional.
Puas renang dalam danau, mereka lanjutkan dengan makan-makan. Bakar-bakar ikan dan bakar-bakar kembang api di tepi danau. Sudah bisa dibayangkan, sungguh indahnya malam tahun baru waktu itu.
***
Esok harinya, karena ada kerabat yang mau menyusul ke sana, akhirnya Asha, Bimasena dan Ardi memutuskan yang menjemput ke Bandara. Saat menunggu di Bandara, ada sebuah kejadian yang membuat semua orang panik.
Asha yang kala itu sedang ke toilet, tiba-tiba ditemukan pingsan. Jelas semua panik. Katanya ada seseorang yang berjalan, tidak sengaja menabrak Asha. Dan perut Asha membentur pojokan wastafel. Alhasil, Asha langsung pingsan. Dengan panik Bimasena Membopong tubuh istrinya. Membawanya ke salah satu ruangan yang ada di Bandara. Di sana Asha pun langsung ditangani.
Dan dari sana lah sebuah kabar baik datang, petugas Bandara yang kala itu memeriksa Asha, mulai curiga kalau Asha sedang berbadan dua. Bersambung ...
Semuanya ...
Jangan ucapin selamat ya, ucapin doa saja. Semangat pada bu dokter. Insyaallah semua ada hikmahnya. Allah lebih sayang anak kedua kalian. Tetap tersenyum ikhlas seperti biasanya, sebab senyummu membuat teduh orang-orang yang mengenalmu.
Nanti di bab berikutnya, akan diceritakan. Sampai dokter Asha koma dan kehilangan calon baby-nya. Jangan sedih bu dokter, kisah ini dibuat untuk membagikan kisah mengesankan kalian. Sebuah kisah yang penuh pelajaran hidup. Semoga dapat dipetik apa-apa yang bagus di dalamnya.
__ADS_1
Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Baby bu dokter sekarang sudah tenang bersama Rabb-nya. Menjadi bidadari di sisi Allah. Jangan sedih ... ada kami semua yang mencintaimu.