
Dokter Asha and KOMPOL Bimasena Bagian 54
Oleh Sept
21 Mei 2022
Besok adalah pernikahan Ardi, dan malam ini suhu tubuh dokter Asha mencapai 41 derajat. Asha terlalu menguras tenaga dan pikiran, hingga ia kembali drop.
Setelah sholat isya.
Asha diam saja di dalam kamar. Ia sedang menginap di rumah ibu mertua. Karena besok acaranya pagi-pagi. Di luar banyak keluarga yang berkumpul. Tapi Asha yang seharian membantu, merasakan tubuhnya kurang enak. Ia menggigil, tapi tidak ada yang menyadari.
Dilihatnya Bimasena malah sedang asik mengobrol dengan saudara-saudara jauh yang baru tiba hari itu. Tidak enak, Asha seperti biasa, paling bisa menutupi rasa sakitnya. Dia memang dokter, tapi dokter tetap butuh dokter saat dia sakit. Sedangkan Asha, malam ini hanya memutuskan berbaring saja, karena sudah tidak kuat duduk atau berdiri di luar sana.
Sampai larut malam, karena biasanya kalau ada acara manten, pasti ada tradisi gadangan. Bergadang sampai larut malam, dan ketika Bimasena masuk kamar, dilihatnya Asha sudah tidur.
"Nyenyak sekali," gumamnya kemudian mendekati ranjang. Mau mengecupp kening Asha seperti rutinitas biasanya.
Saat ia mendekatkan wajah, belum juga menempel, Bimasena langsung panik. Ia bisa merasakan hawa panas dari napas Asha.
"Sayang!"
Bima lantas mengetes suhu tubuh istrinya itu, menempelkan telapak tangannya ke dahi Asha.
"Astaghfirullahaladzim!"
Makin panik, pria itu kemudian mengambil thermometer. Setelah memeriksa beberapa berapa suhu Asha, Bima tambah panik.
"Ya Allah!"
Pria itu merasa bersalah, istrinya sakit malah tadi asik ngobrol di depan.
"Sayang! Sayang kamu panas banget! Kenapa tidak bilang Mas? Ya Allah. Astaghfirullahaladzim!"
Bimasena memeluk Asha yang menggigil, kemudi memanggil anggota keluarga yang lain. Malam itu juga ia mau bawa Asha ke rumah sakit. Karena besok ada acara pernikahan, Asha tidak mau. Akhirnya mereka memanggil dokter tengah malam.
__ADS_1
"Hubungi dokter Febrian, Mas," pinta Asha dengan suara lemah.
Mana mau Bimasena menelpon dokter Febrian, akhirnya yang dihubungi malah dokter di kepolisian. Dokter di kantornya juga tidak kalah bagusnya.
Beberapa belas menit kemudian.
"Ke mana dokter ini? Lama sekali!"
Bimasena mondar-mandir. Gelisah campur marah-marah. Karena dokter tidak kunjung tiba.
"Sampai tidak cepat datang, aku jamin akan ku rekom ke Papua!" gerutunya dengan emosional. Istrinya sedang sakit, ia panik karena dokter tidak kunjung datang.
Beruntung beberapa saat kemudian sebuah mobil berhenti di depan rumah ibunya Bimasena.
Begitu tiba, dokter malah kena omel karena telat. Padahal dia tadi sudah ngebut. Dasar atasan kurang sabaran.
Karena suhu tubuh Asha sangat tinggi, menggigil dan lemas, akhirnya ia pun diinfus di dalam kamarnya. Ini semua karena dia tidak mau ke rumah sakit.
Sepanjang malam Bimasena tidak tidur, ia benar-benar menjaga Asha, takut sesuatu yang buruk menimpa Asha kembali. Pria itu benar-benar terjaga sampai pagi menjelang.
22 Mei 2022
Bima mengusir satu persatu saudara-saudara perempuan yang ada dalam kamarnya.
Bukannya siap-siap untuk di makeup, malah sibuk di kamar menemani Asha.
"Tidak! Kami nunggu Asha," jawab mereka serempak.
"Asha hari ini akan di dalam kamar seharian sama saya! Tidak usah di make-up. Sudah! Pakai daster saja, dia sedang sakit!"
Semua langsung memasang muka masam.
***
"Masya Allah cantiknya istri orang!" Komentar pria-pria jomblo yang melihat pemandangan di depannya.
__ADS_1
"Cantik banget ya Allah," seru tamu undangan yang lain.
"Beruntung banget suaminya dapat bidadari cantik banget." Beberapa komentar para tamu dan juga kerabat.
"Itu pakai skincare mahal pastinya. Bisa glowing parah." Komentar tetangga yang hadir.
"Apa ya resepnya? Padahal hampir kepala tiga, tapi awet muda banget," tangapan saat sosok itu muncul di tengah-tengah pesat.
Begitulah kiranya para komentar keluarga, sahabat, dan undangan di pesta pernikahan Ardi dan Aini. Semua menatap kagum, kagum pada istri orang. Bukan pada mempelai wanita, tapi pada istri Bimasena yang memang sangat mempesona.
***
....
Meski mundur 2 hari karena hitungan kalender Jawa, akhirnya Allah sudah menyatukan keduanya.
Selamat menempuh hidup baru Mas Ardi dan Mbak Nurani. Semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah. Segera dikarunia buah hati penyejuk jiwa. Selalu adem keluarganya. Diberikan keberkahan dalam hidup, pokoknya bahagia dunia akherat. Selamat ya mas Ardi, akhirnya mendapat bidadari dari pondok. Kisahmu berujung manis.
Komandan dan bun dokter, semoga hari-harimu diliputi kebahagian, keberkahan, kedamaian. Bahagia dunia akherat. Dan terima kasih sudah mau membagi kisah kalian. I love you!!!
Untuk Duda premium, Mas Haris. Mari kita tunggu, Allah pasti sudah siapakan bidadari lain, yang sebagus dan sebaik ahlakmu. Doa kami, semoga kamu mendapat kebahagian yang hakiki. Bisa tersenyum dengan senyum sebenarnya. Kami mendoakanmu Mas duda ganteng dan soleh!!!!!
Untuk Mas sniper terbaik di Indonesia, Mas Dika. Pria paling dingin si pemilik tatapan tajam yang bisa melumpuhkan hati wanita dengan sekali tatapan. Kamu keren!!!! Perjaka idola, soleh dan dingin. Pasti beruntung banget wanita yang nanti mendapat hatimu. Kami doakan, semoga Allah kirim bidadari yang mampu membuat hatimu bergetar. Aamiin
Untuk orang-orang baik yang ada di dalam novelll ini, yang mungkin gak bisa aku sebut satu-satu. Kalian sosok hebat, manusia-manusia baik, semoga kisah kalian semua, menjadi inspirasi bagi yang lain dalam menjalani kehidupan.
Terakhir, dan sangat penting. Untuk ibunda pak KOMPOL. Ibu yang sudah menggandung dan melahirkan putra-putra hebat. Ibu yang sudah melahirkan pria-pria soleh. Masya Allah, ibu benar-benar hebat, karena sudah memiliki anak-anak yang luar biasa. Salam sayang, salam kagum, salam hormat Sept untuk ibu. Sehat selalu, Bu.
Dan untuk ibunda dokter. Terima kasih, karena sudah melahirkan bidadari yang kisahnya dapat kami baca. Banyak pelajaran hidup yang bisa kami petik dari beliau. Kalian berdua adalah ibu-ibu yang hebat, sangat salut pokoknya. Semoga Allah selalu menjaga kalian beserta keluarga besar.
Terima kasih, terima kasih segalanya. Kalian benar-benar sumber inspirasi dalam kehidupan. Dan untuk pembaca, terima kasih sudah mengikuti kisah komandan dan bu Dokter. Semoga bisa diambil baiknya, dan buang buruknya jauh-jauh. Sekali lagi Sept ucapin terima kasih yang sangat banyak untuk keluarga komandan dan bu Dokter dan pembaca di manapun berada.
Salam hangat, Sept
TAMAT
__ADS_1
Bye bye ... sampai jumpa lagi di nopel Sept yang lain. Sudah ada 17 novelll yang tersedia. Kalian bisa klik profile Sept. Atau ketik Sept di kolom pencarian. Semoga terhibur dan jangan lupa bahagia. Heheh
IG Sept_September2020