
Cinta Dalam Diam Bagian 21
Oleh Sept
Hehehe ... penasaran sama proses timbulnya benih premium ya. Sama kepo bagaimana dokter Asha ngidam. Oke, lanjut.
Kita mundur ke 9 bulan yang lalu. Sebelum Asha dilarikan ke rumah sakit untuk bersalin.
***
Flashback On
Sudah empat bulan berlalu pasca pernikahan Asha dan Bimasena. Keduanya hidup rukun, harmonies meski jarang bertemu. Ya, Bimasena terlalu disibukkan dengan tugas negara. Hingga kadang ia tidur di luar saat tugas. Meski pengantin baru, tugas negara tidak mengenal istilah seperti pengantin baru tersebut.
Hari itu, empat bulan setelah pernikahan mereka. Asha merasa sesuatu yang tidak beres pada tubuhnya. Sebagai seorang dokter dan seorang wanita, nalurinya sudah bisa merabaa.
Bibirnya tersenyum tipis, sembari tangan Asha memegangi perutnya yang masih rata. Sepertinya dia hamil. Sudah telat beberapa hari. Namun, ia tidak buru-buru memeriksa. Karena mungkin sudah yakin ada Malaikat kecil yang sudah tumbuh dalam rahimnya.
Sudah beberapa hari Bima tidak pulang, Asha menjalani aktifias seperti biasa. Sendirian, karena ia memang tinggal seorang diri. Tidak tahu harus berbuat apa lagi, karena merasakan tubuhnya lelah sekali, Asha pun rebahan.
Hingga akhirnya suaminya datang. Karena punya kunci cadangan, Bimasena langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Begitu masuk, langsung memeluk Asha dari belakang.
"Tumben rebahan?" tanya Bima sembari berbisik.
"Sudah pulang?" tanya Asha balik.
"Hemm."
"Asha kangen," ucap Asha lirih. Hamil membuatnya jadi melow akhir-akhir ini.
__ADS_1
Mendengar Asha bilang kangen, membuat rasa lelahnya yang habis mengejar penjahat langsung hilang. Tugasnya yang berat, seketika ia lupakan. Asha benar-benar obat untuk segala rasa lelah dan letihnya.
"Anak kita juga kangen," ucap Asha lagi dengan suaranya yang pelan.
Bimasena diam sesaat, pria itu bengong. Apa ia salah dengar.
"Anak?" ulang Bimasena ingin memastikan.
"Iya."
"Kamu hamil, Sayang?"
Asha berbalik, kemudian mengangguk pelan.
"Alhamdulillah ya Allah!"
Seketika Bimasena langsung memeluk Asha erat. Ia kecupp perut Asha, ia usap janin yang masih 4 minggu tersebut.
Pria berbadan tegap dan atletis dan sangar itu malah mengusap matanya. Ya, Bimasena menangis tatkala tahu kalau Asha akhirnya hamil anak pertamanya. Setelah empat bulan menunggu, akhirnya Asha hamil. Alhamdulillah.
Kedua mantu Pak Riyadi hamil semua. Clara bahkan sudah melahirkan. Putrinya cantik, mirip seperti papinya. Sedangkan Rara, istri Ardi adik Bimasena, juga tengah hamil.
Ardi menikah selang 3 bulan setelah Haris menikah. Sedangkan Bimasena menikah, selang 4 bulan setelah adiknya itu menikah. Mereka semua jomblo premium menikahnya seperti balapan. (Sesuai kisah aslinya).
***
Setelah tahu Asha hamil, Bimasena menjadi over protective. Pria itu bahkan tidak membiarkan Asha melakukan apapun. Bahkan makan pun ia yang suapin.
"Kata baby-nya, dia minta disuapin Ayah," ucap Bimasena modus.
__ADS_1
Asha hanya geleng-geleng kepala. Melihat suaminya yang bucin parah. Bahkan yang membuat Asha tidak habis pikir yaitu, Bimasena malah nenyetok su su ibu hamil 5 karton.
Bima benar-benar begitu perhatian saat Asha hamil, malah dosisnya berlebihan. Terbilang sangat lebay. Tapi Asha menyukainya. Karena biasanya sering ditinggal tugas. Saat awal kehamilan, Bimasena jadi sering di rumah dan pulang cepat. Sungguh moment-moment indah yang mungkin tidak terlupakan.
Flashback End
***
Rumah Sakit. Ruang bersalin. Asha menangis melihat wajah suaminya yang penuh darah. Ini pasti ulah Mas Andri. Asha bisa menduganya. Sebab selama ini Andri lah yang paling super protective padanya selama ini.
"Mas nggak apa-apa!" ucap Bimasena sambil menggengam tangan Asha yang saat itu menatapnya sendu.
Dua orang dalam keadaan kesakitan yang sama itu saling menggengam, saling menatap dengan dalam, ada rona sendu dan kegelisahan. Ada bahasa lewat mata yang tidak perlu diucapkan. Tapi bisa mereka rasakan. Hakikat kehadiran itulah yang penting, karena merasa sama-sama ada untuk saling menguatkan.
Oek ... Oek ... Oek ....
Akhirnya telah lahir ke dunia. Bayi laki-laki yang tampan. Mohammad Zidan, wajahnya bersinar. Bagai matahari yang siap menerangi hari-hari Asha dan Bimasena.
Kelahiran Zidan bagai embun pagi yang menyejukkan dan menjadi sumber kebahagian bagi kedua orang tuanya. Akhirnya yang ditunggu-tunggu selama 9 bulan ini, telah lahir ke dunia.
Terlalu lama pembukaan tiada kemajuan, dan kehabisan air ketuban. Asha akhirnya harus melahirkan secara Cesar. Ia ditemani sang suami yang wajahnya babak belur ketika di ruang operasi.
Ya, meskipun menunggu lama, akhirnya Bimasena menemani Asha dalam proses persalinan. Pria itu juga yang mengumandangkan suara adzan pada putra pertama mereka.
Zidan, kebahagian kedua orang tuanya ada pada bayi yang baru lahir tersebut.
***
Satu bulan setelah kelahiran Zidan, neraka dunia pun dimulai. Ketika ibu dipisahkan dari buah hatinya. Bersambung.
__ADS_1
Di sini, ujian rumah tangga dimulai. Yuk, ikuti terus. Dan semoga ada yang bisa diambil hikmahnya. Jangan lupa jempolnya. Nanti aku up lagi. Berdasar kisah asli tentunya.
Para peran pendukungnya, semua asli. Nama disamarkan. Untuk privacy, cuss jempolnya jangan lupa. Like dan comment. Biar banyak yang baca kisah inspiratif mereka, pasangan luar biasa dalam menghadapi ujian hidup yang seperti sunami.