Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA

Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA
Sentuh Hatinya


__ADS_3

Cinta Dalam Diam Bagian 19


Oleh Sept


Kalau puasa, jangan nekat. Tolong baca nanti malam saja, atau besok nunggu pas sahur.


***


Ada hati yang bergemuru, ada gunung yang mau meletus. Ada jiwa-jiwa yang meletup-letup. Malam ini, malam paling indah antara dua insan yang sudah terikat oleh sebuah tali perkawinan.


Indahnya sentuhan setelah halal, Allah atur segalanya dengan indah dan sempurna. Setiap sentuhan yang bernilai pahala. Bahkan, rasanya Bimasena tak ingin malam ini segera berakhir. Ia ingin waktu diperpanjang sedikit lebih lama. Mengulur waktu, karena rasanya tiada pernah cukup. Ya, sekali sentuh, bagai canndu. Pria itu begitu terlena akan keindahan pahatan paling sempurna milik Tuhan semesta alam.


Entah bagaimana caranya, Tuhan menciptakan mahluk yang bernama wanita. Tiap lekuknya terlihat indah, mempesona. Jika tidak pandai menjaga pandangan, mungkin akan terlena dan terjerembab dalam kubangan yang nista.


***


Rasanya satu kali tidak pernah cukup, begitu juga dengan pasangan pengantin baru itu. Semula memang canggung, apalagi ketika baju satu persatu melayang entah dibuang ke mana.


Tapi karena sudah niat dan memang sudah kodratnya. Sebagai pasangan baru, meski malu-malu akhirnya pria itu berhasil membobol gawang lawang. Satu malam 3 kali gol.


Jangan ditanya bagaimana rasanya, sakit, perih, tapi nagih. Kiranya begitu yang dirasakan oleh para pengantin baru. Sudah tahu pasti sakit, tapi terus saja dilakukan. Karena sakitnya hanya sebentar. Berikutnya akan terasa nikmat ketika pasangan pandai membuai dan membawa melayang-layang hingga lupa kalau masih punya tagihan hutang.


***


Sepertiga malam.


"Sayang ...!" panggil Bimasena dengan merdu, semerdu suara burung Nuri di alam liar.


Ia usap pipi lembut Asha, agar istrinya itu bangun. Tapi bukannya bangun, Asha hanya mengeliat. Kemudian menarik selimut.


"Ayo sholat malam," bisik Bimasena dengan suara lembut.


"Badan Asha sakit semua."

__ADS_1


GLEK ...


Pria itu hanya menelan ludah. Sudut bibirnya tertarik, sebuah senyum mengembang di wajah Bimasena yang sumringah.


Setttt ...


"Eh!" pekik Asha yang kaget. Tiba-tiba saja suaminya itu membopong tubuhnya bak seorang pengantin.


"Sudah ... nurut sama Mas!"


Giliran Asha yang menelan ludah. Ia sebenarnya malu menatap mata suaminya, bayangan pertandingan semalam, membuat pipinya merona.


"Tunggu di sini!" seru Bimasena. Pria itu menurunkan Asha di samping wastafel. Kemudian berjalan ke bathtub. Ia isi dengan air hangat. Kemudian memeriksa suhunya, apa sudah pas.


"Airnya sudah siap, mandilah dulu."


Asha hanya menundukkan pandangan, malu. Jantungnya masih berdegup kencang. Sedangkan Bimasena, pria itu kemudian merapikan kamar tidur. Ia tersenyum bangga saat menatap kain seprai yang berantakan.


Pria itu melipat tangan, mengangkat dagunya tinggi dengan percaya diri. Bima tersenyum penuh kemenangan tatkala melihat bercak di atas ranjang pengantinnya. Yes, dapat yang pertama.


"Mas Bima yang ganti?" tanya Asha dengan pelan, ia heran karena kamar mereka sudah sangat rapi.


Bima hanya tersenyum tipis. Kemudian ia mencegah Asha ketika istrinya itu hendak membawa seprai bekas gulat beberapa saat lalu.


"Jangan masukin mesin cuci!" serunya cepat.


Asha hanya mendongak, dalam hati mungkin bertanya. Kenapa tidak boleh dimasukkan dalam mesin cuci?


"Mau dicuci, kan?" tanya Asha dengan tatapan aneh. Mata mereka sempat bertemu sesaat, malu Asha memalingkan wajah. Hawa canggung masih begitu terasa.


"Sini!"


Bimasena mendekat, pria itu mengambil seprai dari tangan Asha.

__ADS_1


"Biar Mas cuci pakai tangan, nanti ... kenang-kenangan!" tuturnya santai.


Asha tambah speechless. Sejak pertemuan di Semarang waktu itu, memang Bimasena memberikan banyak sekali kejutan. Menjadi istri Bimasena, sepertinya harus menyiapkan jantung yang kuat. Karena terlalu banyak kejutan.


***


Selesai menunggu Bimasena mandi, mereka pun sholat malam bersama. Dan ketika selesai berdoa, Bima malah meminta lagi haknya.


Asha makin kikuk. Sempat bergidik, karena adzan subuh bahkan belum berkumandang. Masa keramas 2 kali dalam semalam? Beruntung mereka hanya tinggal berdua, dan kamar mandi ada di dalam kamar. Andai saja tinggal bersama mertua, bisa-bisa tidak punya muka karena menahan malu akibat ketahuan keramas terus.


Tidak mungkin menolak, dengan gaya malu-malu kucing dokter itu pun menyambut ajakan ibadah tersebut. Total 4 ronde dalam semalam. Jangan tanya kok kuat?


Begitulah seorang perwira polisi yang memiliki fisik yang kuat. Tidak pakai obat apapun, karena terbiasa olah raga dan gaya hidup yang sehat, mau berapa ronde pun oke. Hanya saja kasihan pada pihak lawan. Yang pasti bisa dibayangkan tidak akan bisa berjalan esok harinya.


***


Seharian ini Asha seperti pasien rumah sakit, ia terkapar tak berdaya di atas ranjang akibat serangan musuh dari segala arah sepanjang malam. Bima tidak memberikan jeda bagi Asha untuk istirahat. Dan lagi, bukannya menolak karena lelah, Asha malah ikut terbawa arus. Bimasena sudah tahu mana saja titik kelemahan istrinya itu.


Kalau sudah niat untuk belajar, Bimasena pasti menguasainya dengan sangat cepat. Jangankan hanya gulat di atas ranjang, tium-tium dia sekarang menjadi ahlinya. Vacuum cleaner lewat!


Entah bibir Asha masih kebas apa tidak, karena pria itu gemar sekali menyesapnya tanpa kenal waktu dan tempat. Benar-benar the best kisserrrr.


Mereka yang semula canggung, lambat laun merasakan getar-getar aneh. Terutama Asha, tanpa ia sadari ruang hatinya yang semula penuh luka, perlahan terkikis. Mulai terisi dengan sosok baru yang sudah lama ada tapi baru terasa. Bimasena, Pria pertama yang menyentuhnya sampai bagian yang paling dalam.


BERSAMBUNG


Penasaran gak sama benih premium Bimasena? Hahahah ... kaboooorrrr.


Cek IG Sept_September2020


Jangan lupa tekan like. Sept up bab berikutnya ya. Biar semangat kalau jempolnya banyak. Hehehe ...


Oh ya, semuanya ... dapat salam tempel ... Eh salam lope-lope dari dokter yang kisahnya kita baca sekarang ini.

__ADS_1



Semoga terhibur dengan kisah mereka. Terima kasih bestie.


__ADS_2